Kampanye Batasi GGL dan Edukasi Gizi Kunci Cegah Obesitas Masyarakat

Kampanye Batasi GGL dan Edukasi Gizi Kunci Cegah Obesitas Masyarakat

Pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) menjadi langkah penting untuk menekan risiko obesitas dan penyakit tidak menular di Indonesia.-Dody Suryawan/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) menjadi langkah penting untuk menekan risiko obesitas dan penyakit tidak menular di Indonesia. Pola makan tinggi kalori yang tidak diimbangi aktivitas fisik dinilai masih menjadi penyebab utama meningkatnya kasus diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung.

Direktur SEAFAST Center IPB, Puspo Edi Giriwono, mengatakan obesitas pada dasarnya terjadi akibat konsumsi energi berlebih dalam jangka panjang.

“Obesitas disebabkan asupan kalori yang melebihi kebutuhan tubuh. Jadi kuncinya bukan hanya jenis makanan, tapi jumlah, frekuensi, dan keseimbangan gizinya,” ujar Puspo, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

BACA JUGA:Ini Efek Samping Obat Tuberkulosis, Kenali Gejala sejak dini agar Hati Aman!

BACA JUGA:AI Masuk Rumah Sakit Indonesia! Kolaborasi AstraZeneca–Siloam Percepat Diagnosis Kanker

Puspo menjelaskan, teknologi pengolahan pangan modern justru membantu menghadirkan produk yang lebih aman dan terkontrol mutunya. Reformulasi dapat dilakukan untuk menekan kadar gula, garam, dan lemak, sekaligus menjaga kandungan nutrisi. Namun, edukasi konsumen tetap menjadi faktor penentu.

Jadi masyarakat perlu membiasakan membaca label informasi nilai gizi dan memahami takaran saji agar tidak mengonsumsi kalori secara berlebihan tanpa disadari.

Senada, Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana, mengatakan kampanye pembatasan GGL harus dibarengi literasi gizi yang kuat.

“Kami terus mendorong edukasi agar masyarakat tahu batas aman gula, garam, dan lemak, serta terbiasa membaca label sebelum membeli. Dengan begitu, mereka bisa memilih produk yang lebih sesuai kebutuhan,” jelasnya.

BACA JUGA:8 Manfaat Konsumsi Blewah saat Buka Puasa, Jadi Sumber Energi hingga Bantu Jaga Berat Badan!

BACA JUGA:Hari Kanker Sedunia 2026, Madu Herbal Kombinasi Temulawak, Daun Kelor, dan Meniran Kaya Antioksidan

Ia menambahkan, perubahan perilaku tidak cukup hanya dari sisi produk, tetapi juga gaya hidup aktif, seperti rutin berolahraga dan mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama.

Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah dinilai penting agar pesan hidup sehat menjangkau lebih luas. Dengan kombinasi pengendalian asupan dan aktivitas fisik, risiko obesitas dapat dicegah sejak dini dan kualitas kesehatan masyarakat pun meningkat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads