Senjata Luger yang Disebut Kamaruddin Kembali Terdengar di Pengadilan, Putri Ikut Menembak Brigadir J?

Senjata Luger yang Disebut Kamaruddin Kembali Terdengar di Pengadilan, Putri Ikut Menembak Brigadir J?

Senjata Luger yang disebut Kamaruddin kembali terdengar di persidangan Sambo yang diungkapkan tim Puslabfor [email protected]

JAKARTA, DISWAY.ID – Sempat disebut-sebut oleh kuasa hukum keluarga Brigadir J, bahwa terdapat tida jenis senjata saat penembakan Brihadir J, diantaranya HS, Glock dan Luger.

Menurut Kamaruddin Simajuntak, senjata Luger ini merupakan senjata lama yang hanya digunakan oleh para Jenderal dimasa lalu.

Selain itu Kamaruddin juga menjelaskan bahwa di antara yang ada saat penembakan Brigadir J hanya dua orang yang mempunyai akses ke senjata Luger tersebut, yaitu Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Bahkan Kamaruddin mengungkapkan bahwa kemungkinan Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J menggunakan senjata Luger lansiran Jerman tersebut.

BACA JUGA:Ustaz Farid Okbah dan 2 Ustaz Lainya Dituntut 3 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Angkat Bicara

BACA JUGA:Racun yang Dicampur Pelaku ke Minuman Orangtua dan Kakak Kandung di Magelang, Ternyata Dibeli dari Sini!

Senjata Luger yang disebut Kamaruddin kembali terdengar di persidangan Sambo pada  Senin 28 November 2022.

Tak hanya Kamruddi, Komnas HAM juga mengungkakpkan bahwa kemungkinan ada penembak lain dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang membuka kemungkinan itu adalah Putri Candrawathi.

Menurut Taufan Damanik yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua Komnas HAM menjelaskan bahwa jumlah penembakan kemungkinan 3 orang tersebut berdasarkan besar lubang peluru di tubuh almarhum Brigadir J.

“Kalau kita lihat dari besarnya lubang peluru yang ada dan juga hasil balistik yang telah kita lakukan. Itu yang kemudian saya sebut bisa jadi tiga orang pelakunya,” kata Taufan.

BACA JUGA:Anak Usaha PT Astra International Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Cek Syarat dan Ketentuannya

BACA JUGA:Cash Back Tiket Pelita Air Jelang Akhir Tahun, Beli Tiket dan Check In Secara Online

“Kaitan dengan tiga penembak, siapa yang penembak itu, pihak FS bilang itu cuma Bharada E. Tapi kalau kata Bharada E bukan cuma dia, maka bisa jadi saja ini tiga orang,” ucapnya.

Dalam persidangan memeriksa saksi tersebut, salah satu saksi dari Puslabfor Polri yang bernama Sopan Utomo menjelaskan bahwa terdapat 12 selongsong peluru di lokasi penembakan Brigadir J.

Sumber: