Merencanakan Nasib

Merencanakan Nasib

Presiden Jokowi meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah, Kalbar, 9 Agustus 2022 lalu.--

UANG besar sudah telanjur ditanam: Rp 3 triliun. Di Kijing. Di pertengahan antara Pontianak-Singkawang.

Pelabuhan baru itu sudah jadi. Di pantai barat Kalbar. Menghadap ke Laut Tiongkok Selatan. Ke mana pun dekat: Singapura, Bangkok, Ho Chi Minh, pun ke Hong Kong, dan sekitarnya.

Lalu, kapan pelabuhan itu mulai dipergunakan? Agar investasi besar itu segera menghasilkan pertumbuhan ekonomi?

"Kami sudah mengusulkan agar jalan dari Pontianak ke Kijing dilebarkan," ujar Arif Suhartono, direktur utama Pelindo Holding.

Kini jalan itu memang sempit. Terutama untuk angkutan kontainer.

Kalau memang begitu, boleh dikata investasi pelabuhan Kijing akan memaksa Kalbar punya jalan lebar. Tanpa pelabuhan itu, proyek pelebaran jalan bisa saja dianggap kurang penting.

Nah, kini ada investasi Rp 3 triliun yang harus diselamatkan. Tidak boleh mubazir. Mau tidak mau jalan harus dilebarkan. Syukur-syukur kelak bisa sampai Singkawang.

Membangun pelabuhan di Kijing memang satu keberanian yang luar biasa. Harus diakui. Presiden Jokowi sangat pemberani di bidang ini. Namun investasi Rp 3 triliun itu bisa dikritik sebagai pemborosan. Satu-satunya jalan: segeralah digunakan.

Tentu mengoperasikan pelabuhan Kijing tidak akan sukses kalau pelabuhan lama masih dipakai. Yang di dalam kota Pontianak itu. Yang di pinggir sungai itu. Yang dalamnya hanya 4 sampai 6 meter itu. Yang dua tahun sekali harus dilakukan pengerukan yang mahal  itu.

Biaya pengerukan Kapuas bisa sampai Rp 60 miliar. Lalu dangkal lagi. Keruk lagi. Rp 60 miliar lagi. Dangkal lagi. Terus menerus.

Itulah problem pelabuhan sungai. Pun yang di Banjarmasin (Sungai Barito) dan Samarinda (Sungai Mahakam).

Baru pemerintahan Jokowi ini berani melangkah ke Kijing. Meninggalkan pelabuhan sungai. Studi Kijing sudah sangat lama. Tapi baru sekarang direalisasikan.

Kalau Kijing harus dioperasikan sekarang, pelabuhan sungai harus ditutup sekarang. Ini juga bisa dikritik sebagai pemborosan. Pelabuhan lama ini masih memadai. Untuk ukuran Pontianak.

Memang betul pelabuhan lama itu masih memadai. Tapi tidak bisa lagi dipakai sebagai penggerak ekonomi Kalbar. Fungsinya hanya sebatas melayani pertumbuhan alami. Tidak bisa menjadi  mendorong pertumbuhan baru yang lebih cepat.

Maka ayam dan telur terjadi di sana. Pelabuhan baru belum bisa dioperasikan kalau jalan dari Pontianak belum dilebarkan.

Pelabuhan lama belum bisa ditutup kalau pelabuhan baru belum dioperasikan.

Dua-duanya tergantung satu faktor: pelebaran jalan.

Panjang jalan yang harus dilebarkan itu 90 km. Dari Pontianak ke Kijing. Melewati Jungkat, Sungai Pinyuh, dan Mempawah.

Pantai Kijing dipilih karena ada pulau kecil di kejauhan sana: sekitar 4 km dari pantai. Pulau itu bisa berfungsi sebagai break water. Yakni penghalang gelombang dari laut lepas. Dengan demikian ombak besar tidak menghantam pelabuhan baru.

Pelindo telah membebaskan 200 hektare tanah di pantai kosong Kijing. Dermaganya tidak bisa dibangun di pantai. Pantainya landai. Maka harus dibangun jembatan menuju tengah laut.

Panjang jembatan itu sekitar 3,5 km. Di ujung jembatan itulah dermaga pelabuhan Kijing dibangun. Di laut dalam. Agar dermaga itu memiliki kedalaman 14 meter. Tanpa pendangkalan. Kapal-kapal besar bisa sandar di Kijing.

Bandingkan dengan pelabuhan sungai. Yang dalamnya hanya 4-6 meter. Hanya kapal kecil yang bisa datang ke Pontianak. Akibatnya harga angkutan lebih mahal: per kilogramnya.

Investasi Rp 3 triliun itu harus diselamatkan. Tentu tidak visible kalau hanya untuk menampung aktivitas pindahan dari pelabuhan lama. Ibarat supermarket diisi barang mracangan.

Harus diciptakan: apalagi yang bisa diangkut dengan kapal besar. Agar pelabuhan Kijing ekonomis.

Hanya ada dua yang bisa dipilih di Kalbar: sawit dan bauksit.

Soal sawit rasanya tidak perlu terlalu dipikirkan. Kalau sawit di Kalbar sudah sangat besar ia akan otomatis perlu pelabuhan itu.

Bagaimana dengan bauksit?

Hasil tambang bauksit bisa diolah untuk alumina. Alumina bisa diolah menjadi aluminium.

Kalbar adalah penghasil bauksit terbesar di Indonesia. Seperti halnya nikel di Sulawesi Tenggara/Tengah, dan Halmahera. Presiden Jokowi pasti berpikir ke sana. Tinggal kapan memulainya. Terutama apakah cukup waktu masa jabatannya. Kecuali, seperti diusulkan tokoh DPR Effendi Simbolon dari PDI-Perjuangan, masa jabatan itu ditambah 3 tahun lagi.

Alangkah idealnya kalau hilirisasi bauksit dilakukan di Kalbar. Seperti juga sukses hilirisasi nikel di Morowali.

Sebenarnya agak aneh kita punya pabrik aluminium di Kuala Tanjung, Sumut. Provinsi itu sama sekali tidak punya bauksit. Bahan baku untuk Sumut itu diimpor dari Australia.

Sedang Kalbar punya bahan baku melimpah. Justru tidak punya industrinya. Kebalikan dengan  Sumut yang punya industrinya tanpa punya bahan baku.

Itu karena di Kuala Tanjung tersedia sumber listrik murah: dari PLTA Asahan. Dengan cara memanfaatkan limpahan air dari Danau Toba. Jepang membangun PLTA itu. Khusus agar Jepang bisa membangun pabrik aluminium di Kuala Tanjung. Bahan baku bisa diimpor.

Masalahnya, Kalbar tidak punya sumber listrik murah seperti itu. Berarti jalan buntu.

Kecuali pemerintah berani memutuskan ini: membangun pembangkit tenaga nuklir di pulau kecil di tengah laut itu.

Luas pulau itu rasanya lebih 200 hektare. Jauh dari daratan. Aman. Apalagi dengan teknologi nuklir masa kini.

Kalau semua itu bisa terwujud maka kita harus ingat: lokomotif pendorongnya adalah investasi Rp 3 triliun di pelabuhan Kijing itu.

Maka bisa jadi yang sekarang dianggap pemborosan itu ternyata lokomotif besar masa depan.

Gara-gara pelabuhan itu, jalan dilebarkan. Industri sawit dibangun. Hilirisasi bauksit terwujud. Listrik nuklir jadi kenyataan.

Maka Kalbar pun tidak hanya berstatus provinsi penerima nasib. Ia bisa merencanakan nasib. Kalau sempat. (Dahlan Iskan)

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 4 Desember 2022: Cinta Pengkhianat

yea aina

: berdasarkan jumlah suara terbanyak, anda sudah tahu. Pun untuk bisa memenangkan pemilu, hingga "leluasa" menentukan personalia kabinet, diperlukan memenangkan kursi 50%+1%. Mungkin, jawaban pertanyaan kita semua, di bagian penutup tulisan Abah hari ini: jumlah yang memiliki idealisme "bersih" kalah jumlah dibanding kelompok seberang. Cukup pahit dirasakan, tapi itulah kenyataan yang ada. Dimana-mana denga budaya korupsi yang telah merajalela, kiranya cukup sulit bagi seseorang untuk tidak "tergiur" melakukan hal yang sama juga. Apalagi disaat giliran berkuasa sudah di tangan. Kecuali, bagi yang kurang tertarik menjadi kaya, tetapi lebih bahagia bila rakyat sejahtera dan juga kaya yang secukupnya saja. Para pengabdi bagi kesejahteraan rakyat. Sangat langka.

 

Abu Abu

Memang, pengkhianat adalah pencinta yang tersakiti. "Kau hancurkan aku dengan sikapmu Tak sadarkah kau telah menyakitiku? Lelah hati ini meyakinkanmu Cinta ini membunuhku" Wo-uh-uh, hu-uh, ha-ah d'Masiv

 

thamrindahlan

Berita seklumit keluarga bahagia_/ Ananda disunat mantri padepokan_/ Semakin rumit pemerintahan Malaysia _/ Inikah penghianat berbulu pertobatan_/

 

Lukman bin Saleh

Inilah kelemahan sistem demokrasi. Yang dipilih tersandera oleh yang memilih. Masih untung kita sudah memilih kepala negara langsung. Parpol koalisi tidak gampang menjatuhkan kepala negara. Tapi kepala negara tetap membutuhkan dukungan parpol untuk jadi calon sebelum terpilih. Di sinilah jebakan Batman-nya. Maka kodok-pun ikut tertawa ketika ada calon presiden di negara jiran-nya Malaysia berjanji saat kampanye: bangun kabinet kerja, bukan kabinet bagi2. Dan lihatlah yg terjadi kemudian. Jangankan Parpol. Relawapun dapat bagian. Dari kursi menteri, kursi Dirut, Komisaris, duta besar, dan segala yang bisa dibagi. Eh... ketua relawan yang kemarin pesta di GBK, ternyata dapat kursi pula: kepala BP2MI. Kenapa ya?

 

mz arifinuz

Apa arti macam2 telapak tangan 3 tokoh tsb? Ada yg telapak tangan ditumpuk. Ada yg dikepalkan. Ada yg dimegarkan.

 

Arala Ziko

partai anti korupsi? memangnya di dunia ini ada?

 

mz arifinuz

Anti korupsi sampai mati. Yg pro korupsi yg kuasai ekonom? Yg konglomerat yg pro korupsi? Yg pro korupsi kuasai semua instansi? Berapa % rakyat yg pro korupsi? Garis putih, garis lucu. Melawan dg humor? Rambut kita tiba2 putih. Rambut putih ditunda dulu? Dalam sehari, seachad, sebulan, setahun, 2 tahun, apa kian bersih, atau kian koruptip? Diukur pakai apa? Yg korupsi dihukum berat, atau ringan? Kenapa yg anti korupsi tak bisa menang? Rakyat belum percayai total kelompok yg anti korupsi. Yg anti korupsi harus bisa mensejahterakan semua rakyat, memajukan negara.

 

Lukman bin Saleh

Kalau saya sih melihat pengangkatan Ahmad Zahid hanya strategi politik saja. Demi stabilitas politik, angkat saja. Agar kabinet solid. Jabatannya memang tampak tinggi. Tapi sbenarnya bukan apa2. Macam wakil yang di sini. Apalgi wakil PM yg diangkat Anwar 2 orang. Toh juga sebentar lagi mungkin akan masuk kandang. Bisa segera diganti. Kalaupun tidak. Ya itu tadi... hanya wakil PM...

 

Agus Suryono

BERBAGI KEKUASAAN.. Anak-anakku.. Bapak memang "menang". Tapi bukan menang mutlak. Bapak hanya terpilih.. Ditunjuk oleh Agong, untuk memimpin.. Memimpin staf "gotong royong". Yang harus mengakomodasi semua komponen bangsa Malaysia yang plural. Mulai dari Melayu, sampai China dan India. Dan juga meliputi semua partai. Dari partai yang suka uang, yang agak suka uang, penggemar uang, sampai yang cinta uang. Semua harus ada dalam Kabinet yang Bapak susun.. Sulit kan jadi pemimpin, yang ditunjuk.. Seperti saya..?

 

Kopi Hitam

Mgkn karena mayoritas rakyat sesungguhnya tidak benar2 anti korupsi. Kita menolak korupsi, bisa jadi karena kita tidak dapat kesempatan. Coba jujur pada diri sendiri. Masihkah kuatkah kita menolak duit yg datang di sodorin. Apalagi saat terima duit, itu dibilang bukan suap. Tapi akadnya dibilang "bagi2 rezeki, berbagi keuntungan, ucapan terima kasih, hibah, hadiah" dll. Jadi kalau itu dilakukan orang lain disebut suap. Kalau di alami diri sendiri disebut rejeki ceperan.

 

Kopi Hitam

Dan lebih absurd lagi, kadar kebencian terhadap etnis, ras & agama lain jauh lebih besar dibanding kebencian terhadap korupsi.

 

ALI FAUZI

Kenapa sih partai anti korupsi tidak bisa menang pemilu? Itu pertanyaan Pak DIS pada alinea ketiga terbawah tulisannya kali ini. Untuk di Indonesia: (1). Bisa jadi karena semua parpol dianggap korupsi --meski melalui tangan-tangan kadernya; (2). Mungkin karena partai anti korupsi tidak punya mesiu untuk serangan dari fajar sampai ke fajar lagi.

 

Leong putu

Perbedaan antara ditikam dari depan dan ditikam dari belakang menurut pengalaman saya, terletak pada suara yang dihasilkan. Kalau ditikam dari depan menghasilkan suara pendek pendek : aah. Tapi kalau ditikam dari belakang menghasilkan suara yang lebih panjang : aaaaaaaaaaah (dengan intonasi manja). #efek malming.

 

yea aina

Jho Low dalam gentayangannya, mungkin saja terkekeh terbahak-bahak menyaksikan perselisihan koalisi bersih vs Piem AI. Korupsi senilai 100 T nya layak disebut pemegang rekor korupsi terbesar di dunia. Lalu apa kata dunia, bila ada pembuktian di kemudian hari, Jho Low lain di negeri lainnya, yang sangat potensial melakukan kasus yang lebih besar: melalui INVESTASI keuangan negara 75 T di tahap awalnya saja. Selanjutnya negara memodali lagi dan lagi dengan melepas "kepemilikannya" di badan usaha berasset 8000T+. Siapa Jho Low berikutnya?

 

yea aina

Pada pertandingan beregu (tim) perlu jendral lapangan, yang "mengatur" alur dan ritme permainan itu sendiri. Rekor dunia potensial pecah di negeri jiran Uganda. Perundang-undangan telah di ketok palu. Mewajibkan telur-telur milik rakyat ditempatkan di keranjang (modal awal) lembaga pembiayaan/INVESTASI baru itu. Anda semua sudah tahu, resiko investasi kalau gak untung ya pasti buntung-boncos. Pertanyaan sederhana saja, bagaimana pertanggungjawaban atas telur-telur milik rakyat bila retak pun pecah akibat diletakkan pada keranjang investasi boncos? Kita tunggu berakhirnya si perancang 1mdb versi Jiran berakhir masa jabatannya. Dan kita saksikan apa yang akan terjadi.

 

Jimmy Marta

Negeri jiran keknya gk mau kalah dg tetangganya. Rekor kita dipecahkan. Tetapi Itu hanya rekor perorangan. Untuk yg beregu dan total angkatan pasti mereka gk kan mampu...

 

yea aina

Di negeri sendiri, hanya NKRI saja yang harga mati. Tapi untuk menjadi "pengelola" NKRI, masih butuh balas budi. Negosiasi harga balas budi, itu sering disebut sesuatu dagang sapi. Lalu apa salah si sapi jadi kambing hitam yang diperdagangkan oknum balas budi?

 

Leong putu

Belanda lolos delapan besar / Kroasia kira² bagai mana ? Ingin hati pilih yang benar / Kalau pilihan tak ada bagaimana ?/

 

yea aina

Malu dirasa jaga ego gengsi hati/ Saat gembira dengan sukarela dikerjakan/ Berlalu masa suka demo anti korupsi/ Saat bertahta jangan pura-pura melupakan. @pura2mantunjuga

 

Leong putu

Semeru sedang erupsi / Jembatan gladak diterjang erosi / Jika memang anti korupsi / (Jangan hanya) katakan tidak pada korupsi / ... #saya.terima/komisi.com

 

Leong putu

Saya dan Pak DI beda generasi / Itu bersebab tidak bisa kongsi / Ada yang teriak anti korupsi / Mungkin karena belum dikasi / .. 365_mantun korupsi.

 

Jimmy Marta

Sabetan samurai berkelabat/ Pedang tajam bisa melukai/ Ini pertandingan berat/ Jepang Kroasia lanjut penalti. Kroasia mungkin bisa kalah/ Karena Modric sudah lelah/ Salah pencet gk masalah/ Asal gencet tetap ditengah..

 

Mirza Mirwan

....airmata. Ada 245 peserta apel yang ditahan, termasuk pengurus BERSIH. Dampak apel besar 10 November 2007 itu cukup terlihat. Pada pemilu 2008, UMNO gagal meraih 2/3 kursi Dewan Rakyat. Pada 9 Juli 2011, zaman PM Najib Razak, BERSIH kembali menggelar apel akbar. Tapi kali ini tak ada lagi unsur partai seperti sebelumnya. Dikenal sebagai BERSIH 2.0. Panglima dan wakilnya adalah 2 perempuan hebat: Ambiga Sreenevasan, seorang pengacara jempolan, dan Maria Chin Abdullah. Apel itu mengajukan 8 tuntutan. Empat diantaranya seperti apel 10 November 2007, sedang 4 lainnya adalah: masa kampanye minimal 21 hari; penguatan lembaga publik; tidak ada korupsi; dan tidak ada politik kotor. Lagi-lagi polisi membubarkan apel tersebut dengan gas airmata. Beberapa juga ditangkap. Sebagai koalisi dari puluhan LSM, BERSIH memang sangat perkasa. Polisi tak berani sekeras saat menghadapinya di 2007. Karena dalam BERSIH berkumpul para peguam (pengacara) hebat. Dan lembaga peradilan tak gampang lagi diintervensi pemerintah. Itulah sedikit tentang BERSIH. Saya kurang jelas, apakah Bu Ambiga dan Bu Maria Chin masih aktif di BERSIH atau tidak.

 

Mirza Mirwan

Tentang BERSIH. Nama aslinya "Gabungan Pilihanraya Bersih dan Adil" -- The Coalition for Clean and Fair Elections. Awalnya bernama "Jawatankuasa Tindakan Bersama Reformasi Pilihanraya" -- The Joint Action Committee for Election Reform -- yang dibentuk oleh tokoh partai oposisi Malaysia pada Juli 2005, zaman PM Abdullah Ahmad Badawi (Pak Lah). Tahun berikutnya, November 2006, komite tersebut berkumpul lagi. Selain tokoh partai juga tokoh LSM. Dari yang hadir ada Wan Azizah dan Sivarasa Rasiah (PKR), Lim Guan Eng dan Teresa Kok (DAP), Nasarudin Mat Isa dan Salahudin Ayub (PAS), S. arietchelvan (Parti Sosialis Malaysia), Syed Shabir Syed Mohammad (Kongres Persatuan Pecerja Malaysia), Maria Chin Abdullah (Woman's Development Collective) dan Yap Swee Sung (SUARAM). Dalam pertemuan itu disepakati namanya diubah menjadi Gabungan Pilihanraya Bersih dan Adil (Bersih). Pada 10 Oktober 2007 BERSIH mengadakan apel besar di Dataran Merdeka, dihadiri antara 30-40.000 massa. Tapi pejabat pemerintah bilang "hanya" 10.000 orang. Peserta aksi mengenakan kaos berwarna kuning. Dalam apel itu BERSIH mengajukan 4 tuntutan kepada pemerintah: 1. Bersihkan daftar pemilih (jangan ada pemilih ganda). 2. Penggunaan tinta yang tak mudah terhapus (indelible ink) setelah memilih. 3. Penghapusan pemberian suara lewat pos bagi personel tentara dan polisi. 4. Akses yang bebas dan adil kepada media bagi semua partai. Polisi membubarka apel tersebut dengan menggunakan peluru karet dan gas ..

Sumber:

Komentar: 103

  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Liam Then
    Liam Then
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • EVMF
      EVMF
    • Liam Then
      Liam Then
    • Johan
      Johan
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • Er Gham
    Er Gham
    • yea aina
      yea aina
  • Liam Then
    Liam Then
  • Johan
    Johan
    • Liam Then
      Liam Then
    • Johan
      Johan
  • thamrindahlan
    thamrindahlan
  • yea aina
    yea aina
    • Leong putu
      Leong putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • yea aina
      yea aina
    • yea aina
      yea aina
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Leong putu
      Leong putu
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • iwan
    iwan
  • edi hartono
    edi hartono
  • Leong putu
    Leong putu
    • yea aina
      yea aina
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Rien Fitri Hardiani
    Rien Fitri Hardiani
  • agus budiyanto
    agus budiyanto
  • didik sudjarwo
    didik sudjarwo
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • yea aina
      yea aina
  • Hendro Purba
    Hendro Purba
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
  • ALI FAUZI
    ALI FAUZI
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Er Gham
    Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
  • WIRA
    WIRA
  • Dodik Wiratmojo
    Dodik Wiratmojo
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Fiona Handoko
      Fiona Handoko
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • KEY
      KEY
    • Ojol Gacor
      Ojol Gacor
  • Mito Sumito Hardjo
    Mito Sumito Hardjo
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • Kopi Hitam
      Kopi Hitam
    • KEY
      KEY
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • edi fitriadi
    edi fitriadi
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
  • Zakaria Chen fu
    Zakaria Chen fu
  • adi Nugraha
    adi Nugraha
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • yea aina
      yea aina
  • laka sipo
    laka sipo
  • Dokumen Negara
    Dokumen Negara
  • Alvania Media
    Alvania Media
  • Gito Gati
    Gito Gati
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • Andri Wijayanto
    Andri Wijayanto
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Er Gham
    Er Gham
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Arala Ziko
    Arala Ziko
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
  • DeniK
    DeniK
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Abu Syafiq
    Abu Syafiq
  • alasroban
    alasroban
  • Ahmad Zuhri
    Ahmad Zuhri
  • omami clan
    omami clan
  • rid kc
    rid kc
    • Richolas Tjhai
      Richolas Tjhai
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Kopi Hitam
      Kopi Hitam
  • omami clan
    omami clan
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Imam azza
      Imam azza
    • yea aina
      yea aina