Brigjen Soepardjo, Sosok yang Diincar karena Dituduh Terlibat Langsung dalam G30S PKI

Brigjen Soepardjo, Sosok yang Diincar karena Dituduh Terlibat Langsung dalam G30S PKI

Brigadir Jenderal Soepardjo, Terlibat atau Tidak di Peristiwa G30S/PKI?---Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Brigadir Jenderal (Brigjen) Soepardjo disebut menjadi satu-satunya jenderal yang paling mempunyai peran penting dalam peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI.

Brigjen Soepardjo disebut ikut merancang penculikan para perwira tinggi Angkatan Darat, bersama Letnan Kolonel Oentoeng Sjamsoeri dari Resimen Tjakrabirawa dalam Gerakan 30 September. 

Dalam sejarah G30S PKI, Brigjen Soepardjo terdaftar ke dalam daftar incaran (buronan) Kodim 0501 Jakarta Pusat sejak Oktober 1965.

BACA JUGA:SIM Moge Segera Diterbitkan, Buat Sepeda Motor 250 CC SIM C1 dan di Atas 500 CC SIM C2

BACA JUGA:Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Perampokan Toko Emas di ITC BSD Serpong dengan Jaringan Teroris

Jauh sebelum peristiwa G30S PKI, Brigjen Soepardjo yang bernama lengkap Mustafa Sjarif Soepardjo itu berprofesi sebagai Komandan TNI Divisi Kalimantan Barat yang lahir di Gombong, Jawa Tengah pada 23 maret 1923.

Ia diketahui pernah mengikuti sekolah pelayaran calon bintara AL Jepang di Cilacap, Jawa Tengah.

Pasca Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan, Brigjen Soepardjo masuk TNI dan bertugas di perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia, sebagai Panglima Komando Tempur II dalam Komando Mandala Siaga (Kolaga).

Selain itu, Soepardjo ternyata sebelumnya juga pernah menimba ilmu di Sekolah Staf Tentara Pakistan di Quetta.

BACA JUGA:Profil Devina Kirana, Model dan Pesinetron Cantik yang Diduga Jadi Seliingkuhan Rizky Billar

BACA JUGA:GIIAS The Series Medan 2022 Segera Digelar, Hadirkan Teknologi Terkini dan Tes Drive

Soepardjo juga merupakan mantan Komandan Resimen Divisi Siliwangi yang ditempatkan di Jawa Barat.

Ada sejumlah sumber yang meyakini kalau Soepardjo menjadi satu-satunya Jenderal Angkatan Darat yang ikut memimpin Gerakan 30 September 1965.

Akan tetapi Soepardjo sudah pernah membantah kabar yang menyebut dirinya pimpinan gerakan dan juga tidak pernah memimpin satu pun pasukan dalam peristiwa G30S/PKI.

Sumber:

Berita Terkait