Cegah Covid-19 Varian XBB Jelang Nataru, Menparekraf Ingatkan agar Tetap Taat Protokol Kesehatan

Cegah Covid-19 Varian XBB Jelang Nataru, Menparekraf Ingatkan agar Tetap Taat Protokol Kesehatan

Ilustrasi orang yang berlibur saat Nataru diprediksi bisa picu melonjaknya angka penderita Covid-19 varian XBB. -freepik/nikitabuida-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan momentum bagi orang-orang untuk berlibur ke tempat-tempat yang menjadi destinasi wisata.

Dengan banyaknya orang yang beaktivitas di luar ruangan dapat menimbulkan kerumunan. Hal itu dikhawatirkan dapat memicu gelombang Covid-19 varian XBB.

BACA JUGA:Banyak yang Belum Tahu, Ini 5 Fitur Mobil yang Jarang Digunakan di Indonesia

BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Periksa 10 Saksi Ahli

Libur Nataru akan berlangsung di akhir bulan Desember sampai minggu pertama Januari. 

Para peneliti memprediksikan bahwa selepas periode itu, angka Covid-19 varian XBB akan mencapai puncaknya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno memberikan imbauan agar kemungkinan buruk itu tidak terjadi pada Weekly Press Briefing Kemenparektaf yang dilaksanakan secara daring pada Rabu, 15 November 2022.

BACA JUGA:Peliknya Misteri Penyerangan Air Keras Novel Baswedan, Tudingan Soal 'Benci Polisi' Pernah Mengusiknya?

BACA JUGA:Temuan Buku Berbagai Agama di TKP 1 Keluarga Tewas Kalideres, Penyidik Dalami Keterkaitan Ajaran Tertentu

“Hati-hati kepada para traveler untuk terus mengedepankan protokol kesehatan, CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) dan penyebaran Covid-19 varian XBB untuk terus diantisipasi, ujarnya.

Imbauan itu untuk mengantisipasi prediksi para peneliti yang menyatakan libur Nataru bisa menciptakan lonjakan kasus di awal tahun depan.

BACA JUGA:Mahfud MD Ungkap Alasan RKUHP Telat Disepakati: 'Harusnya Ketok Palu 17 Agustus 2022'

BACA JUGA:Luna Maya Kenang Percintaan Masa Lalunya, Alasan Pilih Ariel NOAH Terungkap

Menurut Sandiaga Uno, penyebaran Covid-19 varian XBB dapat menciptakan lonjakan kasus yang nantinya berdampak negatif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sumber: