Yang Saya Dengar dari Timor Leste

Yang  Saya Dengar dari Timor Leste

Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.id, Mashudi bersama Domingos Savio, Counsellor Embassy of the Democratic Republic of Timor Leste di Kantor Disway, Palmerah Barat No.353, komplek kampus widuri, Blok A1-3, Kebayoran Lama, Jakarta Sela-disway.id-

BACA JUGA:Keadilan yang Menunggu Viral: Catatan Kritis untuk Komisi III DPR RI

Ada juga tunjangan lansia.

Untuk warga usia 60 tahun ke atas. Diberikan sampai akhir hayat. Bukan sekadar bantuan. Tapi pengakuan. Bahwa mereka tetap berarti.

Di akhir pertemuan, Savio tersenyum.

Ia mengajak. “Datanglah ke Timor Leste. Kita ini dekat sejak dulu.”

Sekarang akses makin mudah. Dari Kupang ke Dili bisa lewat jalur darat.

Ada bus, termasuk DAMRI.

Jalannya semakin baik. Lebih aman.

BACA JUGA:Idul Fitri di Persimpangan Zaman

Undangan itu sederhana. Tapi terasa dalam. Saya ingin menjawabnya.

Saya ingin melihat langsung. Bukan dari cerita. Karena selalu ada jarak antara apa yang dikatakan dan apa yang benar-benar terjadi. Dan di situlah sebuah tulisan menemukan maknanya.

Oleh : Mashudi, Direktur Operasional, Pemberitaan, dan Jaringan Disway.id

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: