Asal Usul Tempe yang Menjadi Lauk Andalan Masyarakat Indonesia

Asal Usul Tempe yang Menjadi Lauk Andalan Masyarakat Indonesia

Asal usul Tempe yang menjadi lauk andalan masyarakat Indonesia-@rasasayange-Instagram

BACA JUGA:Piala AFF 2022: Jelang Lawan Thailand, Shin Tae-yong: Saya Siapkan Mental Pemain Seperti Berada di Final

BACA JUGA:Hadiah Kode Redeem Free Fire 27 Desember 2022, Dapatkan Item Gratis Spesial Natal

Tempe di Indonesia 

Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. 

Sebanyak 50 persen dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk Tempe , 40 persen Tahu, dan 10 persen dalam bentuk produk lain (seperti Tauco, Kecap, dan lain-lain). 

Konsumsi Tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.

Pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia, para tawanan perang yang diberi makan Tempe terhindar dari disentri dan busung lapar.

Sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai dengan 1960-an juga menyimpulkan bahwa banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena Tempe. 

BACA JUGA:Saksi Ahli Hukum Pidana Ungkap 3 Unsur Pembunuhan Berencana, Kasus Sambo Termasuk ?

BACA JUGA:Dampak Badai Dahsyat, Gelombang Tinggi Lebih dari 6 Meter Landa Berbagai Wilayah Perairan, BMKG: Terjadi Hingga 3 Januari

Menurut Onghokham, Tempe yang kaya protein telah menyelamatkan kesehatan penduduk Indonesia yang padat dan berpenghasilan relatif rendah

Namun, nama Tempe pernah digunakan di daerah perkotaan Jawa, terutama Jawa tengah, untuk mengacu pada sesuatu yang bermutu rendah. 

Istilah seperti 'mental tempe' atau 'kelas tempe' digunakan untuk merendahkan dengan arti bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti Tempe.

Soekarno, Presiden Indonesia pertama, sering memperingatkan rakyat Indonesia dengan mengatakan, ‘Jangan menjadi bangsa Tempe’.

Baru pada pertengahan 1960-an pandangan mengenai Tempe ini mulai berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: