Mitsubishi Xpander AP4 Team Optimis Bawa Gelar Juara Setelah Jalani Shakedown Rally Danau Toba

Mitsubishi Xpander AP4 Team Optimis Bawa Gelar Juara Setelah Jalani Shakedown Rally Danau Toba

Mitsubishi Xpander AP4 Team optimis bawa gelar juara setelah jalani shakedown Rally Danau Toba.-mxrt-

JAKARTA, DISWAY.ID – Jelang berlaga di ajang Rally Danau Toba pada akhir pekan ini, 6-7 Agustus 2022, Mitsubishi Xpander Rally Team (MXRT) telah mulai melakukan survey lintasan atau shakedown.

Dalam shakedown tersebut, Rifat Sungkar dan navigator M. Redwan itu tim melakukan pemetakan sepanjang lintasan (Special Satage) yang akan dihadapi, mulai dari karakter lintasan, jumlah dan jenis tikungan termasuk antisipasi terhadap perubahan cuaca.

Lintasan yang disajikan Rally Danau Toba terbilang sangat menantang, karena ada dua karakter utama pada lintasan gravel yang digunakan pada reli ini yaitu tanah merah dan tanah berbatu. 

Selain itu, lagi jarak yang cukup panjang, yang mencapai total 330km menambah tantangan bagi setiap peserta. 

BACA JUGA:Arsenal Sukses Bungkam Tuan Rumah Crystal Palace di Laga Pembuka Liga Premier Inggris Musim 2022/23

BACA JUGA:Kirim Surat ke Presiden, Kamaruddin Minta Jokowi Bentuk Tim Independen Demi Tuntaskan Kasus Brigadir J

Dengan panjangnya lintasan menuntut performa dan endurance yang tinggi bagi kendaraan maupun pembalapnya.

Meskipun demikian Mitsubishi Xpander AP4 Team optimis bawa gelar juara setelah jalani shakedown Rally Danau Toba.

Menurut Rifat Sungkar, tantangan yang akan dihadapi di Rally Danau Toba terutama pada perbedaan karakter yang mencolok pada lintasan gravelnya. 

BACA JUGA:Tiket Pesawat Ferdy Sambo Sehari Sebelum Brigadir J Tewas Terungkap, Komnas HAM: Bukti Sudah Kami Dapatkan

BACA JUGA:Jangan Disalahtafsirkan, Bukan BCL yang Positif Psikotropika, Tapi...

“Area Huta Tonga memiliki lintasan tanah merah dengan kontur naik turun. Sementara SS di Aek Nauli dan Gorbus diisi oleh lintasan tanah berbatu, batunya besar-besar,” papar Rifat.

Rifat Sungkar menuturkan bahwa lintasan tanah merah akan semakin menantang jika hujan turun karena membuat trek menjadi sangat licin. 

“Sedangkan tanah berbatu akan menguji ketangguhan ban. Dua karakter tanah yang berbeda itu membuat strategi penggunaan ban menjadi hal penting,” kata Rifat.

Sumber: