Cara Mudah Masak Daging Kurban agar Lebih Empuk, Daun Pepaya, Nanas, atau Panci Presto?
cara memasak daging tidak hanya soal kelezatan, tapi juga berpengaruh besar terhadap kandungan gizi, khususnya protein dan zat besi.--Pinterest
JAKARTA, DISWAY.ID – Idul Adha identik dengan sajian daging kurban yang melimpah. Tapi satu tantangan klasik yang hampir selalu muncul tiap tahun: daging alot!
Banyak orang kemudian mencari solusi—ada yang memilih cara alami dengan daun pepaya, ada pula yang langsung mengandalkan panci presto.
Tapi sebenarnya, mana yang paling efektif?
Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, MSi, memberikan penjelasan ilmiah di balik dua metode populer ini.
Ia menegaskan, cara memasak daging tidak hanya soal kelezatan, tapi juga berpengaruh besar terhadap kandungan gizi, khususnya protein dan zat besi.
BACA JUGA:Promo JSM Superindo Minggu Ini Terbaru 30 Mei-1 Juni 2025, Spesial Gajian Daging Mulai Rp11 Ribuan
Cara Alami: Daun Pepaya dan Nanas, Andalan Tradisional
Metode tradisional seperti menggunakan daun pepaya masih banyak diminati karena mudah dan murah. Daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu memecah jaringan protein dalam daging, sehingga teksturnya jadi lebih empuk.
“Caranya cukup mudah, daun pepaya yang setengah tua dihancurkan dan dibalurkan ke daging, lalu didiamkan beberapa saat sebelum dimasak,” jelas Reisi.
Tak hanya daun pepaya, buah nanas juga punya efek serupa. Nanas mengandung enzim bromelin yang membantu melembutkan serat otot pada daging. Ditambah lagi, aroma segar dari nanas bisa memperkaya cita rasa masakan.
Alternatif lain yang juga bisa digunakan adalah kiwi, jahe, atau bahkan daun pandan wangi, meski tak sepopuler pepaya dan nanas.
BACA JUGA:Berapa Banyak Daging Kurban Diberikan Kepada Orang yang Berhak Menerima? Simak Penjelasannya di Sini
Cara Modern: Panci Presto dan Teknik Slow Cooking
Di sisi lain, teknologi masak modern seperti panci presto dianggap solusi cepat dan efektif, terutama untuk daging dari bagian paha atau betis yang lebih alot.
Panci ini mampu mempersingkat waktu memasak, sekaligus menghasilkan tekstur daging yang lebih empuk karena tekanan uap tinggi mempercepat pelunakan serat.
“Kalau bagian yang alot, teknik slow cooking seperti direbus dalam waktu lama sangat dianjurkan. Bisa juga pakai panci presto untuk mempercepat proses, tapi tetap menghasilkan daging yang empuk,” ujar Reisi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: