BBM Subsidi Mau Dibatasi Berdasarkan Desil, Ojol Menjerit: Kami Juga Butuh!
Wisnu Kuntjoro-, seorang pengemudi ojol mitra Gojek, yang telah mengaspal sejak tahun 2023-disway.id/Candra Pratama-
“Kalau misalkan ibarat, di situ baterenya udah full atau enggak ada, ya udah, kita buang-buang waktu di situ,” lanjut Wisnu.
Kekhawatiran Efek Domino Jika Subsidi BBM Dibatasi
Kekhawatiran terhadap skema subsidi BBM berbasis desil tidak hanya menyangkut pengemudi ojol.
BACA JUGA:Komisi Ojol 8 Persen Belum Tentu Bikin Driver Sejahtera, Ini 4 Penyebab Utamanya
Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah juga berpotensi menghadapi persoalan ketika tidak masuk kategori penerima bantuan, tetapi tetap rentan terhadap kenaikan biaya transportasi.
Di sisi lain, sektor logistik dan pekerja informal yang bergantung pada BBM bersubsidi dapat menghadapi peningkatan biaya operasional.
Jika biaya tersebut diteruskan kepada konsumen, dampaknya berpotensi merembet ke tarif pengiriman, ongkos transportasi, hingga harga barang kebutuhan masyarakat.
Karena itu, efektivitas penerapan data desil perlu diperhatikan, termasuk bagaimana mekanisme pencocokan data dengan sistem QR Code atau aplikasi di SPBU agar tidak menimbulkan antrean maupun persoalan baru di lapangan.
Pakar: Penataan Subsidi BBM Sudah di Jalur yang Tepat
Pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro, menilai langkah pemerintah untuk menata subsidi BBM pada dasarnya sudah berada di jalur yang tepat.
BACA JUGA:Janji Komisi Ojol 8 Persen Belum Terasa, Driver Masih Sulit Bayar Kontrakan
Namun, ia mengingatkan agar mekanisme pembatasan dirancang secara matang sehingga tidak menimbulkan masalah baru.
“Saya kira untuk pemerintah treknya sudah on the track,” kata Komaidi.
Menurutnya, pembatasan BBM bersubsidi bukan persoalan baru.
Pemerintah bahkan telah membahas dan mencoba berbagai bentuk pembatasan sejak 2006.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: