Top! Jerami Jadi BBM, KDM Uji Coba untuk Traktor di Sawah Lembur Pakuan

Top! Jerami Jadi BBM, KDM Uji Coba untuk Traktor di Sawah Lembur Pakuan

KDM saat uji coba bahan bakar dari jerami untuk mesin traktor di Sawah Lembur Pakuan, Subang.-KDM-

SUBANG, DISWAY.ID — Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan uji coba pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar minyak (BBM) alternatif untuk mesin traktor diesel di kawasan Lembur Pakuan, Dawuan, Subang.

Langkah ini diklaim untuk turut menjadi awal transformasi limbah pertanian menjadi sumber energi baru terbarukan (EBT) berbasis kemandirian desa.

Dalam peninjauan langsung di lokasi, KDM menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan memastikan jerami dapat diolah menjadi bahan bakar yang bisa digunakan pada mesin diesel dua tak maupun empat tak.

BACA JUGA:Bobibos, Bahan Bakar Nabati Karya Anak Bangsa Usai 10 Tahun Riset

“Ini kita lagi uji coba di Lembur Pakuan pakai mesin traktor, yaitu uji coba bahan bakar yang berasal dari jerami,” ujar KDM.

Bahan bakar jerami ini diolah melalui serangkaian proses hingga menghasilkan cairan yang mampu menyalakan mesin diesel. Jika berhasil, jerami pascapanen tak lagi jadi limbah, tapi jadi bahan bakar bernilai ekonomi.

“Kalau ini berhasil, jerami yang ada di sawah Lembur Pakuan bisa diproses jadi bahan bakar diesel dua tak dan empat tak,” jelasnya.

Kang Dedi juga berencana membentuk lembaga usaha pertama di Lembur Pakuan untuk mengelola produksi bahan bakar berbasis jerami. Lembaga ini akan menjadi pionir kemitraan energi desa.

“Kalau ini berhasil, saya akan mempelopori lembaga usaha pertama di Lembur Pakuan. MOU-nya segera disiapkan,” kata Dedi.

BACA JUGA:Heboh Video Syur 4 Menit 28 Detik, Lisa Mariana Disebut Tersangka: Main Bareng Pria Bertato

Para petani setempat pun antusias. Dalam dua minggu ke depan, sawah-sawah di Lembur Pakuan akan panen padi, dan jerami hasil panen itu langsung siap diolah menjadi bahan bakar.

Kolaborasi dengan Bobibos: Efisien dan Ramah Lingkungan

Founder Bobibos, M. Iklas Thamrin, menjelaskan bahwa pemilihan jerami sebagai bahan baku dilakukan melalui riset panjang dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan, kemudahan, dan efisiensi harga pokok produksi (HPP).

"Basisnya sawah itu hasilkan padi, jerami, nah itu yang kita manfaatkan. Dari riset kami, jerami paling efisien dan membuat HPP bisa bersaing,” ujar Iklas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads