Ahli Gizi Ingatkan Kental Manis Bukan untuk Diminum Setiap Hari, Ini Bahayanya
Susu kental manis tak boleh diminum harian--Freepik
JAKARTA, DISWAY.ID - Banyak keluarga di Indonesia masih menjadikan susu kental manis (SKM) sebagai minuman susu harian, terutama saat sarapan.
Padahal, produk ini sebenarnya tidak dirancang untuk dikonsumsi sebagai pengganti susu karena kandungan gulanya jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar maupun susu ultra high temperature (UHT).
Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, mengatakan bahwa SKM merupakan produk olahan susu yang dibuat dengan mengurangi kadar air dan menambahkan gula dalam jumlah besar, yakni sekitar 40–50 persen.
BACA JUGA:60% Anak Indonesia Tak Minum Susu, Ini Kata Zaskia Sungkar soal Gizi Seimbang
Karena itu, mengonsumsi SKM setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan.
“Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian, maka kalau dijadikan susu minum utama, ada risiko kesehatan,” ujarnya dalam program IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV.
BACA JUGA:SGM Pecahkan Rekor MURI Minum Susu Bersama Keluarga Terbanyak Serentak di 70 kota
Tinggi Kandungan Gula
Menurut Dr Karina, dibandingkan susu segar dan susu UHT, kandungan gizi SKM relatif lebih rendah.
Meski tetap mengandung lemak dan protein, jumlahnya belum mencukupi kebutuhan gizi harian, sehingga anggapan bahwa produk ini setara dengan susu minum tidak tepat.
Ia menjelaskan bahwa hampir setengah kandungan SKM adalah gula. Dalam satu takaran saji sekitar 30 gram atau setara tiga sendok makan, terdapat kurang lebih 15 gram gula.
BACA JUGA:Sedang Diet, Lebih Baik Minum Susu atau Yoghurt?
Sementara itu, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan dalam pedoman gizi seimbang adalah 50 gram.
“Artinya, jika seseorang mengonsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari, jumlah tersebut sudah mencapai batas konsumsi gula harian,” jelasnya.
Dr Karina juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan takaran saji pada kemasan dan menggunakan sendok takar agar konsumsi gula tetap terkontrol.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: