Rosan Roeslani Soal LG Batal Investasi: Kami yang Meminta Mundur

Rosan Roeslani Soal LG Batal Investasi: Kami yang Meminta Mundur

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, angkat bicara terkait Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mengalami penurunan tajam sebelum pengumuman struktur pengurus Danantara pada Senin, 24 Maret 2025.--Anisha Aprilia

JAKARTA, DISWAY.ID - Mundurnya brand LG Energy Solution dan LG Chem dari proyek investasi rantai pasok baterai kendaraan listrik (Electric vehicle/EV) masih terus menuai pertanyaan dari berbagai pihak. 

Terkini Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani justru menyatakan bahwa pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) lah yang meminta pihak LG untuk mundur dari proyek tersebut.

BACA JUGA:Bahlil Lahadila Ungkap Pengganti LG yang Batal Investasi Pengembangan Baterai EV di Indonesia: Proyek Tetap Jalan

BACA JUGA:LG Batal Investasi di Proyek Baterai EV, Ini Tanggapan Periklindo

Menurut Rosan, hal tersebut dilakukan karena proses negosiasi yang sudah berjalan terlalu lama.

“Negosiasi udah jalan terlalu lama, sementara kita pengen semuanya cepet,” jelas Rosan kepada Disway di Jakarta, pada Kamis 24 April 2025.

Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa keputusan mundurnya LG juga bukan berasal dari pihak perusahaan sendiri. Menurutnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia lah yang terlebih dahulu memutuskan untuk menghentikan proses negosiasi dengan LG.

“Pak Bahlil sudah menyampaikan, bahwa lebih tepatnya kami yang memutus,” ucap Rosan.

BACA JUGA:LG Batalkan Proyek Pengembangan Baterai EV di Indonesia, Apa Alasannya?

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyatakan bahwa proyek investasi kendaraan listrik (EV) senilai USD 9,8 miliar yang telah disepakati antara Indonesia dan LG Energy Solution dari Korea Selatan pada 18 Desember 2020 tetap berjalan sesuai rencana walaupun LG dinyatakan sudah mundur dari proyek tersebut.

“Secara keseluruhan proyek tidak mengalami perubahan mendasar. Yang terjadi adalah penyesuaian mitra investasi dalam struktur joint venture (JV),” jelas Bahlil.

Selain itu, Bahlil juga menambahkan bahwa perubahan hanya terjadi pada level investor, dimana LG tidak lagi melanjutkan keterlibatannya.

Sementara itu dalam menanggapi anggapan akan pengaruh dari ketegangan situasi geopolitik dan perekonomian nasional dibalik mundurnya LG dari proyek tersebut, Bahlil memastikan bahwa proyek ini tidak terpengaruh oleh dinamika global seperti perang atau ketidakpastian ekonomi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads