Tanggung Jawab Moral Kaum Inteligensia

Tanggung Jawab Moral Kaum Inteligensia

Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia –-dok disway-

Di tengah persaingan regional yang semakin ketat, negara-negara ASEAN bergerak cepat menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri, teknologi, dan birokrasi modern.

Jika perguruan tinggi Indonesia tidak sigap merespons, kesenjangan kualitas sumber daya manusia akan semakin lebar.

Lebih dari itu, perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat lahirnya riset inovatif yang relevan dengan persoalan nyata masyarakat, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif atau mengejar publikasi.

Untuk itu, ekosistem riset yang kuat menjadi prasyarat utama.

BACA JUGA:Fondasi Baru Perdamaian Dunia

BACA JUGA:'Menghidupkan' Warisan Gus Dur, Bolehkah dengan Melupakan Jejaknya?

Ekosistem ini mensyaratkan kehadiran peneliti berkualitas, infrastruktur yang memadai, pendanaan berkelanjutan, serta mekanisme yang memungkinkan hasil riset dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Tanpa rantai ini, riset berisiko berhenti sebagai laporan akademik yang rapi di atas kertas, tetapi hampa dampak sosial.

Pesan Bung Hatta tetap aktual, pendidikan tinggi harus membentuk ilmuwan yang jujur, disiplin, dan berintegritas.

Kesalahan analisis adalah bagian dari proses ilmiah, tetapi manipulasi data adalah pengkhianatan terhadap ilmu.

Pendidikan tinggi idealnya menjadi pusat riset dan inovasi, otak sekaligus hati bangsa yang berkontribusi nyata bagi kemajuan nasional.

Pertanyaannya, apakah perguruan tinggi kita siap menjadi motor perubahan, atau justru nyaman bertahan sebagai penonton di tengah derasnya tuntutan zaman?

BACA JUGA:Elegi Lumpur di Hulu Bencana

BACA JUGA:'Menghidupkan' Warisan Gus Dur, Bolehkah dengan Melupakan Jejaknya?

*Prof. Jamhari Makruf, Ph.D.*

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads