Ketik Manusia Membela Tuhan
Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-
Karena itu, kekerasan atas nama agama sebenarnya mengandung paradoks besar: ia ingin membela Tuhan dengan cara yang justru merendahkan manusia.
Indonesia dan rumah besar bernama Pancasila
Di sinilah pengalaman Indonesia menjadi penting.
Indonesia bukan negara agama dalam pengertian bahwa negara hanya didasarkan pada satu agama. Tetapi Indonesia juga bukan negara yang mengabaikan agama.
Kita mempunyai Pancasila.
Sila pertama berbunyi:
BACA JUGA:At-Takatsur di Negeri Pamer
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Rumusan itu sederhana, tetapi secara filosofis sangat dalam.
Negara mengakui dimensi ketuhanan, tetapi negara tidak boleh menghapus keberagaman manusia dalam menjalankan keyakinannya.
Indonesia terdiri atas Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, serta berbagai tradisi kepercayaan. Semua hidup dalam ruang sosial yang sama.
Karena itu Pancasila seharusnya tidak hanya dibaca sebagai hafalan lima sila di dinding sekolah.
Pancasila harus menjadi kesepakatan moral untuk hidup bersama.
BACA JUGA:Dana Asing dan IHSG
Sila pertama mengingatkan kita bahwa manusia mempunyai hubungan dengan Tuhan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: