Blokir Konten oleh Komdigi Bisa Jadi Bumerang, Anak-Anak Bisa Beralih ke VPN?

Blokir Konten oleh Komdigi Bisa Jadi Bumerang, Anak-Anak Bisa Beralih ke VPN?

Tanpa edukasi yang kuat, langkah represif digital ini dikhawatirkan bakal memicu rasa penasaran anak untuk mencari pintu belakang.-Istimewa-

BACA JUGA:Era Age of Noise: Mengapa Opini Publik di Media Sosial Terbentuk Sangat Cepat?

BACA JUGA:Purbaya: Program MBG Tak Dipangkas Meski Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik

Masalah menjadi kian pelik karena masih banyak orang tua yang gagap teknologi alias gaptek. Berdasarkan pengamatan Kemen PPPA, kesenjangan literasi digital antara anak dan orang tua seringkali membuat pengawasan menjadi longgar.

"Masih banyak orang tua yang belum memiliki literasi dan keterampilan digital yang memadai. Karena itu, penguatan kapasitas orang tua dalam mendampingi anak menjadi sangat penting," tutur Arifah

Alih-alih hanya mengandalkan sistem blokir otomatis dari pemerintah, Arifah mendorong pola "pengasuhan positif" di era digital. Komunikasi yang cair antara anak dan orang tua dianggap lebih efektif ketimbang sekadar memasang pagar betis di perangkat gawai.

Ke depannya, Kemen PPPA berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Komdigi guna memastikan implementasi aturan ini tidak sekadar menjadi macan kertas. Tujuannya satu: menciptakan ruang digital yang sehat tanpa membuat anak-anak "tersesat" di jalur internet yang gelap.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads