Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Kemenkes Imbau Masyarakat Untuk Booster

Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Kemenkes Imbau Masyarakat Untuk Booster

ilustrasi vaksin-pixabay.-

JAKARTA, DISWAY.ID—Meningkatnya angka kasus Covid -19 yang cukup dratis saat ini, Menteri Kesehatan meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi dosis ketiga (booster).

Diyakini vaksin dosis ketiga (booster) mengurangi resiko perawatan dan kematian akibat Covid-19.

BACA JUGA:Peringatan Susno Duadji Sebut Isu Setoran Tambang ke Kabareskrim jadi 'Getah' Polri: Saya Merasa Sakit

BACA JUGA:Sering Alami Insomnia? Ini Dia Tips dari Dokter Nutrisi Ini Supaya Tidak Sulit Tidur

“ Masyarakat diimbau  mendatangi fasilitas layanan kesehatan untuk mendapat vaksin booster. Terutama di kelompok lansia,” ujar Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers, Kamis 10 Nopember 2022.

“Data menunjukkan, kelompok lanjut usia memiliki faktor risiko jauh lebih tinggi dibandingkan anak-anak. Sehingga vaksin ini sangat penting untuk melindungi kita dari covid-19,” tambahnya.

BACA JUGA:Rusia Konfirmasi Putin Tak Hadir KTT G20 Bali dan APEC Thailand

BACA JUGA:Covid Meningkat, Heru Budi Minta Dinas Pariwisata Perketat Izin Konser

Tercatat, sebanyak 10.639 pasien memiliki gejala sedang, berat hingga kritis, di mana 74 persen diantaranya belum mendapatkan vaksin booster Covid-19. Sebanyak 1.373 pasien tercatat meninggal dunia pada periode yang sama,.

84 persen diantaranya belum mendapatkan vaksin booster Covid-19. Kematian tertinggi pada kelompok lansia dan 50 persen lansia ini belum mendapatkan vaksinasi.

BACA JUGA:PAN Sangat Berharap Ridwan Kamil Bergabung Jelang Pilpres 2024

BACA JUGA:Catat Tanggalnya! Alchemy of Souls Seasons 2 Bakal Tayang Bulan Depan, Simak Sinopsis Season 1

Budi Gunadi Sadikin menambahkan, periode 4 Oktober hingga 8 November 2022, sebanyak 27.081 pasien konfirmasi positif Covid-19 mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Vaksin booster sangat perlu disuntikkan,  karena mayoritas pasien Covid-19 yang mengalami kondisi berat hingga kritis di rumah sakit dan pasien yang meninggal belum mendapat vaksin dosis lengkap. 

Sumber: