Ketik Manusia Membela Tuhan

Ketik Manusia Membela Tuhan

Prof Dr Ahmad Sihabudin M.Si- Guru Besar Komunikasi Lintas Budaya FISIP Untirta-dok. Disway-

Al-Qur'an mempunyai satu kalimat yang sangat pendek tetapi mempunyai kedalaman filosofis luar biasa:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Lakum dīnukum wa liya dīn.

“Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. Al-Kafirun: 6).

Ayat ini sering dibaca sebagai kalimat tentang perbedaan keyakinan. Tetapi jika direnungkan lebih dalam, ia juga merupakan sebuah etika batas.

Aku mempunyai wilayah keyakinanku.

BACA JUGA:Nyanyian Debu di Bawah Langit Az-Zariyat

Engkau mempunyai wilayah keyakinanmu.

Aku tidak harus mengubah keyakinanku agar menghormati keyakinanmu.

Dan engkau tidak harus kehilangan keyakinanmu agar dapat hidup berdampingan denganku.

Inilah yang sering dilupakan manusia.

Kita mengira bahwa toleransi berarti mencampuradukkan semua agama.

Tidak.

Toleransi bukan mengatakan bahwa semua agama sama.

BACA JUGA:NU, Islam, dan Diplomasi Dunia

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: