Presiden Wow!

Wow! Wow! Wow!

Begitu drastis keputusan Presiden Jokowi kemarin sore: melarang total ekspor bahan baku minyak goreng. Termasuk minyak gorengnya sendiri. Mulai berlakunya Kamis tanggal 28 April 2022. Sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Itu keputusan sapu jagat.

Presiden tidak bicara lagi DMO. Tidak juga PMO. Tidak juga HET. Domestic Market Obligation terbukti tidak mempan memenuhi kebutuhan minyak goreng dalam negeri.

Price Market Obligation terbukti tidak mampu mengendalikan harga. Ketentuan Harga Eceran Tertinggi diabaikan pasar.

Yang berlaku selama tiga bulan terakhir adalah harga pasar. Murni. Bahkan harga pasar internasional. Persaingan bebas.

Akhirnya diambillah keputusan sapu jagat: larang total ekspor. Tidak ada pertimbangan apa pun, kecuali "sampai ketersediaan minyak goreng di dalam negeri melimpah".

Kata yang harus dicatat adalah: melimpah. Bukan sekadar cukup.

Ukuran melimpah tentu relatif. Maka saya menyumbangkan ukuran yang terukur: sampai harga minyak goreng kembali ke harga tiga bulan lalu. Dan begitu ekspor diperbolehkan lagi, harganya tidak kumat.

Harga minyak goreng kemasan sebelum ada gejolak, 14 ribu per liter. Biasanya yang dikemas dua liter harganya Rp 28 ribu - Rp 29 ribu. Setiap Jumat ada diskon jadi Rp 25 ribu. Untuk yang curah di pasar mulai Rp 9.500 hingga Rp 11 ribu per liter.

Saya menyebutnya keputusan sapu jagat karena dengan satu sapu ini seisi jagat perminyak gorengan teratasi.

Masih ada waktu lima hari untuk menyiapkan peraturan tertulisnya. Termasuk aturan yang bisa mengatasi trik-trik untuk menyiasatinya.

Juga sinkronisasi antara perdagangan dan industri. Ada potensi pabrik-pabrik CPO bermasalah. Juga pabrik minyak goreng. Rantai pasok mereka bisa tiba-tiba guncang.

Tentu para pengusaha tidak akan melawan keputusan presiden itu. Gejala perlawanan sempat muncul. Yakni seperti yang disuarakan pengurus asosiasi sawit. Sampai mengancam akan mundur dari program subsidi.

Nyatanya presiden justru mengeluarkan keputusan sapu jagat. Yang diucapkan sendiri lewat video resmi dari Istana Negara. Durasi video itu pun begitu pendek. Hanya satu menit. To the point. Tidak pakai basa-basi apa pun.

Pun cara Presiden Jokowi tampil di video sangat serius. Termasuk di raut wajahnya.

Sapu jagat!

Kebutuhan dalam negeri hanya 5 juta ton. Pasar ekspor 50 juta ton. Kali ini yang 50 juta ton dikorbankan untuk memenuhi yang 5 juta ton.

Maka, sebenarnya tidak harus ada keputusan sapu jagat. Lima juta ton tidak ada artinya dibanding 50 juta ton. Tapi jalan biasa sudah dicoba.

Tidak manjur.

Bahkan mengesankan seperti mencla-mencle. Wibawa pemerintah seperti jadi bahan mainan. Sampai mengusik seorang penyanyi sekelas Iwan Fals menjadikannya lagu top hits.

Sungguh. Sebenarnya tidak perlu ada sapu jagat. Kalau bisa ditata dengan baik.

Kasihan eksporter. Yang sudah telanjur menandatangani kontrak. Yang akan kena klaim dari luar negeri. Yang juga merusak jadwal kapal internasional.

Tapi Presiden memang sudah di tahap jadi bulan-bulanan. Sapu jagat ini telah menyelamatkannya.

Saya tidak bisa membayangkan betapa ruwet kesibukan di Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian hari ini. Sampai lima hari ke depan.

Jangan-jangan dalam tiga hari ke depan ketersediaan minyak goreng tiba-tiba melimpah.

Lalu, larangan ekspor itu pun tidak perlu dilaksanakan di hari Kamis. Tanpa harus ada menko yang tiba-tiba bisa mencabut larangan ekspor itu. Ekspor produk sawit tahun lalu sumbang negara Rp 500 triliun.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Minyak DMO

Parikesit Riau
DMO oh DMO. Strategi ekonomi yang aneh (setidaknya itu menurut saya). Dulu pernah saya berkomentar, bahwa pemerintah Malaysia telah memberikan subsidi untuk produk minyak goreng kemasan kecil (yang rata-rata pembelinya juga rakyat kecil) . Yang mana pada saat itu, Pemerintah Indonesia masih gamang, mungkin tidak mau meniru strategi yang sudah dijalankan negeri jiran tersebut. Benang merahnya jelas, produsen minyak goreng bukanlah produsen (baca : pabrik) CPO. Pabrik CPO tidak hanya merebus TBS dari kebun inti, sebagian besar harus dibeli dari pekebun, dan harga TBSnya sudah mahal itu. Kenapa harus subsidi? Iya, karena pajak penghasilan yang dibayar oleh tauke (pengepul sawit) juga terkerek. Pabrik juga harus membayar PPh dan PPN dalam setiap faktur yg diterbitkan, juga nominalnya menjadi tidak sedikit lagi. Sampailah itu ke sektor hilir yg semua angka pajaknya naik. >>>> Lalu mau dikemanakan pajak2 yg besar itu? Kalau tidak didaya gunakan untuk memberikan subsidi bagi rakyatnya yg kurang mampu. Rahayu, rahayu, rahayu.

Lukman bin Saleh
Betul2 sial memang. Jadi tersangka melanggar aturan. Tapi aturannya sendiri sudah d cabut. Aturan yg terbukti tidak efektif, tdk ada hasil. Hasilnya hanya membuat 4 keluarga kehilangan sosok ayah. Hanya krn melanggar aturan yg bermasalah. Doa sy, semoga tdk ada aliran uang. Aturan itu d langgar hanya semata2 aturannya yg tdk masuk akal. Contohnya mewajibkan DMO CPO pd perusahaan yg tdk punya kebun sawit. Macam mana pula ini? Ini sih perusahaan d suruh nyumbang namanya. Sekali lg, semoga tdk ada aliran uang. Sedih liat berita korupsi terus. Gini2 amat negara kita...

Irfansyah Tambunan
Memang susah jadi emak2..antri minyak goreng di nyinyirin,,beli baju baru di nyinyirin..yo wis,antri BLT minyak goreng aja,duitnya beli paket buat tik tok an..serbuuu

Bakti hairs
Masalah terbesarnya memang adalah kerakusan pengusaha. Tapi bisa jadi karena dulu saat mereka mendapakan konsesi pengolahan hutan menjadi kebun sawit telah berhutang sana sini untuk menyogok penguasa saat itu sehingga hingga sekarang mrk belum ikhlas dan terus mengeplotasinya untuk diri sendiri dan perusahaan. Ngomong-ngomong kapan mereka dapat HGU hutan sawit ini ya??

Yuli Triyono
Minyak goreng sudah bisa didapat di mana-mana. Ah, betapa melegakan. Andaikan itu benar. Bukan hanya di lagunya Iwan Fals.

Dahlan Tampubolon
Mestinya bukan DMO yang menjadi masalah, karena ketika DMO dijalankan dan harga masih mengikuti pasar, para eksportir bukan pemilik lahan masih bisa menjual dengan harga di atas biaya produksi. Namun ketika DMO dibarengi DPO, kelangkaan minyak nabati menggila. Karena harga beli CPO sudah 17rb rupiah per kg, tapi mereka diwajibkan menjual minyak goreng pada harga 11rb rupiah per liter. Pakai kalkulator merek apa pun, gak kan masuk barang tu. Berbeda dengan produsen minyak nabati yang punya rantai pasok mulai kebun hingga minyak goreng, mereka bisa menikmati harga ekspor dan menutupi rendahnya DPO yang 11rb perak tadi. Di pasar oligopoli pasti produsen berusaha mencapai laba maksimum atau setidaknya di atas nol. Kalau produsen disuruh menjual jauuuh di bawah harga beli bahan baku, teori ekonomi mana pun tak akan masuk. Lalu dengan cara DPO dan DPO ini, mulai lah muncul upaya mendapat sertifikat DMO (aspal) sehingga produsen minyak nabati bisa menjual ke luar negara dengan harga yang asyik. Mestinya pejabat tukang olah dan raja olah ini duluan dihukum gantung di bawah pokok sawit umur 30 tahun. Para petani sawit jangan ikut ikut menuntut harga minyak goreng turun la. Ketika harga sawit 800 perak, harga minyak kemasan 12rb. Tapi ketika harga sawit jadi 3200 perak, jangan pulak minta harga minyak goreng tetap 12rb. Kek mana mau naek harga sawit kalau harga minyak goreng gak naek. Sama sama la kita tengok kek mana Kejaksaaan Agung menuntut para tukang olah dan raja olah ini. Biar 

Agustinus Marampa
Asu..dalah. Semua orang sudah tahu, dan anda sudah tahu, mental orang indonesia masih bisa dibeli dan gampang diadu domba . Jadi makanan empuk bagi mafia dan negara negara maju. tapi masih ada untungnya Tuhan masih berpihak, sumber daya alamnya melimpah, tapi kalau habis mau gimana? terserah andalah.

Hardiyanto Prasetiyo
Saya mengamati BLT dan DMO seharusnya beriringan bukan pisah ranjang/dicabut salah satu. BLT meningkatkan daya beli dari sisi konsumen dan DMO meningkatkan ketersedian stock dan menjaga kontinuitas suplai dalam negeri dari sisi produsen. Nyatanya setelah DMO dicabut dan BLT dibagikan, banyak antrian panjang konsumen beli migor dimana2 tp ketersediaan barang msh terlalu sedikit. Oke lah setelah ada BLT daya beli masyarakat kuat tp barangnya msh langka dan terbatas. Buat apa ada BLT klo barang langka??? Apa yg mau dibeli??? Bisa2 klo migor msh langka, BLT jadi sasaran empuk kaum hawa untuk beli baju buat hari raya.

Akagami Shanks
Hehe, 99% persen permasalahan di negeri ini kecuali kawin lagi saya yakin sudah ada solusinya. Tapi banyak yang nggak mau tau, kenapa harus ikut pusing. Mobil listrik, pilpres lewat hp tanpa kertas, bunga tinggi kredit motor, tidak usah bahas agama orang, tidak perlu menipu, atau korupsi, dll. Selama penguasa bilang A, mau seluruh manusia bilang B. Arah dunia tetap menuju A. 

tempe lezat
lagu iwan fals mmg syarat dengan warisan budaya, saya belajr banyak tetang negeri ini ya dari Iwan Fals, sebut saja kereta api bintaro, wakil rakyat, ambulan zigzag,umar bakri dan terakhir miinyak goreng. bahkan dengansedikit berlebihan saya malah bilang ke anak2 saya, kalo mau tahu indonesia itu maju atau mundur dengarkan saja lagunya Iwan dan bandingkan masih ada tidak hari ini. Kapan ada podcast sama Iwan Pak Dahlan? mungkin juga lagu tampo Mas terinspirasi dari tulisan pak Dahlan di Tempo waktu itu..

Dodik Wiratmojo
Selain lagu migor Kondisi skrg mirip lagu iwan fals tikus2 thn 86 Tikus tikus tak kenal keyang Rakus rakus bukan kepalang Otak tikus memang bukan otak udang, kucing datang tikus menghilang cerdik licik tikus bertingkah Mungkin krn sang kucing PURA PURA mendelik...hanya pura2 jee

dabaik kuy
breaking news. video terbaru megawati: ... rakyat antri migor tp bisa beli baju lebaran.. mahasiswa skr sering demo masalah kecil juga. kalian demo ngerti gak? wakakakak .... dulu si mbok bbm naik dikit demo sambil nangis .... yg beli baju baru siapa mbok.... menengah itu..... yg antri migor wong cilik.... yg kamu tinggalkan

daeng romli
Menyikapi langkahnya minyak goreng. Coba dengarkan omongan "bijak" dr emak Mega. "Kalau minyak goreng langka / Mahal ya tidak usah menggoreng, bisa direbus, dikukus atau lainnya" Trus para penjual gorengan teriakkkk...."hooooiiiiii aku ini jualan gorengan, bukan rebusan atau kukusan"...Ayo jajal piye iki.....

Sumber:

Komentar: 350

  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • extra ordinary
    extra ordinary
  • charik nunukan
    charik nunukan
  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
  • Santun Mulia
    Santun Mulia
    • Liam Then
      Liam Then
  • Yea A-ina
    Yea A-ina
  • Leong putu
    Leong putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Leong putu
      Leong putu
    • Yea A-ina
      Yea A-ina
  • Atra kosmetik
    Atra kosmetik
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Liam Then
      Liam Then
  • Agus Suryono
    Agus Suryono
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Liam Then
      Liam Then
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Liam Then
      Liam Then
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Liam Then
      Liam Then
    • Liam Then
      Liam Then
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Liam Then
    Liam Then
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Antonio Samaran
    Antonio Samaran
  • Jimmy Marta
    Jimmy Marta
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Dodik Wiratmojo
    Dodik Wiratmojo
  • Multi Suk
    Multi Suk
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • Anwarul Fajri
      Anwarul Fajri
  • Gito Gati
    Gito Gati
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Gito Gati
      Gito Gati
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • Gito Gati
      Gito Gati
  • Pryadi Satriana
    Pryadi Satriana
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Pryadi Satriana
      Pryadi Satriana
  • Jarden Sitepu
    Jarden Sitepu
  • Dwi Tunggal
    Dwi Tunggal
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
  • benady raya
    benady raya
  • JIM vsp
    JIM vsp
  • benady raya
    benady raya
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • Wawan Wibowo
    Wawan Wibowo
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • benady raya
    benady raya
  • munawir syadzali
    munawir syadzali
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • benady raya
      benady raya
  • Fauzan Samsuri
    Fauzan Samsuri
  • JIM vsp
    JIM vsp
    • benady raya
      benady raya
  • Aju Y
    Aju Y
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
  • Anom Saksana
    Anom Saksana
    • Gito Gati
      Gito Gati
    • benady raya
      benady raya
  • WYG S2021
    WYG S2021
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • achmatrijanifahmi
      achmatrijanifahmi
  • Hari Hermawan
    Hari Hermawan
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
  • Robban Batang
    Robban Batang
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • adikrisna tampubolon
      adikrisna tampubolon
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • dabaik kuy
    dabaik kuy
    • dabaik kuy
      dabaik kuy
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Rizky Dwinanto
      Rizky Dwinanto
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Sistop Tanjung
    Sistop Tanjung
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Robban Batang
      Robban Batang
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • fajar purwanto
    fajar purwanto
  • achmat rijani
    achmat rijani
  • tempe lezat
    tempe lezat
  • Mada Suradi
    Mada Suradi
  • Rizky Dwinanto
    Rizky Dwinanto
    • Rizky Dwinanto
      Rizky Dwinanto
    • Anwarul Fajri
      Anwarul Fajri
    • Rizky Dwinanto
      Rizky Dwinanto
    • Mada Suradi
      Mada Suradi
  • Daryanto Warjono
    Daryanto Warjono
  • Buzzer NKRI
    Buzzer NKRI
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Buzzer NKRI
      Buzzer NKRI
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Buzzer NKRI
    Buzzer NKRI
    • Buzzer NKRI
      Buzzer NKRI
  • WYG S2021
    WYG S2021
  • Windarto Windarto
    Windarto Windarto
  • Juve Zhang
    Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Juve Zhang
      Juve Zhang
  • Hardiyanto Prasetiyo
    Hardiyanto Prasetiyo
  • DeniK
    DeniK
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • Buzzer NKRI
      Buzzer NKRI
  • Fantra Salahuddin
    Fantra Salahuddin
    • DeniK
      DeniK
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • achmat rijani
      achmat rijani
  • benady raya
    benady raya
    • Lena Wati
      Lena Wati
    • Leong putu
      Leong putu
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Leong putu
      Leong putu
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Johannes Kitono
    Johannes Kitono
  • Teguh Wibowo
    Teguh Wibowo
  • Teguh Wibowo
    Teguh Wibowo
  • Dedi Juliadi
    Dedi Juliadi
  • Arala Ziko
    Arala Ziko
  • Paul Ivan
    Paul Ivan
  • Robban Batang
    Robban Batang
    • Otong Sutisna
      Otong Sutisna
    • Buzzer NKRI
      Buzzer NKRI
  • mulyadi mulyadi
    mulyadi mulyadi
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
  • Rank Bukik
    Rank Bukik
  • Komentator Spesialis
    Komentator Spesialis
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • Mirza Mirwan
    Mirza Mirwan
  • Lukman bin Saleh
    Lukman bin Saleh
    • benady raya
      benady raya
  • Heru Pw
    Heru Pw
  • sunarjo tjoeng
    sunarjo tjoeng
    • achmatrijanifahmi
      achmatrijanifahmi
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
  • Zakaria Chen fu
    Zakaria Chen fu
  • Zakaria Chen fu
    Zakaria Chen fu
  • Mas Dino
    Mas Dino
    • achmat rijani
      achmat rijani
  • benady raya
    benady raya
    • Mister Xi
      Mister Xi
  • am dki9
    am dki9
  • benady raya
    benady raya
  • sunarjo tjoeng
    sunarjo tjoeng
    • Jokosp Sp
      Jokosp Sp
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
    • benady raya
      benady raya
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Lukman bin Saleh
      Lukman bin Saleh
    • Mister Xi
      Mister Xi
  • Pedro Patran
    Pedro Patran
  • alasroban
    alasroban
  • heni sulastri
    heni sulastri
  • Gito Gati
    Gito Gati
  • Budi Utomo
    Budi Utomo
    • Budi Utomo
      Budi Utomo
    • Komentator Spesialis
      Komentator Spesialis
  • rid kc
    rid kc
  • Akagami Shanks
    Akagami Shanks
  • Aliifa Syifa
    Aliifa Syifa
  • Andri Wijayanto
    Andri Wijayanto
    • Andri Wijayanto
      Andri Wijayanto
    • Andri Wijayanto
      Andri Wijayanto
    • Andri Wijayanto
      Andri Wijayanto
  • Yatman Yatman
    Yatman Yatman
  • Mister Xi
    Mister Xi
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
  • Fendik Irwansyah
    Fendik Irwansyah
  • Fendik Irwansyah
    Fendik Irwansyah
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
    • Akagami Shanks
      Akagami Shanks
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • Legeg Sunda
    Legeg Sunda
  • dody yusuf
    dody yusuf
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • mzarifin umarzain
    mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
    • mzarifin umarzain
      mzarifin umarzain
  • bitrik sulaiman
    bitrik sulaiman
  • Waris Muljono
    Waris Muljono
  • Otong Sutisna
    Otong Sutisna
  • Leong putu
    Leong putu
  • achmat rijani
    achmat rijani
  • Amat Kasela
    Amat Kasela
    • Azza Lutfi
      Azza Lutfi
    • achmatrijanifahmi
      achmatrijanifahmi
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
    • Amat Kasela
      Amat Kasela
    • achmat rijani
      achmat rijani
  • Waris Muljono
    Waris Muljono
    • Waris Muljono
      Waris Muljono
  • Chorus Label
    Chorus Label