Oknum Staf KPK Terseret OTT, Diduga Peras Bupati Pemalang Bersama Ayahnya
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro memakai rompi tahanan KPK saat digiring ke rutan-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan satu anggotanya, yakni Setya Budi Dias Oktavianto sebagai tersangka terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Dias yang merupakan staf administrasi di KPK dari kepolisian, diduga melakukan pemerasan terhadap Anom bersama ayahnya, Lilik Budi Suprianto yang merupakan pihak swasta.
"Yang bersangkutan merupakan staf administrasi pada Komisi Pemberantasan Korupsi yang benar merupakan perbantuan ya dari instansi Kepolisian," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Kamis, 30 Juli 2026.
Selain itu, KPK menetapkan Mohamad Haris (GHA) selaku pihak swasta atau orang kepercayaan Bupati sebagai tersangka.
Budi menjelaskan, penyidikan perkara OTT Bupati Pemalang ini, dibagi menjadi dua klaster utama dengan total empat orang tersangka.
BACA JUGA:Terungkap! Begini Rangkaian OTT KPK yang Menangkap Bupati Pemalang di Tiga Lokasi
"Bahwa atas perkara tersebut tadi malam telah dilakukan ekspose dan diputuskan bahwa atas perkara ini naik ke tahap penyidikan untuk dua klaster perkara,"
Ia menjelaskan, klaster pertama berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang kepada para jajaran di bawahnya serta pihak swasta.
Sementara klaster kedua berfokus pada dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum internal KPK terhadap Bupati Pemalang.
"Atas dua klaster penyidikan tersebut berdasarkan kecukupan alat bukti yang sah, penyidik kemudian telah menetapkan empat orang sebagai tersangka," tegas Budi.
BACA JUGA:Update Kondisi Febrie di Rutan KPK, Sarapan Telur dan Bihun Bareng Tahanan Lain
Sebagai informasi, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terjaring OTT KPK. Selain Bupati Pemalang, ada 21 orang yang diamankan KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan OTT tersebut berawal operasi beruntun di beberapa daerah ini, tim KPK mengamankan puluhan orang yang diduga terlibat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: