Dilema Pengusaha: Utang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang
Khalid Bawazier menyampaikan kerja sama dengan perbankan syariah itu menurutnya tetap diperbolehkan. Asalkan, segala perjanjian tersebut harus dijelaskan di awal dengan prinsip syariah-dok disway-
Seperti yang diungkapkan Irwan Fawaid, asal Bontang. Pengusaha tambang dan kontraktor itu kini sedang berjibaku melunasi utang almarhum sang ayah. Yang meninggalkan utang sekitar Rp100 miliar pada 2013 lalu.
”Saya bersama saudara semula kalang kabut soal utang itu,” kata Irwan. Sebab, selama menjadi pengusaha, sang ayah merupakan pribadi yang tak pernah melibatkan keluarga, termasuk anak-anaknya untuk berbisnis. Kondisi itu membuat Irwan dan saudara-saudaranya tak tahu kondisi perusahaan. Termasuk utang-utang sang ayah.
Dan sejak kematian sang ayah, Irwan dan keluarga ditagih oleh bank. Juga dikejar-kejar debt collector. Kondisi itu membuat keluarga kebingungan. ”Selama tujuh bulan saya menghilang. Takut dikejar-kejar,” katanya.
Di tengah kalut itu, Irwan kemudian mencari solusi. Cari-cari di internet soal cara melunasi utang. Lalu ketemu dengan komunitas SyaREA World. ”Yang meminta saya untuk tidak lari. Dan kemudian bangkit menghadapi masalah,” katanya.
Irwan pun akhirnya mendatangi pihak perbankan. Menjelaskan kondisi perusahaan dan ekonomi keluarga. Lalu berjanji untuk mencicil tumpukan utang tersebut secara bertahap.
BACA JUGA:Presiden Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Istimewa Indonesia
Usaha sang ayah pun kembali Irwan bangun bersama saudaranya. Yang semula hanya di bidang kontraktor bangunan, kini berkembang ke pertambangan. ”Dan Alhamdulillah, dari Rp100 miliar itu. Sekarang tinggal separo,” paparnya.
Senada dengan Irwan, Mirna pengusaha asal Kediri juga mengalami hal serupa. Sejak sang suami meninggal, ibu lima anak itu ketiban sampur untuk membayar utang senilai Rp7 miliar.
Mirna semula kebingungan. Khususnya saat mengembangkan usaha peternakan ikan koi dan bisnis landscape tanaman. ”Beruntung saya bertemu dengan teman-teman SyaREA World pada akhir 2021. Dari sana, usaha kembali jalan dan utang bisa lunas sekarang,” paparnya.
CEO Dawang Group Tri Dawang yang menjadi mentor di Keluarga Besar SyaREA World menyebut, kesuksesan para pengusaha untuk bisa lepas dari jerat utang sebenarnya sederhana. Pertama, adalah menerima keadaan. ”Setelah itu kami ajarkan soal ilmu negosiasi dan membenahi bisnis yang sedang terpuruk,” paparnya.
Bagi Tri Dawang, jatuh dalam usaha itu bisa saja terjadi. Tapi belajar untuk kembali bangkit setelah terpuruk perlu ilmu ikhlas. ”Setelah ikhlas orang baru bisa menghadapi masalah. Dan kalau ada masalah jangan lari, tapi dihadapi,” paparnya.
Sementara itu, CEO PT Turrima Agro Mas Mulyono mengatakan, yang terpenting dalam bisnis adalah mengatur keuangan. Untuk menjaga sikap itu, menghindari utang adalah solusi. Agar hidup bisa lebih tenang dan berkah.
Sebab, bagi Mulyono, berutang tambah beban itu, pasti. Tidak berutang, tidak berkembang itu, belum pasti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: