Begini Tiga Skema Pergerakan Jamaah Indonesia ke Armuzna
Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief menyampaikan keterangan pers di Kantor Urusan Haji Daker Makkah, Minggu, 1 Juni 2025.-Mohamad Nur Khotib/Media Center Haji 2025-
Skema ini akan diikuti oleh sekitar 67 ribu jamaah.
Ketiga, skema tanazul yang menyasar 37 ribu jamaah. Mereka akan melontar jumrah pada 10 Zulhijjah dan langsung kembali ke hotel tanpa mabit di Mina. Jamaah tanazul ini umumnya menginap di hotel kawasan Syisyah dan Raudhah.
BACA JUGA:Program Makkah Route Imigrasi Arab Saudi-Indonesia Berikan Kemudahan 100.000 Jamaah Haji 2025
Hilman juga menegaskan adanya perhatian khusus bagi jamaah lanjut usia dan disabilitas.
Mereka akan mengikuti program Safari Wukuf Khusus dengan fasilitas pendampingan, pengawalan medis, dan penginapan transit selama puncak haji.
"Tujuannya memastikan ibadah tetap aman dan layak dijalankan," ucap Hilman.
BACA JUGA:Kepala BKN: Pelayanan Haji 2025 Makin Baik, ASN Diminta Jadi Teladan
Ia juga memaparkan skenario detail pergerakan. Perjalanan dari Makkah ke Arafah akan dibagi menjadi tiga gelombang.
Gelombang terakhir dijadwalkan berangkat pada 8 Zulhijjah atau Rabu tengah malam pukul 00.00 WAS.
Sementara jamaah murur akan bergerak dari Arafah pada 9 Zulhijjah pukul 19.00 waktu setempat. Sedangkan jamaah reguler menuju Muzdalifah mulai pukul 22.00 WAS.
BACA JUGA:Rombongan Amirulhajj Libatkan Ulama Perempuan, Siap Kawal Pelaksanaan Haji dari A sampai Z
Dari Muzdalifah ke Mina, pergerakan akan menggunakan sistem transportasi taraddudi yang beroperasi hingga menjelang Subuh.
Setelahnya, jamaah kembali ke Makkah secara bertahap, menyesuaikan kapasitas dan kondisi di lapangan.
“Kami terus konsolidasikan data agar tidak ada jamaah tercecer,” kata Hilman.
BACA JUGA:Jenderal (Purn) Dudung: Petugas TNI-Polri Siaga Lindungi Jemaah Haji Indonesia
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: