Tanggung Jawab Moral Kaum Inteligensia
Prof. Jamhari Makruf, Ph.D. - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia –-dok disway-
Ketika Korea bercita-cita menyaingi Jepang, universitas diarahkan untuk melahirkan insinyur, teknisi, peneliti, dan ilmuwan digital berkualitas tinggi yang siap memasuki dunia industri.
Peran universitas Korea dalam mendukung kemajuan industri tampak nyata melalui kolaborasi erat dengan perusahaan besar seperti Samsung, Hyundai, dan LG.
Universitas menjadi pusat riset dan pengembangan, sekaligus inkubator inovasi teknologi.
BACA JUGA:Rites de Passage Akhir dan Awal Tahun Baru
BACA JUGA:Industri dan Prestasi Olahraga Kita, Sebuah Refleksi di Tahun 2025
Institusi seperti KAIST dan POSTECH dikenal luas sebagai penghasil peneliti dan insinyur unggul yang berkontribusi langsung terhadap industri nasional.
Pemerintah Korea juga secara konsisten menyediakan dana riset dan beasiswa untuk mendorong pengembangan teknologi strategis seperti kecerdasan buatan, robotika, dan teknologi digital.
Ekosistem ini diperkuat melalui program magang dan kerja sama riset universitas–industri, sehingga lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan global.
Pertanyaannya, bagaimana dengan Indonesia? Pemerintah tentu berharap universitas dapat menjadi tulang punggung pembangunan nasional.
Namun harapan tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program konkret agar ekosistem inovasi benar-benar tumbuh dan berfungsi.
BACA JUGA:Menimbang Gagasan Kiai Imam Jazuli tentang Islah Konstitusional NU
BACA JUGA:Nilai TKA Rendah: Saatnya Pembenahan Sistemik Pendidikan, Bukan Menyalahkan Guru
Sejarah dan Evolusi Perguruan Tinggi
Institusi pendidikan tinggi merupakan pilar penting dalam sejarah peradaban manusia.
Pada awalnya, pendidikan tinggi tidak hadir dalam bentuk universitas formal seperti saat ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: