PHK Menggila 2025, Kelas Menengah Terpaksa Jadi Ojol dan freelance: Pengangguran Tembus 7,3 Juta
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor, mendorong lonjakan angka pengangguran dan memperluas fenomena ekonomi serabutan, dan tahun 2025 menjadi periode berat bagi dunia ketenagakerjaan Indonesia-Dok. Disway.id-
BACA JUGA:PPN 12% Bukan Sekadar Angka: Rakyat Menjerit, Industri Tercekik
BACA JUGA:PPN 12% Bikin Susah! Boro-Boro Beli HP atau Mobil, Rp100 Ribu Sehari Gak Cukup
Awalnya terpukul, ia kini justru menemukan kenyamanan dalam fleksibilitas kerja.
Meski penghasilannya tak lagi tetap dan ia harus bekerja hingga 50 jam per minggu, Dewi merasa lebih memiliki kendali atas waktu dan hidupnya.
Ia bahkan mengaku tak tertarik kembali ke pekerjaan kantoran meski ditawari gaji yang sama.
Bagi Dewi, kebebasan lebih bernilai dibanding kepastian.
Kisah Wahyu, Dewi, dan ribuan pekerja lainnya mencerminkan wajah ekonomi Indonesia saat ini, bertahan dari hari ke hari.
BACA JUGA:Pilihan Childfree Gen Z dan Upaya Pemerintah Menjawab Kecemasan Anak Muda
BACA JUGA:Tren Childfree Meningkat, Isyarat Awal Tantangan Ekonomi
Ojol dan pekerjaan freelance memang menjadi solusi cepat di tengah badai PHK.
Namun tanpa perlindungan memadai, reformasi kebijakan, dan perluasan akses modal, ekonomi gig berpotensi menjelma menjadi lingkaran ketidakpastian baru.
Pertanyaannya bukan lagi apakah ekonomi serabutan mampu menyerap pengangguran, tetapi sampai kapan masyarakat bisa terus bertahan dalam ketidakpastian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: