Kabar Baik! Transplantasi Hati di RSUP Fatmawati Didukung SNUH, Dibiayai BPJS Kesehatan

Kabar Baik! Transplantasi Hati di RSUP Fatmawati Didukung SNUH, Dibiayai BPJS Kesehatan

Seluruh biaya transplantasi, yang mencapai sekitar Rp600 juta per tindakan, ditanggung oleh BPJS Kesehatan. -Disway/Doddy Suryawan-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Layanan transplantasi hati di RSUP Fatmawati terus diperkuat sebagai bagian dari pengembangan rujukan nasional. 

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, prosedur ini menjadi harapan terakhir bagi pasien dengan penyakit hati kronis yang tidak lagi dapat ditangani dengan terapi konvensional.

BACA JUGA:Rumah Ludes dan 2 Adiknya Jadi Korban Tewas Kebakaran, Fajar Belum Dihubungi SPBE Cimuning Bekasi

Pelaksanaan transplantasi hati di RSUP Fatmawati dilakukan melalui kerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH). Kolaborasi ini mencakup supervisi langsung, transfer pengetahuan, serta peningkatan keterampilan tenaga medis Indonesia agar mampu mandiri dalam jangka panjang.

"Transplantasi menjadi satu-satunya opsi bagi sebagian pasien untuk melanjutkan hidup,” ujar Dante saat meninjau langsung proses layanan tersebut, di Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Kasus yang ditangani umumnya meliputi infeksi hepatitis, penyakit hati akibat alkohol, hingga sirosis. Berdasarkan data epidemiologi, sirosis hati menjadi penyebab kematian terbesar ketiga di Indonesia, yang mayoritas dipicu oleh hepatitis B.

BACA JUGA:Jaksa Agung Kutip Pidato Soekarno 'Indonesia Menggugat' di Hadapan Prabowo, Tegaskan Hal Ini

Dalam kunjungan tersebut, Dante menyampaikan bahwa pasien yang baru menjalani transplantasi berada dalam kondisi stabil. Pasien berusia 52  tahun itu menerima donor dari anaknya yang berusia 26 tahun. 

Proses pengambilan organ dilakukan dengan teknik laparoskopi sehingga sayatan lebih kecil dan risiko komplikasi dapat ditekan.

Seluruh biaya transplantasi, yang mencapai sekitar Rp600 juta per tindakan, ditanggung oleh BPJS Kesehatan. 

"Hal ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis berteknologi tinggi,"tambahnya.

BACA JUGA:Satgas PKH Selamatkan Aset Kawasan Hutan Rp370 Triliun, Prabowo: Hampir 10% APBN

RSUP Fatmawati juga didukung tim multidisiplin yang lengkap, mulai dari dokter bedah digestif, penyakit dalam, radiologi, anestesi, hingga spesialis jantung. Tercatat sedikitnya lima dokter bedah digestif terlibat langsung dalam prosedur ini.

Ke depan, pemerintah menargetkan program transplantasi hati terus berkembang dengan prioritas pada kasus berisiko rendah, sekaligus memperkuat kapasitas nasional melalui kolaborasi internasional," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: