Menko Marves Akan Tindak Tegas Insiden Ledakan Tungku Smelter PT ITSS Morowali

Menko Marves Akan Tindak Tegas Insiden Ledakan Tungku Smelter PT ITSS Morowali

Menko Marves Akan Tindak Tegas Insiden Ledakan Tungku Smelter PT ITSS Morowali-Kemenko Marves-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap insiden ledakan yang terjadi di pabrik PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), yang beroperasi di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.

Menurut Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, pihaknya menekankan kepada semua Kementerian/Lembaga (K/L) terkait untuk menangani masalah itu dengan serius.

BACA JUGA:Korban Ledakan Tungku Smelter di PT ITSS Bertambah 13 Orang

“Saya ingin mengingatkan bahwa negara kita memiliki regulasi yang jelas dan tegas. Siapapun yang melanggar akan dihadapkan pada hukum yang berlaku," ujar Luhut, Jumat 29 Desember 2023.

"Ini bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi semua K/L terkait harus bekerja sama dalam upaya penegakan ini,” tambahnya.

Dari laporan terakhir, insiden itu telah menelan korban 19 orang meninggal (11 TKI dan 8 TKA), 29 luka berat, dan 11 luka ringan. 

BACA JUGA:Freeport Ajukan Perpanjangan Kontrak 20 Tahun, Janjikan Bangun Smelter di Fakfak Papua

Saat ini, berdasarkan hasil kunjungan Tim Kemenko Marves, penanganan korban yang masih dalam perawatan sudah dilakukan dengan baik, termasuk malakukan evakuasi atas korban yang dirawat ke Makassar dan Jakarta. 

Selain itu, pihak perusahaan juga sudah memberikan santunan sebesar Rp600 juta untuk korban yang meninggal dunia, di luar dari santunan dari BPJS.

Terkait penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan, sejak 25 Desember 2023, Tim dari Kemenko Marves, Kemenaker, dan Kemenperin, Korem, Polda, Polres, dan Kodim serta pemerintah daerah telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan penyelidikan mendalam. 

BACA JUGA:Tim Pengawas Kemnaker Periksa Penyebab Kecelakaan Kerja di Morowali

Dari hasil investigasi awal, terdapat indikasi tindakan yang melanggar SOP yang sudah ditetapkan oleh perusahaan, akibatnya terjadi kecelakaan dan korban jiwa.

Namun, untuk kesimpulan akhir, Luhut telah meminta kepada Kapolda Sulawesi Tengah untuk menyelesaikan investigasi tersebut dalam waktu dua minggu dan meminta tindakan tegas dari Polri terhadap setiap pelanggaran hukum yang teridentifikasi.

BACA JUGA:Korban Kebakaran Smalter Nikel Morowali Ditanggung BPJS, ITSS Beri Santunan Pada Keluarga Korban

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: