Psikolog: 96 Persen Pecandu Judi Punya Gangguan Mental Lain, Alarm Bahaya untuk Indonesia!

Minggu 17-05-2026,21:42 WIB
Psikolog: 96 Persen Pecandu Judi Punya Gangguan Mental Lain, Alarm Bahaya untuk Indonesia!

Gambar ilustrasi sebuah judi online-Arief Hermawan-Jurnal Inovasi Bisnis Indonesia (JIBI)

JAKARTA, DISWAY.ID - Fenomena judi online di Indonesia kian mengkhawatirkan. Kemudahan akses melalui telepon genggam hingga derasnya promosi di ruang digital membuat praktik perjudian semakin sulit dibendung, bahkan mulai menyasar anak-anak dan remaja.

Psikolog klinis, Kasandra Putranto mengingatkan bahwa kecanduan judi bukan sekadar persoalan kebiasaan buruk, melainkan sudah masuk kategori gangguan adiksi yang berdampak serius terhadap kesehatan mental seseorang.

BACA JUGA:Dirjen Imigrasi RI Buka Suara Soal Kasus Judol 320 WNA di Hayam Wuruk: Bukti Efektivitas Intelijen Kami

Menurutnya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pecandu judi memiliki gangguan psikologis lain yang menyertai.

“Diperkirakan sekitar 96 persen orang dengan masalah perjudian memiliki setidaknya satu gangguan kejiwaan lainnya. Mulai dari gangguan kecemasan, depresi, gangguan suasana hati, hingga penyalahgunaan zat,” ujar Kasandra.

Ia menjelaskan, dalam dunia psikologi modern, gangguan perjudian kini dikategorikan sebagai behavioral addiction atau kecanduan perilaku, sejajar dengan kecanduan alkohol dan narkotika.

Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya dorongan kuat untuk terus berjudi meski pelaku memahami dampak negatifnya. Seiring waktu, pelaku membutuhkan taruhan yang lebih besar demi mendapatkan sensasi kepuasan yang sama.

BACA JUGA:Rp58 Miliar Aset Judol Diserahkan Bareskrim ke Negara, Hasil Penelusuran 132 Situs

“Ketika mencoba berhenti, mereka juga bisa mengalami gejala seperti mudah marah, gelisah, hingga stres berat. Itu mirip dengan gejala putus zat pada pecandu narkoba,” katanya.

Kasandra menilai perkembangan judi online menjadi jauh lebih masif dibanding perjudian konvensional karena aksesnya yang sangat mudah. Hanya dengan smartphone dan koneksi internet, seseorang bisa bermain kapan saja tanpa harus datang ke lokasi tertentu.

Selain itu, desain permainan yang dibuat menarik dengan animasi, efek suara, hingga iming-iming kemenangan besar turut memperkuat ketertarikan pemain.

“Permainan dibuat sederhana, cepat dimainkan, dan memberikan sensasi emosional yang kuat. Ini yang membuat banyak orang sulit lepas,” ungkapnya.

Kelompok usia muda disebut menjadi salah satu yang paling rentan. Berdasarkan sejumlah penelitian internasional, anak laki-laki dan pria muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecanduan judi.

BACA JUGA:Palang Rel Mati saat Tragedi Kereta Tabrak Bus di Bangkok

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: