Choi Rubicon

Choi Rubicon

Profil Abby Choi, model Hongkong yang tewas dimutilasi mantan suami hingga dijadikan sup-Instagram/ @xxabbyc-Instagram/ @xxabbyc

INILAH pembunuhan yang sangat sembrono. Padahal yang mendalanginya pensiunan polisi. Ia mantan mertua korban sendiri.

Anda sudah tahu kita lagi membicarakan apa: pembunuhan terhadap selebriti medsos di Hong Kong, Abby Choi.

Anda juga sudah tahu: Choi seorang wanita cantik, lima i, punya follower Instagram 100.000 lebih dan berumur matang-matangnya: 28 tahun.

Sembrono: dia hilang saat akan menjemput anaknyi di sekolah. Pasti mudah sekali diketahui. Si anak tahu akan dijemput mamanda. Penjemput tidak datang. Ditunggu. Tidak datang. Ditelepon. Tidak dijawab.

Maka, hari itu, pencarian pun langsung dilakukan. Beda dengan zaman belum ada HP. Sudah hilang tiga hari belum juga diketahui kalau hilang.

Sembrono. Choi biasa pergi dengan sopir pribadi yang juga mantan kakak iparnyi sendiri: Anthony Kwong. Umur 31 tahun.

Keruan saja Anthony langsung jadi sasaran antara. Ia yang pertama dicari. Ternyata ia bukan sekadar hanya sasaran antara. Ia lah sasaran pokoknya.

Tanggal 21 Februari Choi hilang. Dua hari kemudian jejaknya sudah bisa ditemukan. Anthony pasti kebingungan menjawab pertanyaan polisi: di mana Choi. Maka mudah sekali membongkar pembunuhan ini. Langsung terbongkar.

Mantan suami Choi, Alex Kwong terlibat. Mantan mertua Choi, Kwong Kau, terlibat. Bahkan dalangnya. Mantan ibu mertua Choi, Jenny Li, terlibat. Bahkan pacar gelap mantan mertua juga terlibat.

Meski sudah cerai, Choi tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga mantan suami. Choi memang punya dua anak dengan Alex. Anthony pun tetap menjadi sopir sekali-kali.

Mantan suami, mantan mertua, dan Anthony juga masih menempati rumah besar 4 kamar yang dibeli Choi.

Di Hong Kong punya rumah 4 kamar adalah orang yang kaya. Pensiunan polisi pangkat rendah tidak mungkin bisa memiliki rumah begitu besar.

Penghasilan Choi memang sangat besar: dia endorser terkenal di Hong Kong. Dia selalu diundang ke pergelaran fashion di Paris. Sebulan sebelum terbunuh pun Choi masih menghadiri acara seperti itu di Paris. Dia juga masih sempat ke London. Foto-foto itu dia unggah di Instagram.

Bahkan Choi sudah kaya sejak dari sono-nya. Ayah Choi orang kaya. Ia kontraktor besar. Sampai punya proyek di Tiongkok.

Apartemen 4 kamar itulah pokok pangkalnya. Apartemen itu dibeli oleh Choi. Pakai uang Choi. Tapi atas nama mertua. Itu untuk menghemat pajak sampai Rp 1 miliar. Kalau Choi yang membeli itu berarti rumah kedua: pajaknya mahal.

Membeli rumah atas nama orang lain memang berisiko. Tapi yang Choi lakukan mencerminkan hati baiknyi. Toh mertua sendiri. Tidak menyangka suatu saat mertua itu menjadi mantan.

Belakangan Choi ingin menjual apartemen tersebut. Choi juga memikirkan bagaimana nasib keluarga mantan suami itu. Maka Choi mencarikan Anthony rumah yang lebih sederhana. Dia akan membelikan keluarga mantan suami itu rumah.

Kalau apartemen 4 kamar itu laku, Anthony akan pindah ke rumah yang lebih kecil. Pemberian Choi.

Rencana itu sudah disampaikan Choi ke pengacaranyi. Pengacara minta bukti bahwa rumah 4 kamar tersebut memang dibeli dengan uang Choi. Bukti ada. Data antarbank bisa menunjukkan semua itu.

Penjualan rumah 4 kamar inilah yang membuat pembunuhan berencana terjadi atas Choi. Perencanaannya sungguh tidak cermat: mengapa Choi diambil saat mau menjemput anak dari sekolah. Pasti mudah ketahuan.

Choi memang sudah kawin lagi. Dengan suami yang kedua juga punya anak 2 orang. Ia anak orang kaya. Ayahnya serang pemilik restoran waralaba yang sudah go public.

Bahwa akhirnya ditemukan di mana Choi berada, pastilah dari pengakuan Anthony. Bukan karena ada penemuan mayat busuk oleh seseorang.

Choi ditemukan sudah dalam keadaan tidak genap. Di sebuah unit apartemen sewaan. Lokasi unit kamar itu amat jauh. Di pinggir laut di New Territory. Bukan yang mengarah ke Shenzhen, tapi yang mengarah ke pelabuhan Tiongkok, Yantian.

Anda sudah tahu: Hong Kong itu terdiri dari tiga wilayah. Yakni pulau Hong Kong, Kowloon yang disewa dari Tiongkok selama 100 tahun, dan New Territory yang juga disewa dari Tiongkok belakangan. Semuanya kini sudah kembali ke pangkuan Tiongkok.

Rumah 4 kamar itu di Kowloon. Yakni di kompleks perumahan orang kaya. Di Kadoorie Hill. Di tengah-tengah Kowloon. Sedang kamar yang disewa di New Territory tadi berjarak sekitar 25 km dari Kadoorie Hill.

Kamar sewa itu rupanya bagian dari perencanaan. Yang menyewa Kwong Kau. Baru seminggu sebelumnya. Kamar kosongan. Tanpa meja, tanpa kursi, tanpa apa pun. Pintu, dinding dan jendelanya ditutupi terpal. Agar kalau ada percikan darah, percikan itu menempel di terpal. Tidak di dinding atau jendela. Lalu terpalnya, kelak, bisa dilepas dan dibakar.

Dari segi itu Kwong Kau sangat hati-hati. Ketika kamar sewa dikembalikan tidak akan ada petunjuk apa pun.

Polisi menggerebek unit yang disewa itu. Ada kulkas di situ. Ada pencacah daging. Ada gergaji mesin. Ada gergaji tangan. Ada mesin pengiris daging. Ada sarung tangan.

Kulkas itu dibuka. Ada dua kaki  Choi. Lalu ada pot yang biasa untuk membuat sop. Ketika dibuka isinya remukan kepala Choi.

Belum ditemukan di mana bagian badan dan tangan Choi. 100 polisi dikerahkan. Termasuk para  penyelam. Dikerahkan juga ekskavator. Tempat timbunan sampah diaduk-aduk. Ada pengakuan beberapa karung dibuang di situ. Termasuk pakaian Choi.

Melihat peralatan yang ada di kamar sewaan itu kemungkinan besar badan Choi akan dihancurkan selembut mungkin. Agar tidak tertinggal sedikit pun jejak. Untuk itu perlu waktu. Tapi waktunya tidak cukup. Keburu ditangkap polisi.

Anthony dan mantan mertua ditangkap lebih dulu. Lalu mama mertua. Alex masih belum ditemukan. Mantan suami ini menghilang. Polisi membuat sayembara: bagi yang menemukannya mendapat hadiah lebih Rp 100 juta.

Akhirnya polisi menemukan jejak Alex. Ia berada di pinggir laut Tung Chung. Di pulau Lantau. Tidak jauh dari bandara Hong Kong. Ia masih di pinggir laut menunggu speed boat yang disewa. Dari Kowloon ke pinggir laut Tung Chung ini memakan waktu 30 menit naik taksi.

Dulu pinggir laut Tung Chung sepi dan sunyi. Sejak bandara pindah ke situ jadi ramai. Banyak sekali apartemen baru dibangun. Ratusan  apartemen tinggi seperti berlomba menuding langit.

Bahkan dibangun pula terminal bus yang sangat besar di situ. Itulah terminal bus untuk tujuan Macau. Lewat tol atas laut terpanjang di dunia. Siapa pun yang ingin ke Macau bisa naik bus dari pulau  Hong Kong atau Kowloon. Lalu diantar ke terminal bus di pulau Lantau dekat Tung Chung. Dari sini naik bus lagi menuju Macau. Lewat tol di atas laut.

Di situlah Alex ditangkap. Mungkin ia akan ke Macau naik speed boat sewaan. Atau akan ke Zuhai. Saat itu Alex membawa uang tunai 500.000 dolar HK, atau sekitar Rp 1 miliar. Ia juga membawa beberapa jam tangan mahal, senilai sekitar 4 juta dolar HK. 

Polisi akhirnya juga menangkap pengemudi speed boat sewaan itu. Ia hanya mengemudikan. Speed boat nya sendiri milik perusahaan. Nama pengemudi itu Lin. Ia akan dibayar hampir Rp 2 miliar untuk pelarian itu. 

Kini empat anak Choi (2 dari Alex, 2 dari suami sekarang) jadi korban. Ibu Choi akan mengasuh anak-anak itu. Empat orang masih ditahan. Tanpa bisa ada penjaminan. Hanya pacar Kwong Kau yang ditahan luar: ia terlibat karena Alex sempat sembunyi di rumahnya. Rupanya sang anak tahu bahwa ayahnya punya pacar itu.

Drama ini akan cepat berlalu. Motifnya sudah ketahuan: soal kepemilikan rumah. Bahwa Choi dimulitasi juga sudah jelas: ingin menghilangkan jejak sehilang-hilangnya. Sampai diiris-iris sekecil-kecilnya, selembut-lembutnya.

Tidak ada wanita, tidak ada takhta. Hanya harta. Itu pun hanya sebuah rumah dan sejumlah jam tangan mahal. Total, nilainya, sekitar Rp 150 miliar.

Saya pun menghubungi sahabat Disway di Hong Kong. Seorang pengacara. Saya bertanya: siapa kelak yang akan memiliki rumah 4 kamar itu?

Kalau betul Choi bisa membuktikan bahwa uang pembelian itu dari dirinyi, suami yang sekarang bisa gugat ke pengadilan. Minta nama kepemilikan rumah itu diubah. Dari mantan mertua Choi ke dirinya. Lalu hukum waris Hong Kong akan berlaku: 50 persen milik suami yang sekarang, 50 persen milik 4 anak Choi.

Tentu tergantung juga apakah Choi meninggalkan wasiat tertulis  sebelum meninggal. Kalau ada wasiat, wasiat itulah yang harus dilaksanakan. Bagaimana kalau sebelum dibunuh Choi dipaksa bikin wasiat? Tentu ini kriminal tambahan bagi Kwong Kau.

Bagaimana kalau akhirnya ketahuan rumah itu di atas namakan Kwong untuk menghindari pajak?

Mudah. Setelah suami Choi berhasil mendapatkan rumah tersebut ia harus membayar sejumlah pajak yang dihindarkan. Ditambah denda.

Kebetulan di sana taat pajak sangat tinggi. Biar pun petugas pajaknya belum ada yang punya Rubicon. (Dahlan Iskan)

 

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 2 Maret 2023: Misteri Toba

Agus Suryono

MENGGELINJANG.. "Sangat berbahaya kalau permukaan airnya menggelinjang," tulis Abah. Perlu diralat menjadi: "Sangat nikmat kalau permukaan airnya menggelinjang." #Ralat nakal..

 

Suardi Mengikat Hikmah

Fenomena angin kencang secara tiba-tiba di Toba konon sudah sejak lama. Katanya dulu juga pernah diadakan Iven internasional disana. Tiba-tiba saja angin kencang melanda. Panitia terpaksa mengundur acara. Sebagai hiburan sela, panitia pun mengumumkan. Siapapun yang berani berenang menyebrangi danau Toba dikasih 1000$. Tak ada yang berani. Namun tiba-tiba biuuurrr. Tampak seorang laki-laki berenang, dan berhasil kesebrang. Sang laki-lakipun dikerubuti wartawan, menyakan aksi nekatnya. Terungkap fakta, ternyata laki-laki itu nekat karena ada orang yang mendorongnya. "Entah siapa" ujarnya. Karena takut saya hanya berusaha berenang kesebrang sekuat tenaga. Terlisik punya telisik, ternyata yang mendorongnya tak lain isterinya sendiri. Tentu saja demi hadiah 1000$.. wkwk

 

Juve Zhang

Tabungan Rakyat Indonesia per desember 2022 jumlahnya 8030 triliun. 51 % numpuk di jakarta aatau 4095 triliun. Sisa nya jatim 9%. Jabar 7,5% jateng lebih kecil lagi. Menguatkan jakarta kumpulan para pebisnis dan koruptor sukses. Kabag di pajak saja hartanya 56 milyar.itu baru kabag. Di daerah sisa pebisnis dan koruptor ecek ecek. Tabungan rakyat naik 690 triliun tahun2022 dan yg ini saya gak setuju ketika presiden Jokowi minta rakyat jangan menabung tapi harus aktif belanja supaya roda ekonomi berputar. Tabungan penting kala kita kena phk.sakit berat berkepanjangan .cacat gak bisa kerja .dll. tidak semua seruan pak Jokowi saya amini. Yg ini jelas gak cocok.masa tabungan disuruh dihabiskan. Wkwkwk.

 

Johannes Kitono

Ombak besar di Danau Toba tentu bukan misteri karena terjadinya bukan hanya saat event Power Boating F1H20 saja. Kalau science bisa menduga kapan meletusnya gunung api sehingga terciptanya Danau Toba. Tentu tidak perlu bantuan Rara Mandalika untuk menaklukkan ombak disana. Di kantor Oceanagrahi Ancol ada Tide Table tentang lokasi pasang surut di seluruh Indonesia.Perkiraan tanggal dan bulan apa akan terjadi pasang besar sudah bisa diduga. Panitia Power Boating tinggal kerjasama dengan BMKG menganalisa data time series saat terjadinya gelombang atau ombak besar disana. Menentukan koordinat lokasinya tidak susah.Pakai Hp Samsung juga bisa wa share locnya. Kalau dilokasi yang sama selalu terjadi ombak besar. Tinggal direlokasi saja ke tempat yang lebih adem ombaknya. Para divers selalu menghindari diving di Kepulauan Seribu pada bulan Oktober sd Pebruari. Saat itu bertiup Angin Barat yang menimbulkan gelombang tinggi. Pandangan bawah laut batasnya terkadang tidak lebih 3 meter. Air lautnya butek dan tentu tidak bisa juga melihat diver yang hanya pakai bikini. Ombak besar di Danau Toba pasti bukan misteri.Kecuali ada Naga Raksasa mengamuk disana karena Ikan Batak sudah hampir punah dilahap manusia.

 

Fa Za

Mbak rara itu pawang hujan, bukan pawang angin. Mohon untuk dipahami sebaik-baiknya agar tidak sesat pikir. Pawang angin itu BMKG, pawang badai ya BRIN.

 

Liáng - βιολί ζήτα

CHDI : "Ternyata danau besar di tanah Batak itu menyimpan misteri: punya gelombang yang tak menentu. Aneh. Ada gelombang besar di danau Toba." Danau Toba dgn....... - panjang +/-100 km. - lebar +/-30 km. - kedalaman +/-450 m. - luas +/-1.145 km² yang hampir sebanding dgn luas negara Singapura. Tentu saja kondisinya berbeda dgn danau² kecil, juga dgn sungai² besar sekalipun. Perbedaannya terletak pada "luas maximum" permukaan air. Luas Maximum permukaan air ini juga mempengaruhi terhadap kuat/lemahnya dan tinggi/rendahnya gelombang air di Danau Toba tsb. Kita bahas dulu mengenai "luas maximum" ini, kira² gambaran sederhananya seperti ini : - Engkong Budi Utomo memiliki lahan seluas 1 hektar, dengan panjang 1000m dan lebar 10m. - Eyang Leong Putu juga memiliki lahan seluas 1 hektar, tetapi panjangnya 100m dan lebarnya 100m.

 

Jimmy Marta

Di danau adanya riak bukan ombak. Riak itu gelombang kecil2, pendek dan tidak menghempas. Ombak itu di laut, gelombang lebih tinggi, bergulung-gulung dan menghempas ketepi. Begitu dulu kata bu guru IPA sy waktu smp. Nah kalau ada permukaan air yg menggelinjang, sy gk tahu harus nanya ke siapa...!

 

bagus aryo sutikno

Artikel hari ini, misteri tiba, mengingatkan saya pada lagu anak2 saat angon kambing. Saat dah ngarit dapat 1 keranjang, saya main layang2 sebelum pulang. Main layang2 butuh angin, akhirnya saya nembang u mengundang datangnya angin. //Cemple-cemple//Undangno barat gede//Yen uwes tak wenehi duduh tape//. Karena angin di Toba terjadi jam 14.00 coba check, jangan2 Aryo Samosir lagi main layang2. Doi kalau ngundang gak baen2, pasti angin besar.

 

Aljo

Saya pernah mengajak anak istri menyebrang dari Parapat ke Tomok di Pulau Samosir. Waktu berangkat lancar dan air sangat tenang. Giliran waktu pulang dari Tomok ke Parapat ombak dan angin sangat kencang. Kapal bergoyang-goyang cukup keras dan sebagian besar penumpang mulai berteriak-teriak sambil menyebut nama Tuhan. Alhmadulillah dengan susah payah akhirnya sampai juga ke Parapat dengan selamat. Tetapi sejak itu anak dan istri saya bersumpah tidak mau lagi kesana. Saya sendiri? Karena sepanjang perjalanan pulang tertidur, tidak begitu merasakan goyangan itu.

 

Purnomo Inzaghi

Betul, jangan sampai Toba dicoret dari kalender F1 Powerboat....kerja keras semua pihak yang telah berjuang membuat perhelatan F1 di air tersebut pasti sudah sangat berat, ibarat berkorban darah dan air mata. Jangan sampai hilang ditelan ombak dan angin yang entah kenapa selalu datang tiba tiba tanpa bertanda. Letusan gunung Toba ribuan tahun yang lalu telah mengguncang dunia, memunculkan danau terbesar di Asia Tenggara. Kini letusan Ferdy Sambo, letusan Rafael Alun Trisambodo, letusan Teddy Minahasa pun tak kalah dasyatnya. Maka biarkanlah bangsa ini bangga, bahwa kita bisa punya even kelas dunia.

 

bitrik sulaiman

Betapa lemahnya manusia. Diberi angin yang membuat air danau menggelinjang, rusaklah rencana panjang. Mungkin yang cocok kapal layar. Sekali layar terkembang surut kita berpantang. Ee ndak nyambung .

 

Yellow Bean

Mual pusing jadi masalah/ Masalah belum tau obatnya/ Lisa cantik kakinya jenjang/ Masih cantik kan yang sembunyikan auratnya/ Bakpao cantik aneka rasa/ Bisa dicari harganya murah/ Mau yang secantik Lisa/ Ingat bidadari mu dirumah /

 

Jimmy Marta

Gagal karena mual dan pusing/ Minum antimo dan tutup pusarnya/ Mau nonton Lisa Blackpink/ Namun sayang anak dah duluan kesana #saingan pegang remote

 

Leong Putu

Cita cita jadi ABK / Gagal karna mual dan pusing / Berharap Tiket dan Bus ke GBK / Nonton Idol K cantik Black Pink / .... 365_mantun Lisa

 

yea aina

Ada peluang baru, pembangunan infrastruktur sirkuit F1H20 Toba 2024. Sirkuit yang dilengkapi pemecah gelombang, lengkap dengan semua pernak-pernik yang diperlukan F1H2O. Dengan potensi "pemandangan" di Toba itu, kiranya investasi akan berdatangan bak gelombang Toba. Kabarnya sama dengan investor di IKN dengan lead investor APBN eh... bukan, tapi LPI ya. Paling tidak menirulah sirkuit Mandalika yang diminati BUMN untuk investasi di sana.

 

Fa Za

Ada yg mengaku sebagai istri siri dan tidur bareng di kapal setiap hari. Kalau ombaknya menggelinjang, bagaimana rasanya tidur di kapal? Wkwkkk

 

Yellow Bean

Wah saya ngga tau itu Bu FA ZA Saya masih tidur dirumah ditemani Anak anak saya yang ganteng ganteng copyan bapaknya hahaha Dan menggelinjang yang di maksud apa seperti lele dan belut yang di garami. Kasian banget karena sebentar kemudian sekarat mereka

 

Mirza Mirwan

"Balapan F1H2O ini memang hampir selalu di danau." Grand Prix Amaravati (Andhra Pradesh, India) venue-nya di Sungai Krishna. Sudah beberapa kali -- terakhir 2018. Begitu juga dengan Grand Prix Portimao (Portugal) mengambil venue di Sungai Arade.

 

Jimmy Marta

Masihkah TM itu punya peluang lolos?. Hingga ia dan tim pengacaranya begitu berkukuh spt tdk bersalah..?. Padahal semua bukti mengarah ke beliau. Ada chat, ada saksi2. Ada pion, kapolsek, hingga kapolres. Ada bb, ada petugas serse narkoba yg nangkap, ada kaki tangan yg tertangkap dan ada mami yg terus terang. Jangan2 TM akan terjerat sendiri dg ceritanya. Kayak sambo yg kukuh dg cerita pelecehan ibu putri. Cerita yg gk masuk akal semua orang. Akhirnya itu semua hanya menambah berat hukumannya. TM, FS dan kabag pajak itu, memang bukan kaya biasa. Mereka bergelimang harta dari usahanya. Fs dah terlihat nasibnya. Tapi entah bgmn dg TM dan RAT itu...?

 

Lagarenze 1301

Dua kali kata gelinjang muncul dalam tulisan hari ini. Bergelinjang dan menggelinjang. Ini pemilihan kata yang nakal untuk menggambarkan air danau yang bergelombang. Kenapa nakal? Narasi dalam tulisan beberapa hari lalu begini: Pemandangan sekitar Toba ibarat ratusan gadis telanjang dicat hijau yang berbaring telentang. Apa jadinya kalau kalimat "ratusan gadis telanjang berbaring telentang" dilanjutkan dengan kata "menggelinjang"? Anda sudah tahu, dalam KBBI kata menggelinjang bermakna "bergerak-gerak karena geli".

 

Udin Salemo

#everyday_berpantun Hari-hari pergi ke kota/ Untuk membeli tahu isian/ Juga sambil membeli kuota/ Hari-hari ini media banyak berita/ Hal orang pajak dan kepolisian/ Yang suka pamer harta dan wanita/ Bila pak etek mau berkarya/ Harap mengajar di Pandaan/ Bila orang cetek pikirannya/ Harta dan wanita jadi kebanggaan/ Denai pai bajalan ka Talago/ Di Talago banyak toko kain/ Denai disiko tatap manjago/ Disinan adiak bacinto jo urang lain/ Jalan luruih ka Pakanbaru/ Sopir mandangakan lagu kaparuiknyo/ Jiko alah putuih cari nan baru/ Banyak nan lain ka gantinyo/

 

<p class="MsoNormal" style="margin: 0cm; font-size: 12pt; font-family: 'Times New Roman', serif; line-height: 16.8pt; background-image: initial; background-position: initial; background-size: initial; background-re

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Komentar: 251

  • mz arifinuz
    mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • Echa Yeni
    Echa Yeni
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Gregorius Indiarto
      Gregorius Indiarto
    • Johannes Kitono
      Johannes Kitono
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Er Gham
    Er Gham
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Er Gham
    Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Er Gham
      Er Gham
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Leong Putu
    Leong Putu
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Echa Yeni
      Echa Yeni
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • yea aina
    yea aina
    • Liam Then
      Liam Then
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Lagarenze 1301
      Lagarenze 1301
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Liam Then
    Liam Then
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Mahmud Al Mustasyar
    Mahmud Al Mustasyar
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Mahmud Al Mustasyar
      Mahmud Al Mustasyar
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
  • Liam Then
    Liam Then
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Fa Za
      Fa Za
    • yea aina
      yea aina
    • Amat K.
      Amat K.
    • Er Gham
      Er Gham
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Liam Then
    Liam Then
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Liam Then
      Liam Then
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • yea aina
      yea aina
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Kujang Bengkok Amburadul
      Kujang Bengkok Amburadul
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Fa Za
    Fa Za
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Liam Then
      Liam Then
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Liam Then
      Liam Then
    • yea aina
      yea aina
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Liam Then
      Liam Then
  • Gregorius Indiarto
    Gregorius Indiarto
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Rihlatul Ulfa
    Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Rihlatul Ulfa
      Rihlatul Ulfa
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Handoko Luwanto
    Handoko Luwanto
  • Er Gham
    Er Gham
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • imau compo
    imau compo
    • Liam Then
      Liam Then
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Fiona Handoko
      Fiona Handoko
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Fiona Handoko
    Fiona Handoko
  • Muh Nursalim
    Muh Nursalim
  • Fenny Wiyono
    Fenny Wiyono
  • Jo Neka
    Jo Neka
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Alon Masz Eh
      Alon Masz Eh
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Yellow Bean
      Yellow Bean
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Kalender Lengkap
    Kalender Lengkap
  • Sastra Boenjamin
    Sastra Boenjamin
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • yea aina
      yea aina
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Jo Neka
      Jo Neka
    • yea aina
      yea aina
    • yea aina
      yea aina
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Jimmy Marta
      Jimmy Marta
  • mz arifinuz
    mz arifinuz
    • Amat K.
      Amat K.
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • Fa Za
      Fa Za
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • Amat K.
      Amat K.
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Amat K.
      Amat K.
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Amat K.
    Amat K.
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Amat K.
      Amat K.
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Amat K.
      Amat K.
  • donwori
    donwori
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Dacoll Bns
      Dacoll Bns
    • KEY
      KEY
  • Dokumen Negara
    Dokumen Negara
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • donwori
    donwori
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
    • Udin Salemo
      Udin Salemo
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
  • ACEP YULIUS HAMDANI
    ACEP YULIUS HAMDANI
  • bagus aryo sutikno
    bagus aryo sutikno
    • Liam Then
      Liam Then
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • ACEP YULIUS HAMDANI
    ACEP YULIUS HAMDANI
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Pakdhe joyo Kertomas
    Pakdhe joyo Kertomas
  • Er Gham
    Er Gham
    • Liam Then
      Liam Then
    • Amat K.
      Amat K.
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • Denny Herbert
    Denny Herbert
  • ARMI TV
    ARMI TV
  • Richolas Tjhai
    Richolas Tjhai
  • Er Gham
    Er Gham
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • Liam Then
      Liam Then
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Liam Then
      Liam Then
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
  • Liam Then
    Liam Then
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
  • Er Gham
    Er Gham
    • Er Gham
      Er Gham
    • Liam Then
      Liam Then
  • Liam Then
    Liam Then
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • bagus aryo sutikno
      bagus aryo sutikno
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
    • Liam Then
      Liam Then
    • donwori
      donwori
    • Gianto Kwee
      Gianto Kwee
  • rid kc
    rid kc
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
  • alasroban
    alasroban
    • alasroban
      alasroban
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Agus Suryono
      Agus Suryono
  • Yellow Bean
    Yellow Bean
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • mz arifinuz
    mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz
    • mz arifinuz
      mz arifinuz