Kasus Penyerangan Aktivis KontraS Didalami, Kapolri: 86 CCTV Sudah Dikumpulkan

Kasus Penyerangan Aktivis KontraS Didalami, Kapolri: 86 CCTV Sudah Dikumpulkan

Kapolri pun meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pengungkapan dapat segera membuahkan hasil.-Istimewa-

BACA JUGA:Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Sempat Ganti Baju Sebelum Kabur, Polisi Sebut Dua Hal Kemungkinan Ini

BACA JUGA:Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin Monas–Bundaran HI Besok, Ada Eid Mubarak dan Bedug Kolosal

Saat ini, jajarannya masih bekerja intensif dalam mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut. 

Kapolri pun meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pengungkapan dapat segera membuahkan hasil.

"Kami mohon doanya agar hasilnya bisa segera didapat," ucapnya.

Sebelumnya, salah satu terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS disebut sempat mengganti pakaian sebelum kabur usai kejadian. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan pergantian baju tersebut diduga berkaitan dengan upaya menghilangkan jejak ataupun karena pelaku turut terkena cairan tersebut.

BACA JUGA:Telkom Akses Kerahkan Lebih Dari 20 Ribu Teknisi untuk Jaga Kualitas Jaringan Jelang Idulfitri

BACA JUGA:Wakil Rakyat Ini Dukung Putusan MK, Hapus Kebijakan Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR dan Pejabat Tinggi Negara

Dijelaskannya, penyidik masih mendalami alasan pasti pelaku mengganti pakaian saat melarikan diri.

"Bisa jadi untuk menghilangkan jejak atau juga terkena cairan tersebut. Namun untuk pastinya nanti setelah pelaku tersebut diamankan," bebernya.

Pihaknya menegaskan seluruh kemungkinan masih didalami melalui penyelidikan yang sedang berjalan. 

sementara, penyidik mengungkap para pelaku penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) diduga telah mengikuti korban sebelum aksi penyerangan terjadi. 

Dugaan tersebut diperoleh dari hasil penelusuran sejumlah rekaman kamera pengawas di beberapa titik di Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin menuturkan pergerakan para pelaku berhasil dipetakan dari rekaman CCTV yang tersebar di jalur yang dilalui korban.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait