Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Maag, Diabetes, dan Penyakit Kronis
Dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals TB Simatupang, Annela Manurung.-Dok. Pribadi-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Menjalani ibadah puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga kondisi tubuh tetap sehat sepanjang hari. Dokter spesialis penyakit dalam Siloam Hospitals TB Simatupang, Annela Manurung mengingatkan masyarakat agar memahami kesiapan fisik sebelum memutuskan berpuasa, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Annela menyebut tidak semua orang dapat langsung berpuasa tanpa penyesuaian. Penderita maag kronis atau tukak lambung aktif perlu berhati-hati karena lambung kosong terlalu lama dapat meningkatkan produksi asam dan memicu nyeri ulu hati, mual, hingga perih.
Sedangkan pasien diabetes melitus, khususnya yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah, juga berisiko mengalami hipoglikemia jika jadwal makan dan dosis obat tidak diatur dengan benar,"ujar Annela, di Jakarta, MInggu, 22 Februari 2026.
BACA JUGA:Tips Puasa Sehat dan Kuat Seharian, Dokter Gizi Minta Hindari Makanan Ini!
Selain itu, pasien gagal ginjal rentan mengalami dehidrasi, sementara penderita penyakit hati, jantung, atau tekanan darah tidak stabil membutuhkan pemantauan medis sebelum berpuasa.
Annela kembali menekankan pentingnya mengenali tanda bahaya selama puasa. Jika muncul pusing berat, lemas berlebihan, hampir pingsan, nyeri ulu hati hebat, muntah terus-menerus, atau muntah darah, puasa sebaiknya segera dihentikan.
Gejala lain misalnya tangan gemetar, keringat dingin, detak jantung cepat, bibir sangat kering, hingga urin pekat dan sedikit menandakan tubuh kekurangan cairan atau gula darah rendah. Dalam kondisi tersebut, keselamatan harus menjadi prioritas.
Agar tetap sehat dan produktif selama Ramadan, Annela menyarankan untuk tidak melewatkan sahur dengan menu bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta sayuran.
BACA JUGA:7 Ide Menu Buka Puasa Ramah Diabetes, Dijamin Sehat dan Ringan di Perut!
Saat berbuka, awali dengan air putih dan makanan ringan manis alami seperti kurma, lalu makan secara bertahap. Hindari makanan berlemak, terlalu pedas, atau berlebihan gula karena dapat memicu gangguan pencernaan.
Cukupi kebutuhan cairan minimal delapan gelas per hari, atur waktu tidur, dan lakukan olahraga ringan setelah berbuka atau tarawih. Dengan pola hidup yang tepat dan konsultasi medis bila diperlukan, puasa justru bisa membantu menyeimbangkan metabolisme, menjaga berat badan, serta meningkatkan kesehatan tubuh secara menyeluruh,"pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: