Buku Sejarah Indonesia Kupas Peran Aktif Nusantara dalam Jaringan Global

Rabu 02-09-2026,18:55 WIB
Reporter: M Purwadi |
Buku Sejarah Indonesia Kupas Peran Aktif Nusantara dalam Jaringan Global

Kemenbud Republik Indonesia menerbitkan lima jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin,31 Agustus 2026. -Dok/Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia menerbitkan lima jilid buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin,31 Agustus 2026. 

"Hal ini menandai pergeseran besar dalam penulisan sejarah nasional. Pendekatan baru ini menempatkan Nusantara bukan sekadar sebagai wilayah jajahan, melainkan sebagai pemeran utama dalam jejaring peradaban dunia," kata Menbud Fadli Zon. 

Peluncuran lima jilid awal ini memotret perjalanan bangsa sejak era praaksara, dominasi jaringan perdagangan maritim, hingga dinamika sosial-politik abad ke-19. 

Pendekatan Indonesia-sentris ini secara khusus mengikis sudut pandang kolonial yang selama ini cenderung menempatkan masyarakat lokal hanya sebagai objek atau korban pasif sejarah.

BACA JUGA: Kementerian Kebudayaan Luncurkan Dana IndonesiaRaya, Transformasi Program Dana Indonesiana

Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menegaskan bahwa pemutakhiran buku sejarah ini dirancang untuk membuka cakrawala baru bagi publik dalam memahami peran geopolitik Nusantara pada masa lalu.

“Melalui lima jilid awal ini, kita ingin menunjukkan bahwa Nusantara sejak dahulu sudah menjadi pusat interaksi global. Kita bukan sekadar penonton atau wilayah yang pasif menerima kedatangan bangsa asing, melainkan aktor aktif yang memiliki daya tawar tinggi dalam perdagangan, diplomasi, dan pertukaran budaya dunia,” ujar Restu Gunawan dalam Taklimat Media Peluncuran Buku Sejarah Indonesia di Jakarta.

Ia menambahkan rekonstruksi narasi ini sangat penting untuk membangun rasa percaya diri bangsa di tengah dinamika global masa kini.

Menurutnya sejarah tidak boleh hanya diwarisi sebagai narasi kekalahan atau penderitaan akibat penjajahan. Narasi baru ini, lanjutnya, menghadirkan rekam jejak yang inklusif dalam memuat sejarah maritim, lingkungan, hingga kearifan lokal. 

“Hal ini bertujuan agar masyarakat menyadari besarnya kontribusi peradaban Nusantara terhadap sejarah dunia," urainya.

BACA JUGA: Polemik Penulisan Ulang Sejarah RI di Kemenbud, Gen Z pun Khawatir Soal Narasi Ini

Proses perumusan narasi baru ini melibatkan 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia demi memastikan kajian berbasis metodologi multidisiplin dan objektif. 

Sebagai bentuk transparansi dan dukungan terhadap literasi sejarah secara luas, Kementerian Kebudayaan menyediakan seluruh naskah digital dari 5 jilid pertama ini secara gratis yang dapat diunduh publik melalui portal resmi pustakabudaya.id.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait