Said Abdullah: APBN 2027 Bukan Sekadar Angka, Harus Berdampak bagi Rakyat

Senin 05-10-2026,07:41 WIB
Said Abdullah: APBN 2027 Bukan Sekadar Angka, Harus Berdampak bagi Rakyat

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 tidak boleh hanya dipandang sebagai kumpulan angka-disway.id/Anisha Aprilia -

JAKARTA, DISWAY.ID - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 tidak boleh hanya dipandang sebagai kumpulan angka.

Menurut dia, setiap rupiah anggaran negara harus dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Said mengatakan, di balik total belanja negara sebesar Rp4.106,3 triliun dalam APBN 2027 terdapat kebutuhan lebih dari 280 juta masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:Prabowo Minta Bakom Dengarkan Keluhan Masyarakat, Tak Sekadar Sampaikan Informasi

"APBN bukan sekadar kumpulan angka. Di balik Rp4.106,3 triliun belanja negara dalam APBN 2027 terdapat kehidupan lebih dari 280 juta rakyat Indonesia dengan kebutuhan dan harapan yang beragam," kata Said dalam keterangannya, Senin, 5 Oktober 2026.

Dia menjelaskan, sejumlah target makroekonomi telah ditetapkan untuk mengukur keberhasilan APBN 2027.

Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 6-6,5 persen, tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,30-4,87 persen, dan rasio Gini berada di kisaran 0,360-0,365.

Selain itu, pemerintah menargetkan penciptaan sekitar 2,57 juta hingga 3,49 juta lapangan kerja baru.

Menurut Said, target tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pemerataan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:Kebakaran TPA Buku Deru-Deru Makin Sulit Dipadamkan, 12.000 Liter Air Dikerahkan Jinakkan Api

"Pertumbuhan tidak boleh berjalan sendiri. Pertumbuhan harus disertai pemerataan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan agar kemajuan ekonomi nasional benar-benar bermakna bagi kehidupan rakyat," ujarnya.

Said juga menyoroti tanggung jawab pemerintah dalam mencapai target pendapatan negara sebesar Rp3.435,1 triliun.

Anggaran tersebut harus dikelola dengan mempertimbangkan risiko defisit APBN sebesar Rp671,2 triliun atau setara 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dia mengingatkan, jika target pendapatan negara tidak tercapai, terdapat risiko defisit semakin besar atau belanja negara yang telah direncanakan harus dipangkas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait