Selfie Dulu, Tuhan Nanti

Selfie Dulu, Tuhan Nanti

Di zaman sekarang, barangkali yang paling cepat bangun bukan manusia, melainkan kamera depan-Istimewa-

Di sinilah tragedi kecil itu terjadi setiap hari.

BACA JUGA:Industri Budaya dan Kreatif sebagai Pilar Kemandirian Ekonomi Indonesia

Seorang sedang minum kopi, lalu berkata dalam hati: “Ini nikmat dari Tuhan.” Namun sebelum sempat mengucap syukur, ia lebih dulu mengatur sudut kamera, memilih filter “warm vintage”, lalu menulis: “Simple happiness.” Tuhan pun, lagi-lagi, tertinggal di balik hashtag.

Kita tidak sedang hidup di zaman orang ingin dikenal, tapi di zaman orang takut tidak terlihat. Eksistensi tidak lagi diukur dari kebermaknaan, melainkan dari keterlihatan.

“Aku di-post, maka aku ada.” Sebuah versi baru dari cogito ergo sum, yang mungkin akan membuat René Descartes mengernyitkan dahi sambil berkata, “Ini bukan yang saya maksud.”

Lebih lucu lagi, narsisme hari ini sering menyamar sebagai kerendahan hati. Orang mengunggah foto dirinya dengan caption: “Cuma manusia biasa yang penuh kekurangan”, diikuti oleh 17 foto terbaik hasil seleksi ketat selama 45 menit.

Sebuah bentuk kerendahan hati yang telah melalui proses kurasi estetika.

BACA JUGA:Politik Simbol Kepala Kerbau

Sementara itu, dunia terus dipenuhi oleh orang-orang yang haus pengakuan, tapi alergi terhadap kejujuran.

Semua ingin terlihat bahagia, sukses, produktif, dan glowing. Padahal di balik layar, mungkin saja yang terjadi adalah kelelahan, kebingungan, dan notifikasi yang tak kunjung memberi ketenangan.

Ironisnya, semakin sering seseorang memamerkan dirinya, semakin ia bergantung pada penilaian orang lain. Ia tampak percaya diri, padahal sebenarnya rapuh.

Ia terlihat bersinar, padahal sumber cahayanya berasal dari luar, bukan dari dalam.

Mungkin benar, narsisme bukan sekadar gangguan individu, tetapi telah menjadi budaya.

BACA JUGA:SBN Masih Layak Dikoleksi di Tengah Gejolak Pasar Modal Global

Sebuah ekosistem sosial di mana manusia berlomba-lomba menjadi versi terbaik dari dirinya, bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk penonton yang bahkan tidak selalu peduli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait