Istigasah Ulama Ciamis Doakan Syuhada KM 50: Banyak Kejanggalan!
Sejumlah ulama menggelar Istigasah di Ciamis untuk mendoakan Syuhada Tragedi KM 50 yang menewaskan 6 laskar FPI pada 2020 silam-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Sejumlah ulama dan masyarakat menghadiri kegiatan Istigasah Kubro dan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan negara di Masjid Jami Umar Bin Khattab, Sindangbarang, Kabupaten Ciamis, Minggu, 5 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Pimpinan Ponpes Dzikrul Huda Kabupaten Ciamis yang juga Sekretaris Umum Himpunan Alumni Miftahul Huda (HAMIDA), KH Muhammad Nurdin, menegaskan pentingnya ikhtiar batin melalui doa selain ikhtiar lahir.
BACA JUGA:Kapan Pelaksanaan UTBK SNBT 2026? Cek Jadwal Lengkap dan Bocoran Materinya di Sini
BACA JUGA:Debut Cyrus Margono Berujung Kekalahan Persija, Mauricio Souza: Jangan Salahkan Pemain!
“Usaha dan doa bersama ini adalah ikhtiar batin. Jangan hanya sekadar ikhtiar dhohir, karena doa meskipun tidak kelihatan, sangat dirasakan. Bahkan Rasulullah menyebut doa sebagai senjata orang-orang beriman,” kata KH Nurdin, Senin, 6 April 2026.
Ia berharap doa yang dipanjatkan dapat membawa keselamatan bagi umat dan bangsa.
“Semoga doa-doa ini menggetarkan ‘Arsy dan menembus jagad Allah, sehingga diijabah untuk keselamatan umat, bangsa, dan negeri kita tercinta,” ujarnya.
KH Nurdin juga menyoroti penegakan hukum di Indonesia, khususnya terkait kasus tragedi KM 50 yang dinilai masih menyisakan banyak pertanyaan di tengah masyarakat.
“Kasus KM 50 masih banyak menyisakan pertanyaan. Banyak kejanggalan, ketidakjujuran, dan kedzaliman yang dirasakan masyarakat. Informasi yang kami terima pun tidak utuh,” tegasnya.
Ia pun meminta aparat penegak hukum tidak gentar dalam menegakkan keadilan secara jujur dan transparan.
BACA JUGA:Terdakwa Tragedi KM 50 Divonis Lepas, PUI: Keadilan Masih Hidup atau Sudah Mati?
BACA JUGA:Massa Desak DPR Bentuk Pansus Tragedi Kanjuruhan-KM 50: Agar Tak Tebang Pilih!
“Kami berharap kepada para penegak hukum agar jangan gentar untuk menegakkan hukum seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, dan sebenar-benarnya,” katanya.
Menurutnya, masyarakat hanya bisa berpegang pada nilai-nilai kejujuran, kebenaran, dan keadilan yang selama ini digaungkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: