85 Dapur Penyedia MBG di Bandung Barat Belum Kantongi Sertifikat Higiene

85 Dapur Penyedia MBG di Bandung Barat Belum Kantongi Sertifikat Higiene

Ilustrasi siswa-siswi di Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat alami mual, sesak napas, hingga kejang-kejang usai santap MBG.-Jabar Ekspres/Suwitno-

BANDUNG BARAT, DISWAY.ID– Sebanyak 85 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tercatat belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sertifikat ini menjadi instrumen penting untuk memastikan dapur penyedia makanan memenuhi standar higienitas dan sanitasi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, dr. Enung Masruroh, mengatakan seluruh dapur SPPG masih dalam proses pemenuhan persyaratan SLHS.

BACA JUGA:MBG Disorot DPR! Irma Chaniago Kritik Sertifikasi, Said Abdullah Usul Dapur Sekolah

Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melalui sistem OSS setelah pemohon melengkapi tahapan teknis.

“Kalau sudah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan, hasilnya dibawa ke dinas satu pintu. Dari situlah SLHS diterbitkan oleh DPMPTSP,” kata Enung, dikutip Jabar Ekspres (Disway Group), Selasa (30/9/2025).

Enung menjelaskan, peran Dinkes mencakup inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), pelatihan keamanan pangan, hingga pemeriksaan laboratorium. Misalnya, uji kualitas air dilakukan manual di laboratorium kesehatan masyarakat yang ada di sejumlah puskesmas.

“Mereka juga baru mulai bergerak untuk pemeriksaan, dan kami terus dorong agar segera dilaksanakan,” ujarnya.

Meski demikian, Enung menegaskan SLHS tidak serta-merta menjamin penuh keamanan pangan. Hal ini tetap bergantung pada disiplin pengelola dapur.

BACA JUGA:Gawat! Puluhan Siswa SD di Pasar Rebo Muntah-muntah, Keracunan MBG?

“Kalau di lapangan masih jorok, ya tidak bisa menjamin 100 persen. Kita sudah memberi tahu pangan harus segar dan sesuai standar, tapi kalau kenyataannya tidak dilaksanakan, sama saja,” tegasnya.

Ia juga menyebut ada wacana aturan baru terkait SLHS, meski detailnya belum jelas. Sementara itu, mekanisme lama tetap berlaku dengan tiga syarat utama: inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan keamanan pangan, dan pemeriksaan laboratorium.

Menurut Enung, SLHS sangat penting dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah di sekolah-sekolah. Tanpa sertifikasi, aspek higienitas dan sanitasi dapur SPPG berpotensi luput dari standar yang semestinya dipenuhi.

BACA JUGA:Atasi Keracunan Massal, Prabowo Wajibkan Seluruh Dapur MBG Miliki Sertifikat SLHS!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads