Tanggung Jawab Moral Kaum Inteligensia

Tanggung Jawab Moral Kaum Inteligensia

Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia –-dok disway-

Indonesia memiliki jumlah perguruan tinggi yang sangat besar, terbanyak kedua di dunia setelah India.

Dengan jumlah penduduk yang besar, peran pendidikan tinggi Indonesia menjadi sangat strategis, baik dalam pengembangan sumber daya manusia maupun internalisasi nilai-nilai kebangsaan.

Universitas Indonesia, yang berakar dari STOVIA (1849), dan Universitas Islam Indonesia (1949) menjadi tonggak penting sejarah pendidikan tinggi nasional.

BACA JUGA:Antropologi Kebencanaan

BACA JUGA:Konser Kemanusiaan dan Etika Solidaritas Bangsa

Inteligensia: Tradisional dan Organik

Di perguruan tinggi, mahasiswa tidak sekadar diajarkan menguasai pengetahuan, tetapi dilatih untuk berpikir mandiri, mengajukan pertanyaan kritis, serta memecahkan persoalan melalui metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Proses akademik ini membentuk kemampuan analitis yang sangat dibutuhkan, baik dalam dunia usaha, birokrasi pemerintahan, maupun kehidupan publik yang lebih luas.

Namun pendidikan tinggi tidak berhenti pada kecakapan teknis. Di dalamnya terkandung mandat etis, kaum terdidik memikul tanggung jawab moral untuk berpihak pada nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan.

Kekhawatiran Bung Hatta terhadap lahirnya pemimpin tanpa fondasi pendidikan yang kuat dapat dipahami melalui pemikiran Antonio Gramsci tentang inteligensia.

BACA JUGA:Mendorong Area Studies di Indonesia: Jalan Menjadi Bangsa Besar

BACA JUGA:Transportasi Hijau Bukan Sekadar Opsi, Melainkan Keharusan

Gramsci membedakan antara inteligensia tradisional dan inteligensia organik.

Inteligensia tradisional adalah kelompok intelektual yang keberadaannya dianggap “netral” dan mapan, akademisi, profesional, atau tokoh agama yang cenderung menjaga pengetahuan dan nilai lama serta sering kali berjarak dari dinamika sosial yang berubah.

Mereka berfungsi sebagai penjaga kontinuitas, tetapi tidak selalu terlibat dalam transformasi sosial.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads