Martin Lukas Duga Wanita Menangis Ada Hubungannya Dengan Pembunuhan Brigadir J

Martin Lukas Duga Wanita Menangis Ada Hubungannya Dengan Pembunuhan Brigadir J

Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak- Bambang Dwi Atmodjo-Bambang Dwi Atmodjo

JAKARTA, DISWAY. ID - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjutak menduga wanita menangis yang dimaksud Richard Eliezer ada sangkut pautnya dengan pembunuhan Brigadir J

"Pasti (ada motif dengan pembunuhan Brigadir J)," ujar Martin Lukas Simanjutak saat ditemui media di Markas Besar (Mabes) Polri, Kamis 1 Desember 2022.  

"Pernah kan saya bilang diduga keras pernah terjadi tembak-tembakkan katanya di rumahnya si PC dan diduga keras dilakukan mereka berdua," lanjutnya. 

BACA JUGA:Auto Termahal Sedunia! Bayaran Cristiano Ronaldo Rp 3,2 Triliun di Klub Liga Arab Saudi Al Nassr

BACA JUGA:Ucapan Pamungkas Ferdy Sambo Beri Jaminan Bharada E Aman

Dengan dugaan tersebut, ia pun semakin yakin bahwa benar tidak ada keharmonisan dalam hubungan Ferdy Sambo dengan istrinya, Putri Candrawathi

Ia pun berencana akan mendalami dugaannya tersebut untuk mendapatkan petunjuk terbaru dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

"Nah ini informasi yang kita dengan dari Brigadir J yang kepada kakaknya, berarti benar dong hubunganya enggak harmonis dong," kata Martin Lukas. 

"Kalau hubungan enggak harmonis, segala suatu motif bisa terjadi, nanti kita gali kalau kita dapet petunjuk lagi," sambungnya. 

Diberitakan sebelumnya, Martin Lukas Simanjutak menyebutkan bahwa dirinya tidak mengetahui identitas wanita menangis yang dimaksud oleh Richard Eliezer dalam pernyataanya. 

"Kita tahu peristiwa itu tapi kita engga tahu itu siapa, kan sudah kita sampaikan dari dulu bahwa hubungan Ferdy Sambo dengan istrinya ini tidak harmonis," ujar Martin Lukas Simanjutak. 

BACA JUGA:Waduh, Ferdy Sambo Tertawa Setelah Penembakan Brigadir J, Diungkap Bharada E di Persidangan

BACA JUGA:Ferdy Sambo Sempat Nangis, Ungkap ke Bharada E: Yosua Sudah Melecehkan Ibu

Adapun wanita menangis tersebut sempat disebutkan oleh Richard Eliezer dalam persidangan perkara pembunuhan berencana dengan terdakwa Kuat Ma'ruf dan Ricky Rizal. 

Sumber: