Untung Hoki

Untung Hoki

--

Tidak hanya ''perusuh'' Disway yang menyangka ia bukanlah seorang Tionghoa. Pun saya. Bahkan orang di Shanghai sana. Apalagi kalau ia bercerita soal sekolahnya: SMA Taruna Nusantara. Atau kuliah lanjutannya: Institut Teknologi Bandung. Pun kesehariannya dulu: aktivis mahasiswa.

Renard Widarto sendiri sudah tidak merasa suku apa pun kecuali suku Indonesia. Ia tidak bisa bahasa Mandarin. Matanya tidak sipit. Bahasa Jawanya kental. Kulitnya sudah dekat ke cokelat.

Ciri-ciri orang Tionghoa yang saya kenal kebanyakan tidak seperti Renard. Sejak muda ciri Renard sudah seperti itu. Jadi, sejak mengenalnya sebagai mahasiswa ITB sampai Renard sudah menjadi doktor, anggapan saya ia itu orang Jawa Semarang. Apalagi lahir, SD, dan SMP di Semarang. Setelah lulus ITB (teknik sipil) pun pulangnya ke Semarang: melanjutkan S-2 dan S-3 (ekonomi) di Universitas Diponegoro.

Lalu perusahaan kontraktornya juga dimulai dari Semarang meski sekarang sudah merambah Jakarta.

Hanya hokinya yang sangat Tionghoa. Ia merasa perjalanan hidupnya penuh dengan keberuntungan. Pun ketika mendapatkan tiket lungsuran seharga USD6.000 (dua lembar berarti USD12.000) untuk nonton Piala Dunia bersama istrinya. Itu, menurut saya, bukan lagi keberuntungan biasa, tapi keberuntungan di atas hoki.

"Keberuntungan di atas hoki" adalah 双喜. Kebahagiaan ganda.


Renard Widarto dan istri mengabadikan momen di depan Stadion Dallas sebelum menyaksikan laga Argentina pada Piala Dunia 2026.--

Hoki pertama: secara kebetulan Renard menemukan dari daerah mana leluhurnya.

Hoki kedua: yang mempertemukan keluarga leluhur itu punya dua tiket kelas istimewa –tapi tidak jadi berangkat ke Amerika.

Saking bahagianya orang itu menemukan keluarga yang terpisah nun di Indonesia tiket itu pun diberikan kepadanya.

"Ternyata asal usul nenek moyang saya dari satu desa kecil di Yantai," ujar Renard ketika bertemu saya di Times Square, jantung kota New York. Hari itu ia baru tiba dari Dallas nonton pertandingan Piala Dunia di kota terbesar Texas itu.

Di Texas, Renard punya keberuntungan yang lain lagi: tim yang bertanding adalah Argentina.

Anda sudah tahu siapa lawan Argentina hari itu dan seperti apa hasilnya. Ketika masih anak-anak ternyata Renard punya mimpi: suatu saat bisa menonton pertandingan Argentina. Mimpi itu mimpi anak kelas 6 SD. Mimpi itu muncul saat dimarahi ibunya. Tahun 2002, 24 tahun lalu.

Sang ibu memang mengontrol ketat jam belajar Renard. Ketika Renard pamit belajar dan mengunci pintu kamar, sang ibu mengira Renard membaca buku. Yang sebenarnya dilakukan Renard: nonton Piala Dunia. Yang sedang bertanding adalah Argentina. Asyik. Konsentrasinya penuh ke sepak bola. Ketika Argentina cetak gol Renard lupa menjaga rahasia: ia berteriak histeris.

Maka rahasia persembunyiannya pun terkuak. Ibunya menggedor pintu: Renard kena OTT. Sang ibu marah besar. Marah yang sampai membuahkan dendam: dendam Argentina. Dendam itu baru terbayar lunas di tahun 2026.

"Hampir saja saya tidak sempat menontonnya," ujar Renard. Dari Indonesia ia ke New York dulu –sekalian tahu New York. Satu hari sebelum pertandingan barulah berangkat ke Dallas. Pesawatnya harus transit di Washington DC.

Rute ini sebenarnya agak aneh. Kenapa tidak New York–Atlanta–Dallas. Atau New York– Chicago–Dallas. Mungkin rute itulah yang masih tersedia mengingat jalur ke Dallas padat oleh penonton Piala Dunia.

Di Washington pesawatnya delayed. Enam jam. Menurut hitungan Renard masih ok. Tengah malam sudah bisa mendarat di Dallas. Enam jam berlalu. Belum juga ada kepastian jam berapa berangkat. Kalau ditunda besok paginya habislah harapan. Pertandingan dimulai pukul 12.00.

Renard tetap manusia beruntung: setelah telat sembilan jam pesawat berangkat. Tiba di hotelnya di Dallas pukul 02.00. Yang penting paginya bisa ke stadion.

Tentu Renard lebih beruntung daripada saya: stadion Dallas adalah stadion tertutup. Atapnya bisa ditutup rapat. Bisa pakai AC. Kalau tidak, pukul 12.00 di musim panas di Texas adalah neraka yang pindah ke bagian selatan Amerika. Maka stadion di Dallas pakai AC. Pun di kota besar Texas lainnya: Houston pakai sistem yang sama.


Renard Widarto dan istrinya berfoto di tepi lapangan Stadion Dallas menjelang pertandingan Argentina di Piala Dunia 2026.--

Di negara bagian Georgia, yang sama iklimnya dengan Texas juga pakai AC: Atlanta. Hanya tiga stadion itu yang bisa pakai AC di Piala Dunia di Amerika.

Dari Amerika, Renard juga melaporkan perjalanan ke Dallas itu kepada pemilik asli tiketnya: orang Shanghai. Mereka kini berhubungan akrab. Tidak hanya antara Renard dan orang itu, tapi antara seluruh keluarga Renard dan keluarga orang Shanghai itu. Mereka ternyata bertalian darah keluarga. Sama-sama berasal dari satu desa kecil di Yantai.

Saya, istri, anak, menantu, dan cucu pernah tinggal di Yantai. Di kota. Bukan di desanya. Sebulan. Dulu sekali. Baru punya satu cucu –yang sekarang kuliah di Singapura. Yakni saat saya menjalani pengobatan tradisional Tiongkok. Itu jalan terpaksa karena tidak ada lagi pengobatan modern yang bisa menyembuhkan kanker hati saya.

Setelah hasil pengobatan itu negatif barulah kami putuskan: ganti hati. Kami pun kirim Robert Lai untuk mengintip satu rumah sakit di Tianjin. Di sana sahabat– soulmate saya dari Singapura itu diskusi dengan para dokter. Hasil diskusi mantap. Kami pun ke sana. Dari Yantai ke Tianjin kini hanya satu lemparan batu. Tiga jam bermobil bisa sampai. Lewat tol. Di zaman saya di sana dulu belum ada tol.

Memang di saat Renard masih kecil, ibunya pernah pergi ke Yantai. Mencari leluhur di sana. Tapi itu sudah puluhan tahun. Sudah lama terputus. Banyak juga yang sudah meninggal. Atau merantau. Satu-satunya nomor telepon yang masih disimpan tidak bisa dihubungi lagi.

Tiga bulan lalu Renard ke Shanghai: melihat pameran dagang. Lalu ke Suzhou meninjau beberapa pabrik. Peninjauan seperti itu selalu diakhiri dengan makan siang atau makan malam. Bicara bisnis pun dilanjutkan di meja makan. Juga bicara soal-soal lainnya.

Di meja makan itulah hadir satu pengusaha yang pabriknya tidak ditinjau Renard karena tidak ada kaitan dengan bisnisnya. Mereka berkenalan. Cerita-cerita. Sampailah pada pertanyaan dari mana asal usul Renard. Mereka kaget bahwa Renard orang Tionghoa. Bahkan bercerita punya keluarga di Yantai. Renard bilang ia tidak tahu di mana itu Yantai. Juga tidak tahu apa-apa mengenai hubungan keluarga mereka.

"Saya juga dari Yantai," ujar pemilik pabrik yang tidak ada hubungan dengan bisnis Renard itu.

Mulailah pembicaraan beralih dari bisnis ke soal asal-usul keluarga. Tentu waktu tidak cukup. Untuk memperdalam pencarian itu Renard diminta ke Shanghai. Ke kantor pengusaha itu. Renard pun mengundurkan jadwal pulang ke Semarang.

Di Shanghai semuanya terungkap. Mereka berdua masih satu keluarga. Diceritakan, sudah tidak banyak lagi yang tinggal di desa kecil itu. Sudah banyak yang merantau –termasuk ia sendiri yang sukses jadi pengusaha di Shanghai.

Ketika mendengar Renard akan ke Amerika ia pun memberikan tiket nonton sepak bola itu ke Renard.

Yantai adalah di bagian paling utara provinsi Shandong. Jarang orang Shandong melakukan perjalanan xia nan-yang sampai ke Nusantara. Umumnya orang Tionghoa Indonesia dari provinsi Fujian atau Guangdong.

Tapi di zaman yang lebih awal bisa saja hubungan Shandong-Nusantara sudah terjalin lebih dulu. Di Shangdong-lah Kong Hu-chu mengajarkan pikiran-pikiran bijaknya. Di dekat padepokan Kong Hu-chu itu ada satu desa bernama 泗水. Ejaan maupun bunyinya sama dengan 泗水 yang kita kenal sekarang ini. 泗水 adalah nama Surabaya dalam bahasa Mandarin。

Renard sendiri merasa keberuntungan demi keberuntungan itu berkat kebaikan budi leluhur mereka. Demikian pula pendapat keluarganya yang di Shanghai itu: "Leluhur kita di Yantai adalah orang yang dicintai rakyat berkat kepedulian pada nasib rakyat jelata di sana".

Kata-kata itu terus terngiang di pikiran Renard. Ia merasa sudah benar ketika menempuh jalan sebagai aktivis sejak dari masa mudanya.

Bahkan belum lama ini Renard menulis artikel khusus untuk mengingatkan sesama alumni SMA Taruna Nusantara: "Kita sedang diuji sejarah, apakah alumni tetap pada idealisme membela bangsa".

Renard melihat begitu banyak alumni Taruna Nusantara yang kini pegang posisi penting di pemerintahan. Maksudnya: apakah pemerintah bisa lebih baik. Sejarah akan mencatatnya.

SMA Taruna Nusantara yang didirikan Jenderal Benny Moerdani 26 tahun lalu memang dimaksudkan untuk mengader calon pemimpin nasional. Dengan banyaknya alumnus SMA Taruna Nusantara tampil di pemerintahan sekarang, Renard menulis: Apakah ini bentuk politik identitas baru berbasis almamater atau justru merupakan sebuah manifestasi dari kontribusi almamater terhadap kepemimpinan nasional? (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 8 Juli 2026: KDKMP Tercinta

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

PERBEDAAN DUO MINIMARKET vs KDMP.. Saya baca ulang CHDI hari ini sebanyak 8 kali, selama 8 jam. Akhirnya, 8 jam setelah CHDI hari ini terbit, dan saya sudah menulis 8 komentar, akhirnya saya merasa baru paham. Dan merasa harus membuat komentar ke 9. Sebagai berikut: CARA paling mudah memahami KDMP adalah membandingkannya dengan Indomaret dan Alfamart. 1) Indomaret dan Alfamart adalah bisnis swasta yang hidup dari kepercayaan pelanggan. Mereka harus bersaing lewat harga, pelayanan, kelengkapan barang, dan efisiensi. Jika gagal memuaskan pelanggan, mereka akan ditinggalkan. 2) KDMP berbeda. Selain mencari laba, koperasi ini juga mengemban misi memperkuat ekonomi desa. Karena itu, ia dapat memperoleh berbagai dukungan yang tidak dimiliki pedagang biasa. Namun, bisnis tetap memiliki hukum yang sama: Pelanggan datang karena percaya, bukan karena instruksi. Petani akan menjual hasil panennya kepada pihak yang paling cepat, paling mudah, dan paling pasti pembayarannya. Selama pedagang mampu memenuhi kebutuhan itu, mereka akan tetap menjadi pilihan. Keberhasilan KDMP akhirnya tidak ditentukan oleh besarnya modal atau kuatnya dukungan pemerintah, melainkan oleh kemampuannya membangun kepercayaan melalui pelayanan yang lebih baik. Dalam bisnis, pelanggan tidak bisa diperintah untuk datang. Mereka harus diyakinkan bahwa memilih KDMP memang lebih menguntungkan.

Bahtiar HS

Ini admin pada ke mana? Call center ngebom komen itu lho. Mbok ya dicegah. Atau databasemu jadi taruhan.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

ADA KAMU..?? Saya hitung. Minimal ada 155 serbuan Ada Kami. Numpang iklan gratis? Tidak sopan!! Ada Kamu atau tidak. Tidak ada gunanya..!! He he..

Beny Arifin

Setelah suskses mematikan ribuan pedagang kantin sekolah. Kini kembali Prabowo akan mematikan ribuan lagi pedagang kecil dan mungkin juga pedagang besar. Pedagang kantin mungkin tidak punya daya untuk melawan. Tapi pedagang besar pastinya tidak akan pasrah begitu saja. Perlawanan mereka diduga akan all out sebagaimana mereka mengalahkan KUD dulu. Menarik untuk disaksikan.

yea aina

Setelah menjadi regulator negara, banyak sekali "godaan" yang menanti: Subsidi, seolah pemerintah baik hati, padahal itu "iuran wajib" yang balik lagi. Apesnya sering balik, setelah "dilgergaji". Kursi, kalau sudah duduk lupa berdiri. Kolusi, kalau sudah "serasi", apapun bisa terjadi. Tahu sama tahu. Bukan tahu isi. Gratifikasi, gak peduli isi amplop, yang penting saling mengerti. Korupsi, kalau sudah "lancar" lupa kapan harus berhenti.

Beny Arifin

Pedagang yang allout itu biasanya yang usaha milik sendiri. Bukan karyawan, apalagi sekadar penjaga toko. Begitupun KDMP, yang harus all out ya Agrinas nya. Jangan mengharapkan manager nya. Mental pedagang sama pegawai akan sangat berbeda. Pedagang berpikir hidup mati tapi pegawai ada opsi lain loncat ke warung sebelah. Waspadalah, waspadalah.

Jo Neka

Kurang lebih ada 164 spam.Mungkin dia kurang suka dengan ulekan bapak mantan.Tulisan hari ini memang menohok secara lembut.Mungkin bagi anda KDMP ada baiknya.Tetapi bagi saya ..KDMP ini lebih buruk dari MBG.Alasan saya..Dari lalu² saya sudah menulis di kolom komentar.1.Dengan memberi nama Koperasi DMP saja sudah salah secara hakiki.2.Membangun fisik koperasi saja sudah menyalahi kaidah tata kelola anggaran pembangunan.Tidak transparan dan tidak akuntabel.3.Membangun.secara serentak di seluruh desa tanpa ada pertimbangan asas guna dan manfaat.

Mpok Dipa

Seharusnya koperasi MP bukan jualan gas melon eceran, harusnya jadi pangkalan LPG 3kg dan lainnya. Kalau ikut jadi pengecer ya kasihan toko² kecil. Kalau selama ini KMP di bayangkan rivalnya kelas Alfa/Indo, harusnya utk LPG kelasnya sudah pangkalan. Utk jafi pangkalan modalnya 25 juta dan 100 juta. Dengan jadi pangkalan, pengecer bisa kulakan LPG di KMP. Dengan begitu KMP ga perlu tarung sama warung², justru membantu menghidupkan warung² kecil.

Liam Then

Gara-gara di atas. Jadi mau sarankan. Sebaiknya Pak Prabowo dan Pak Joao yang saya hormati karena niatnya yang mulia ini. Pikir panjang 3x , lebih baik antisipasi masalah dulu. Daripada nanti diserbu banyak masalah dan kepusingan. Yang sudah terbeli, terbangun, ya ndak apa, digunakan semaksimal mungkin. Sambil dipantau efektifitasnya. Belajar dari pengalaman program MBG yang langsung digeber langsung meluas. Sebaiknya program KDMP dilaksanakan secara lokalisir dulu. Matangkan sistemnya. Nanti dari model pelaksanaan/unit KDMP yang berhasil, baru dijadikan template, atau malah sumber cetak pengurus -pengurus baru yang bisa langsung kerja di KDMP baru. Biasanya di bisnis jaringan ritel, selalu mulai dari satu dulu, sukses kemudian jadi template, dan baru menyebar ke mana-mana.

Liáng - βιολί ζήτα

batal..... Asalnya saya mau menulis secara lengkap "Prinsip Rochdale" yang kemudian menjadi prinsip-prinsip koperasi di seluruh dunia. Rochdale adalah suatu daerah di Manchester, yang kebetulan saya pernah dua kali ke sana. Tetapi, melihat begitu banyak spam, saya pilih untuk tidak jadi menulis !!

Er Gham 2

Kiper lebih sulit menangkap bola hasil sundulan kepala. Dibandingkan bola dari sepakan kaki lawan. Padahal lebih lambat. Hal ini karena lintasan bola sundulan tidak bisa ditebak oleh kiper. Lintasan dan arah bola sundulan bisa kemana saja. Dan kiper terlambat bereaksi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Komentar: 130

  • alasroban
    alasroban
    • alasroban
      alasroban
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Liam Then
    Liam Then
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • yea aina
    yea aina
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • yea aina
      yea aina
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • yea aina
      yea aina
    • Jo Neka
      Jo Neka
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Liam Then
    Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Liam Then
      Liam Then
  • Udin Salemo
    Udin Salemo
  • imau compo
    imau compo
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • alasroban
      alasroban
    • Liam Then
      Liam Then
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • Bahtiar HS
    Bahtiar HS
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • MULYADI PEGE
      MULYADI PEGE
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • daeng romli
    daeng romli
  • Aspar Rang Koto
    Aspar Rang Koto
  • Er Gham 2
    Er Gham 2
  • Liáng - βιολί ζήτα
    Liáng - βιολί ζήτα
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • alasroban
    alasroban
  • djokoLodang
    djokoLodang
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Irary Sadar
    Irary Sadar
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • Liam Then
      Liam Then
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Achmad Faisol
    Achmad Faisol
  • Leong Putu
    Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Leong Putu
      Leong Putu
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Jo Neka
    Jo Neka
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • DeniK
    DeniK
  • MZ ARIFIN UMAR ZAIN
    MZ ARIFIN UMAR ZAIN
  • Sadewa 19
    Sadewa 19
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    • Wilwa
      Wilwa
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • istianatul muflihah
    istianatul muflihah
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • djokoLodang
      djokoLodang
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Thamrin Dahlan YPTD
    Thamrin Dahlan YPTD
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
    Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
  • Kalender Bagus
    Kalender Bagus
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Sadewa 19
      Sadewa 19
  • Jokosp Sp
    Jokosp Sp
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Wilwa
      Wilwa
    • Warung Faiz
      Warung Faiz
    • mario handoko
      mario handoko
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • Bahtiar HS
      Bahtiar HS
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • MULIYANTO KRISTA
    MULIYANTO KRISTA
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Lègég Sunda
    Lègég Sunda
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
  • Ibnu Shonnan
    Ibnu Shonnan
  • Lagarenze 1301
    Lagarenze 1301
    • Irary Sadar
      Irary Sadar
  • ra tepak pol
    ra tepak pol
  • Hasyim Muhammad Abdul Haq
    Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Hasyim Muhammad Abdul Haq
      Hasyim Muhammad Abdul Haq
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
  • Edi Sampana
    Edi Sampana
    • MULIYANTO KRISTA
      MULIYANTO KRISTA
    • istianatul muflihah
      istianatul muflihah
    • ra tepak pol
      ra tepak pol
    • Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
      Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺

Berita Terkait