Cegah Kekerasan Seksual di Kalangan PPDS Terulang, Kolegium Anestesiologi Bakal Perbaiki Aspek Psikologi

Cegah Kekerasan Seksual di Kalangan PPDS Terulang, Kolegium Anestesiologi Bakal Perbaiki Aspek Psikologi

Cegah Kekerasan Seksual di Kalangan PPDS Terulang, Kolegium Anestesiologi Bakal Perbaiki Aspek Psikologi-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif Kementerian Kesehatan (KATI Kemenkes), Reza Widianto Sudjud menanggapi kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) terhadap keluarga pasien di RSHS Bandung.

"Kita mendukung langkah yang dilakukan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Diktisaintek dalam hal ini universitas untuk mengevaluasi program PPDS Anestesi," kata Reza kepada Disway, 10 April 2025.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Kementerian Kesehatan menginstruksikan kepada rumah sakit vertikal di bawah naungannya untuk memberhentikan kegiatan residensi PPDS Anestesi di RSHS Bandung selama sebulan untuk dilakukan evaluasi.

BACA JUGA:Tarif Dagang Donald Trump Ancam Negara Berkembang, Bagaimana Nasib Pertumbuhan Ekonomi Indonesia?

BACA JUGA:Sampaikan Duka Cita, Prabowo Kenang Sosok Titiek Puspa Sebagai Seniman dan Penerus Bangsa

Selain itu, pelaku bernama Priguna itu telah mendapatkan sanksi tegas, baik oleh pihak kampus maupun Kemenkes sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan maupun berpraktik sebagai dokter.

"Kita mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Pihak fakultas dan Universitas sudah jelas mengeluarkan pelaku sebagaai peserta didik dan Kementerian Kesehatan  sudah memberikan sanksi," paparnya.

Lebih lanjut, Kemenkes juga mewajibkan pemeriksaan kesehatan jiwa bagi para PPDS secara berkala.

Di mana sebelumnya, tes kejiwaan hanya diwajibkan di awal ketika calon PPDS mendaftar.

"Tes psikologi selama ini memang telah menjadi bagian proses seleksi calon PPDS. Tetapi dengan adanya kejadian ini, kita akan berkonsultasi dengan pihak terkait yang berhubungan dengan aspek psikologi, sehingga bisa mendapatkan bibit-bibit yang benar-benar baik," papar Reza.

BACA JUGA:Jelang Peringatan Hari Buruh, Menteri PKP Siapkan 20.000 Ribu Rumah Untuk Buruh

BACA JUGA:Mensos Gus Ipul Sebut Inpres No.8 Hapuskan Kemiskinan Ekstrem

Pembahasan ini juga akan mencakup metode yang bisa diterapkan untuk menjaga kondisi psikologis PPDS selama proses pendidikan berjalan.

"Metode ini kita konsultasikan ke pihak terkait di bidang psikologi, mungkin ada cara yang terbaik yang bisa kita pakai," tutur Reza.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads