BBM Subsidi Mau Dibatasi Berdasarkan Desil, Ojol Menjerit: Kami Juga Butuh!

Senin 31-08-2026,08:47 WIB
BBM Subsidi Mau Dibatasi Berdasarkan Desil, Ojol Menjerit: Kami Juga Butuh!

Wisnu Kuntjoro-, seorang pengemudi ojol mitra Gojek, yang telah mengaspal sejak tahun 2023-disway.id/Candra Pratama-

Berulangnya pembahasan dengan model yang berbeda menunjukkan masih terdapat persoalan mendasar yang perlu dievaluasi, terutama terkait efektivitas kebijakan.

BACA JUGA:Bisik Panas di Balik Kasus Febrie, MAKI Ungkit KUHAP

Jangan Sampai Biaya Sistem Lebih Besar dari Penghematan

Komaidi mengatakan pemerintah perlu menghitung secara cermat biaya dan manfaat dari setiap mekanisme pembatasan subsidi BBM.

Pembangunan sistem, pengawasan, serta penerapan teknologi membutuhkan biaya. Karena itu, penghematan subsidi yang diperoleh harus sebanding dengan biaya yang dikeluarkan pemerintah.

“Pilihan mekanismenya perlu lebih bijaksana lagi,” ujarnya.

Menurut Komaidi, data yang dimilikinya menunjukkan sekitar 60-70 persen subsidi BBM dinikmati masyarakat yang berada di desil tertinggi.

BACA JUGA:Dari Episode Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dan Drama Kelanjutan Kasusnya

Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan pola konsumsi BBM. Pemilik mobil umumnya mengonsumsi BBM lebih banyak dibandingkan pemilik sepeda motor.

Pada saat yang sama, pemilik mobil secara umum memiliki kemampuan ekonomi yang lebih tinggi.

Semakin besar konsumsi BBM, semakin besar pula nilai subsidi yang ikut dinikmati.

Subsidi BBM Diharapkan Lebih Tepat Sasaran

Komaidi menilai masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih tinggi perlu memahami apabila pemerintah melakukan penataan subsidi.

BACA JUGA:Dari Episode Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dan Drama Kelanjutan Kasusnya

Menurutnya, manfaat subsidi yang selama ini ikut dinikmati kelompok masyarakat mampu dapat dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait