Pramono-Rano Akan Berlakukan Sistem Kerja 4 Hari, Tim Transisi Beberkan Rencana Penerapannya

Rencana pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno, untuk menerapkan sistem empat hari kerja dalam satu pekan untuk para pekerja di Jakarta mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi NasDem, Wibi An-Istimewa-
JAKARTA, DISWAY.ID - Rencana pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno, untuk menerapkan sistem empat hari kerja dalam satu pekan untuk para pekerja di Jakarta mendapat sambutan positif dari Wakil Ketua DPRD DKI Fraksi NasDem, Wibi Andrino.
Menurut Wibi, rencana dari Gubernur dan Wakil Gubernur untuk menerapkan rencana tersebut kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta merupakan langkah yang positif untuk menunjang keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional seorang pekerja.
“Namun, para pejabat di Jakarta juga perlu memastikan bahwa pengurangan ini tidak akan mempengaruhi produktivitas,” ucap Wibi, pada Rabu 23 Januari 2025.
BACA JUGA:Lirik dan Makna Lagu BMF - SZA, Viral di TikTok Buat Bucin!
BACA JUGA:Sebanyak 120 Pegolf Wanita Ikut Turnamen AGLF di BSD, Hadiahnya Capai USD 300.000
Dalam hal ini, Wibi menambahkan bahwa penggunaan teknologi untuk membantu menyesuaikan sistem kerja juga dapat membantu untuk memaksimalkan hasil.
Menurut Wibi, hal ini dapat dilakukan dengan menyusun sistem rotasi yang teratur dalam kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sementara itu menurut Tim Transisi Pramono-Rano, Nirwono Joga, penerapan sistem ini sebelumnya juga sudah diterapkan di negara-negara maju.
BACA JUGA:Baru Rilis! Sinopsis Drakor Study Group Adaptasi Webtoon, Kisah Siswa SMA Punya Ambisi Berprestasi
BACA JUGA:Prediksi Nilai Rata-Rata SNBP UNIMED 2025, Peluang Camaba Lolos Seleksi!
“Ini lagi tren di Eropa sebenarnya, di Skandinavia,” ucap Nirwono.
Selain itu, Nirwono juga menambahkan bahwa penerapan sistem ini tidak akan diterapkan di Jakarta sepanjang tahun.
Menurutnya, sistem ini hanya akan diterapkan saat cuaca sedang tidak baik saja.
“Pada puncaknya musim hujan itu misalnya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: