Ma’ruf Amin: Industri Syariah Melesat, Asuransi Jadi Pilar Masa Depan
K.H. Ma’ruf Amin dalam media briefing Manulife Syariah Indonesia, Selasa 27 Mei 2025 yang menyoroti arah baru industri asuransi jiwa syariah nasional.--Istimewa
JAKARTA, DISWAY.ID — Perkembangan industri syariah di Indonesia kian melesat.
Tak hanya sektor keuangan, kini perbankan, asuransi hingga kosmetik berbasis syariah tumbuh pesat seiring meningkatnya kebutuhan dan rasa aman masyarakat.
Hal itu disampaikan K.H. Ma’ruf Amin dalam media briefing Manulife Syariah Indonesia, Selasa 27 Mei 2025 yang menyoroti arah baru industri asuransi jiwa syariah nasional.
BACA JUGA:Indonesia Butuh Pembangkit 71 GW Tambahan Guna Amankan Pasokan Listrik Nasional
“Industri dunia asuransi syariah semakin berkembang pesat. Dulu, halal itu sifatnya pilihan, sekarang sudah menjadi kewajiban. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang terus meningkat akan pentingnya kepastian dan keamanan sesuai prinsip syariah,” ujar K.H. Ma’ruf Amin, yang baru saja ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Manulife Syariah Indonesia.
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan nasional yang kini semakin mendorong integrasi prinsip-prinsip syariah dalam sektor formal, termasuk industri keuangan dan perlindungan jiwa.
Tren ini tercermin pula dari komitmen kuat Manulife Syariah Indonesia dalam memperkuat tata kelola berbasis syariah yang transparan, adil, dan tolong-menolong.
Sejak resmi beroperasi penuh sebagai entitas mandiri pada Desember 2024, Manulife Syariah Indonesia memperlihatkan pertumbuhan positif.
Total klaim lini bisnis syariah pada 2024 tercatat sebesar Rp225 miliar, meningkat 17% dibanding tahun sebelumnya.
Risk-Based Capital (RBC) Dana Perusahaan mencapai 7.063%, sedangkan RBC Dana Tabarru’ sebesar 1.588%. Surplus underwriting pun menyentuh Rp37 miliar, dan total aset hingga April 2025 mencapai Rp1,54 triliun.
“Kami ingin menjadi bagian dari perubahan, bukan hanya tumbuh sebagai bisnis, tapi juga berkontribusi pada masa depan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Fauzi Arfan, Presiden Direktur Manulife Syariah Indonesia.
Meski potensi pasar besar terbuka lebar di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tantangan tetap ada.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: