Sebelum Berangkat ke Armuzna, Jamaah Haji Indonesia Dibekali 6 Paket Makanan Siap Saji
Makanan siap saji untuk jamaah haji Indonesia saat pra dan pasca Armuzna.-Media Center Haji 2025-
MAKKAH, DISWAY – Layanan konsumsi jamaah haji Indonesia terus mengalami inovasi. Salah satu terobosan penting tahun ini adalah distribusi makanan siap saji (ready to eat) bercita rasa Nusantara yang dikemas dengan teknologi tinggi dan siap dikonsumsi tanpa pemanasan ulang.
Langkah itu menjadi solusi untuk memastikan jamaah tetap memperoleh makanan bergizi, sehat, dan sesuai selera tanah air, terutama selama masa puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
BACA JUGA:Lolos Antrean 23 Tahun, Kisah Alra Bisa Berhaji Tahun Ini karena Penggabungan Mahram
Direktur BPKH Limited Imam Nikmatullah menjelaskan bahwa makanan siap saji tersebut telah dikirim dari Indonesia dalam bentuk lauk, lalu dipadukan dengan nasi yang diproduksi di pabrik Manāf milik Masyarik di Makkah.
Proses produksi dan pengemasan dilakukan dengan standar tinggi, menggunakan mesin ritot bertemperatur dan bertekanan tinggi yang mampu membunuh seluruh kuman dan bakteri. Hasilnya, makanan tersebut dapat bertahan hingga 18 bulan dalam kondisi tertutup.
BACA JUGA:Waspada Heatstroke, Jamaah Haji Diminta Bertahan di Tenda saat Wukuf di Arafah
"Setelah dibuka, makanan ini harus langsung dimakan. Tidak dianjurkan disimpan untuk waktu lain. Ini penting untuk menjaga keamanan dan kualitas konsumsi jamaah," ujar Imam kepada Tim Media Center Haji di Daker Makkah, Senin malam, 26 Mei 2025.
Terdapat enam paket nasi dan jenis lauk yang disiapkan untuk para jamaah: rendang ayam, rendang daging, dan opor ayam, masing-masing dalam dua variasi.
BACA JUGA:Jelang Puncak Haji, Ini 7 Tips Penting agar Ibadah Haji Tetap Aman dan Nyaman bagi Jamaah
Makanan-makanan itu akan dikonsumsi pada hari-hari krusial: tanggal 7 Dzulhijjah untuk sarapan, makan siang, dan makan malam; tanggal 8 untuk sarapan sebelum jamaah berangkat ke Arafah; serta tanggal 13 untuk makan siang dan malam sepulang dari Mina.
Setiap jamaah akan menerima satu kardus berisi enam porsi makanan: dua untuk sarapan, empat untuk makan siang dan malam.
BACA JUGA:Petugas Haji Kerja 24 Jam Sisir Koper Jamaah di Makkah
“Lauknya cukup langsung dicampurkan ke nasi. Nasi bisa direndam dulu dalam air panas 5–10 menit agar hangat dan pulen seperti nasi di rumah," kata Imam.
Secara total, lebih dari 1,2 juta porsi makanan siap saji disiapkan untuk melayani 203.320 jamaah haji Indonesia yang tersebar di 205 hotel di seluruh Mekah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: