Lansia Disiram Air Keras Seusai Salat Subuh, Polda Metro Selidiki Motif

Lansia Disiram Air Keras Seusai Salat Subuh, Polda Metro Selidiki Motif

Polda Metro Jaya selidiki kasus penyiraman air keras pada pria berinisial TW (54) oleh orang tak dikenal saat pulang salat subuh di Perumahan Bumi Sani, Tambun-Info Bekasi-

JAKARTA, DISWAY.ID - Penyiraman air keras menimpa pria berinisial TW (54) oleh orang tak dikenal saat pulang salat subuh di Perumahan Bumi Sani, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan korban diserang secara tiba-tiba saat berpapasan dengan seseorang di jalan.

BACA JUGA:Irak Lolos ke Piala Dunia Setelah 40 Tahun, Ada Andil Bek Persib Bandung!

BACA JUGA:Bukan 4 Orang! Pengacara Andrie Yunus Bongkar Ada 16 Eksekutor dalam Teror Air Keras KontraS

"Ini masih kami dalami. Yang bersangkutan infonya berangkat salat subuh, kemudian berpapasan dengan orang," katanya kepada awak media, Rabu 1 April 2026.

Polisi masih mendalami motif di balik aksi penyiraman tersebut. 

Dugaan sementara belum mengarah pada satu kesimpulan, termasuk kemungkinan adanya unsur pencurian dengan kekerasan.

"Apakah ini murni penyiraman atau terkait pencurian dengan kekerasan, masih kami dalami," jelasnya.

BACA JUGA:Jusuf Kalla Soroti Kasus Air Keras ke Aktivis KontraS, Minta Dalang Diungkap

Pihaknya menyoroti meningkatnya kasus penyiraman air keras dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, fenomena ini perlu direspons dengan langkah konkret, salah satunya melalui pengaturan distribusi bahan kimia berbahaya.

"Kita melihat fenomena ini, perlu ada edukasi dan mungkin regulasi terkait pendistribusian peredaran air keras ini," ujarnya.

Diungkapkannya, penggunaan bahan kimia seperti asam sulfat dan asam klorida sebenarnya sah, terutama untuk kebutuhan pendidikan maupun industri.

Namun, masalah muncul ketika bahan tersebut disalahgunakan untuk tindakan kriminal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: