Menanti Wisnu Wardhana Cs 'Bernyanyi’

Menanti Wisnu Wardhana Cs 'Bernyanyi’

Presiden Joko Widodo memegang minyak goreng kemasan dalam rapat rapat terbatas guna membahas terkait ketersediaan minyak goreng di Tanah Air di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 15 Maret 2022.-Ilustrasi:Syaiful Amri/Foto: Setpres/Kris -disway.id

JAKARTA, DISWAY.ID – ”Karena nira setitik rusak susu sebelanga” demikian pepatah lama menggambarkan drama berlabel korupsi minyak goreng di Republik Indonesia tercinta. 

Gratifikasi atau suap pemberian izin penerbitan ekspor (PE) minyak goreng ala Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya terungkap. 

Sindikat mafia itu ternyata ada di dalam gedung megah di Jalan M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat.

BACA JUGA:Perjalanan Karir Indrasari Wisnu Wardhana, Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng  

Seketika publik ramai mengguncingkan babak pertama drama minyak goreng yang menyeret Indrasari Wisnu Wardhana Cs.  

Mengenakan rompi berwarna merah muda Wisnu Wardhana hanya bisa terdiam memegang map biru berisi surat perintah penetapan dirinya sebagai tersangka.

”Wisnu Wardhana tadi malam mungkin diam. Tapi tunggulah setelah siap semuanya. Nanti juga bernyanyi,” kata Arief Poyuono politisi Partai Gerindra lewat sambungan telepon usai menyaksikan gerombolan mafia minyak goreng digiring korps Adhyaksa, Selasa 19 April 2022.

BACA JUGA:Kejagung Tetapkan Direktur Jendral Kemendag Sebagai Tersangka Korupsi Minyak Goreng

Ditakatakan Arief, drama minyak goreng yang telah diracik sedemikian rupa ternyata berujung sakit. Rasa pahit mendekam dalam jeruji besi akan menjadi pemandangan apik para koruptor. 

”Rakyat akan menyambut dengan tepukan tangan penuh dendam. Salut untuk Pak JA (Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin) lanjutkan. Usut tuntas pasti ada cawe-cawe menterianya,” tandas Arief kepada Disway.id.

Tertangkapnya para koruptor minyak goreng ini telah lama ditunggu. ”Rakyat yang lagi nonton televisi langsung berteriak tuh. Oh ini tho dalangnya. Mafianya rame ya,” timpal pria berbadan tambun ini.

BACA JUGA:Jokowi Mania: Demi Hukum Luthfi Harus Bertanggungjawab atas Dugaan Korupsi CPO  

Ya, publik mungkin masih ingat dengan kepiluan mendalam yang dialami keluarga Sandra. 

Ibu 41 tahun yang tinggal di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) itu wafat. Tubuhnya letih mengantre berjam-jam untuk mendapatkan minyak goreng.  

Sumber: