Buku Ajaib Hakim Agung Sudrajat Dimyati Simpan Uang Suap, Modifikasi Kamus Bahasa Inggris

Buku Ajaib Hakim Agung Sudrajat Dimyati Simpan Uang Suap, Modifikasi Kamus Bahasa Inggris

KPK membongkar buku ajaib Hakim Agung Sudrajat Dimyati simpan uang suap yang merupakan modifikasi kamus bahasa Inggris.-Istimewa/Rafi Adhi Pratama-disway.id

JAKARTA, DISWAY.ID – Setelah dilakukan penangkapan terhadap salah satu Hakim Agung di jajaran Mahkamah Agung, pihak KPK ungkap tempat penyimpanan uang Sudrajat Dimyati.

KPK membongkar buku ajaib Hakim Agung Sudrajat Dimyati simpan uang suap dengan memodifikasi kamus bahasa Inggris.

Seperti dalam adegan film, kamus tersebut dimodifikasi dan dijadikan buku ajaib untuk menyimpan uang dugaan suap oleh Hakim Agung Sudrajat Dimyati.

Penyimpanan uang dugaan suap dalam buku ajaib tersebut akhirnya dibongkar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam OTT Hakim Agung terkait suap pengurusan perkara di MA.

BACA JUGA:Brigjen Hendra Kurniawan Belum Disidang KEPP, Polri Beri Alasan Begini

BACA JUGA:Pratama Arhan Pernah Dapat Ciuman Ibu-ibu Hamil, Anak Asuh STY Buat Pengakuan: Kejadiannya Pas di Blora

Ketua KPK Firli Bahuri memberikan perhatian khusus terhadap buku ajaib Hakim Agung Sudrajat Dimyati yang digunakan untuk menyimpan uang suap.

"Ini luar biasa ini, buku dalamnya ada uang. Buku tersebut adalah The New English Dictionary. Wah ini luar biasa ini," papar Firli.

Menurut Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri adapun modus Hakim Agung Sudrajat Dimyati dalam menyembunyikan uang suap salah satu dari modus yang sangat beragam.

BACA JUGA:Lewat Konser Pestapora, IM3 Gaungkan Semangat ‘Era Baru, Jaringan Baru’

BACA JUGA:LaNyalla Minta BPK Audit Keuangan Pemkot Bandar Lampung, Tega 9 Bulan Ribuan Guru P3K Tak Digaji

"Dalam melakukan penngungkapan, penyidik memiliki strategi sendiri dalam mengungkap tempat penyembunyian uang hasil korupsi. Modus dan cara menyembunyikan hasil korupsi ini beraneka ragam," ungkap Ali.

Menurut Ali, dalam mengungkap suatu tindak pidana korupsi tentu memerlukan analisis tajam setiap informasi yang diterima. 

“Dari analisis inilah fakta-fakta akan terungkap, termasuk keberadaan barang bukti hasil korupsi. Kami akan terus kembangkan lebih lanjut," sambungnya.

Sumber: