Kota Malang di Usia 112 Tahun: Bersiap Menuju Kota Berdaya Saing Global
Ilustrasi Opini UB-Dokumentasi UB-
PADA usia ke-112, Kota Malang tidak lagi cukup dibaca hanya sebagai kota yang nyaman, sejuk, dan penuh nostalgia. Kota ini telah berkembang menjadi salah satu simpul penting pertumbuhan di Jawa Timur, dengan karakter yang khas: kota pendidikan, kota jasa, kota kreatif, sekaligus kota yang terus diuji oleh tantangan urbanisasi modern. Karena itu, ulang tahun Kota Malang tahun ini bukan sekadar momentum seremonial, melainkan waktu yang tepat untuk menilai dengan jujur: sejauh mana pembangunan telah memberi kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya, dan tantangan apa yang harus segera dijawab agar Malang benar-benar siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Secara umum, kita patut mengapresiasi bahwa Kota Malang menunjukkan dinamika pembangunan yang cukup progresif. Perekonomian kota ini tetap bergerak dan menunjukkan daya tahan yang baik. Data terbaru BPS mencatat ekonomi Kota Malang pada tahun 2025 tumbuh 5,92 persen. Dengan struktur ekonomi yang masih ditopang kuat oleh sektor perdagangan, jasa, transportasi, dan aktivitas konsumsi rumah tangga. Ini menegaskan bahwa Malang tetap hidup sebagai kota dengan sirkulasi ekonomi yang aktif, didorong oleh ekosistem pendidikan, perdagangan, UMKM, serta mobilitas masyarakat yang tinggi.
BACA JUGA:Menghadapi Gejolak Global, Mengakselerasi Ekspor Pertanian
BACA JUGA:Mencegah Terjadi Second Disaster dari Bencana melalui Perbaikan Penanganan Kesehatan Kebencanaan
Namun capaian ekonomi itu tidak boleh dibaca secara dangkal. Pertumbuhan tidak selalu identik dengan pemerataan. Kota yang tumbuh cepat sering kali menyimpan persoalan laten: ketimpangan akses, tekanan biaya hidup, ruang usaha yang makin kompetitif, serta beban infrastruktur yang tidak selalu bertambah secepat aktivitas ekonomi. Karena itu, ukuran keberhasilan Kota Malang ke depan tidak cukup hanya berbasis angka pertumbuhan, tetapi juga harus diukur dari sejauh mana pertumbuhan itu menciptakan rasa adil, rasa aman, dan rasa memiliki bagi seluruh lapisan masyarakat.

Malang Creative Center-Dokumentasi UB-
Di titik inilah, beberapa kebijakan Pemerintah Kota Malang patut diapresiasi karena menunjukkan orientasi yang lebih dekat pada warga. Salah satunya adalah penguatan budaya inovasi birokrasi dan pelayanan publik, termasuk melalui lomba atau skema penghargaan inovasi antarpiranti daerah. Ajang Government Innovation Award Kota Malang 2025 menunjukkan keseriusan Pemkot Malang membangun budaya inovasi birokrasi, bahkan dengan melibatkan unsur akademik dan pakar sebagai penilai agar inovasi yang lahir tidak berhenti sebagai formalitas administratif, tetapi benar-benar berdampak bagi publik.
Sebagai salah satu juri yang terlibat di acara tersebut, saya sangat mengapresiasi kegiatan kompetisi sangat positif yang mendorong semangat melaksanakan inovasi layanan publik diberbagai perangkat daerah termasuk kelurahan, Puskesmas dll termasuk dalam Gerakan menjaga kelestirian lingkungan dengan berbagai lomba seperti penghijauan, pengolahan limbah rumah tangga menjadi memiliki nilai ekonomis serta peningkatan literasi di bidang Pendidikan berupa hadirnya perpustakaan swadaya sampai di lingkungan RT RW. Langkah seperti ini penting, sebab kota modern tidak bisa dikelola dengan pola birokrasi lama. Pelayanan publik hari ini dituntut lebih cepat, lebih sederhana, lebih digital, dan lebih manusiawi. Inovasi tidak boleh dipahami sebagai lomba administratif semata, tetapi harus menjadi budaya kerja baru: aparatur hadir bukan sekadar menjalankan prosedur, melainkan menyelesaikan masalah warga. Ini adalah arah yang benar dan harus diperkuat secara sistemik.

Aktivits ibu-ibu di Kota Malang-Dokumentasi UB-
Selain itu, program RT Berkelas juga layak dilihat sebagai pendekatan yang strategis dan progresif. Kebijakan pemberian bantuan anggaran untuk tiap RT merupakan bentuk keberpihakan pada level pemerintahan sosial paling dekat dengan warga. Program ini memiliki makna yang sangat penting, karena sesungguhnya kekuatan kota bukan hanya terletak pada kantor-kantor pemerintahan, melainkan pada lingkungan tempat warga hidup sehari-hari. Ketika RT diberi ruang, anggaran, dan kepercayaan, maka pembangunan menjadi lebih partisipatif, lebih kontekstual, dan lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat. Akan tetapi, keberhasilan program seperti RT Berkelas sangat ditentukan oleh tiga hal: ketepatan desain, kualitas pendampingan, dan akuntabilitas pelaksanaan.
Banyak program yang secara konsep sangat baik, tetapi di lapangan kehilangan daya transformasinya karena hanya berhenti sebagai distribusi anggaran. RT Berkelas akan benar-benar menjadi program unggulan apabila tidak hanya dipakai untuk kebutuhan fisik lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk menguatkan kapasitas sosial-ekonomi warga: penguatan ketahanan pangan mikro, bank sampah produktif, inkubasi usaha rumah tangga, literasi digital keluarga, penguatan posyandu, hingga sistem keamanan lingkungan berbasis teknologi sederhana. Di sinilah perbedaan antara program yang sekadar populer dan program yang benar-benar berdampak.
BACA JUGA:Kampus Hijau Dimulai dari Budaya Hidup
BACA JUGA:Memaknai Putusan Mahkamah Konstitusi Mengenai Kolegium
Dalam konteks itu, kepemimpinan daerah juga perlu terus diperkuat melalui budaya turun langsung ke lapangan. Wali Kota beserta para pimpinan perangkat daerah idealnya tidak hanya mengandalkan laporan administratif dari bawah, tetapi juga secara rutin hadir di tengah masyarakat untuk melihat, mendengar, dan merasakan langsung realitas yang dihadapi warga. Sebab, tidak semua persoalan dapat terbaca utuh dari meja birokrasi. Ada banyak hal yang hanya akan tampak ketika pemimpin hadir langsung: apakah bantuan benar-benar tepat sasaran, apakah infrastruktur yang dibangun benar-benar bermanfaat, apakah layanan publik benar-benar memudahkan, dan apakah warga sungguh merasakan dampak pembangunan. Kepemimpinan yang kuat pada akhirnya bukan hanya soal kemampuan merancang program, tetapi juga kesediaan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar bekerja di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: