BBM Subsidi Mau Dibatasi Berdasarkan Desil, Ojol Menjerit: Kami Juga Butuh!

Senin 31-08-2026,08:47 WIB
BBM Subsidi Mau Dibatasi Berdasarkan Desil, Ojol Menjerit: Kami Juga Butuh!

Wisnu Kuntjoro-, seorang pengemudi ojol mitra Gojek, yang telah mengaspal sejak tahun 2023-disway.id/Candra Pratama-

Karena itu, bagi pengemudi ojol, kenaikan biaya BBM atau pembatasan akses terhadap BBM bersubsidi berpotensi langsung mengurangi penghasilan yang diterima setiap hari.

Komisi Aplikasi Turun, Order Ojol Justru Disebut Makin Sulit

Persoalan biaya operasional bukan satu-satunya tekanan yang dihadapi Wisnu.

Ia juga menyoroti perubahan potongan komisi aplikasi yang sebelumnya mencapai 20 persen dan kemudian menjadi 8 persen.

Menurut Wisnu, penurunan persentase komisi tersebut belum memberikan perubahan besar terhadap uang yang diterimanya.

Di sisi lain, ia merasa mendapatkan order justru semakin sulit.

BACA JUGA:Kepungan Kemarau-El Nino Mengganas, Karhulta Bromo hingga Berdampak Pekerja Lapangan

“Nah, yang kita terima tuh dari 20 persen sama 8 persen tuh enggak beda jauh gitu, cuma naik berapa perak doang, bukan ribu hitungannya. Nah, malah makin susah, makin susah nyari orderannya, agak sulit gitu lah ibarat,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat pengemudi harus semakin cermat mengatur pengeluaran. BBM menjadi salah satu komponen biaya yang paling penting karena langsung berkaitan dengan jarak tempuh dan jumlah order yang dapat diambil.

Selain wacana BBM subsidi, pemerintah juga mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi.

Namun, Wisnu mengaku belum yakin kendaraan listrik cocok untuk kebutuhan pengemudi ojol.

Menurutnya, persoalan utama bukan hanya biaya energi, tetapi juga waktu. Pengemudi ojol sangat bergantung pada waktu produktif untuk mendapatkan order.

BACA JUGA:Perpres Ojol Hampir Rampung, Pemerintah dan Aplikator Pastikan Driver Bakal Lebih Sejahtera

Ia khawatir proses pengisian baterai atau penukaran baterai justru mengurangi waktu bekerja.

“Bensin yang paling murah cuma Pertalite doang. Kalau kita lari ke motor listrik, hitungannya kan, ya gimana ya, motor listrik kan buang waktu juga gitu buat ngecas nih baterenya,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait