Yang Saya Dengar dari Timor Leste
Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.id, Mashudi bersama Domingos Savio, Counsellor Embassy of the Democratic Republic of Timor Leste di Kantor Disway, Palmerah Barat No.353, komplek kampus widuri, Blok A1-3, Kebayoran Lama, Jakarta Sela-disway.id-
Karena mereka paham satu hal:minyak bisa habis. Negara tidak boleh ikut habis. Timor Leste melihat itu.
BACA JUGA:Masa Depan Cerah Industri Sawit Indonesia
Menjadikannya contoh. Negara baru.
Tapi tidak ingin salah langkah sejak awal.
Di sisi lain, mereka juga mengejar ketertinggalan. Jalan dibangun. Jembatan diperbaiki. Akses listrik diperluas.
Kini hampir seluruh wilayah menikmati listrik.
Internet mulai masuk ke banyak daerah.
4G diperluas. Koneksi internasional diperkuat, termasuk lewat kabel bawah laut.
BACA JUGA:Di Tengah Gejolak Global, Indonesia Butuh Persatuan, Bukan Narasi Krisis
Bagi negara dengan banyak gunung, akses itu bukan hal kecil. Internet jadi jalan baru.
Jalan yang tak terlihat. Untuk pendidikan.
Untuk kesehatan. Kalau pasien jauh,
dokter bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli di tempat lain.
Kalau sekolah sulit dijangkau, materi tetap bisa sampai. Teknologi jadi jembatan.
Menghubungkan yang jauh. Mendekatkan yang sulit.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: