Menag: Penundaan Tanazul Upaya Cegah Kepadatan dan Jaga Kenyamanan Jamaah

Menag: Penundaan Tanazul Upaya Cegah Kepadatan dan Jaga Kenyamanan Jamaah

Menteri Agama Nasaruddin Umar.-Media Center Haji 2025-

MAKKAH, DISWAY— Fase puncak haji akan berlangsung hari ini. Dinamika di Tanah Suci bergerak begitu cepat.

Perubahan situasi di lapangan membuat sejumlah kebijakan harus disesuaikan. Salah satunya, pembatalan program tanazul pada musim haji tahun ini.

BACA JUGA:Menag Nasaruddin Umar Sukses Lobi Saudi, KKHI Kembali Layani Jamaah Haji Indonesia

Seharusnya, jamaah haji lansia, berisiko tinggi (risti), hingga difabel mengikuti program tanazul dalam menjalani puncak haji tahun ini. Mereka tidak perlu menginap di Mina selepas lontar jumrah. Melainkan bisa langsung kembali ke hotel.

Progam tanazul itu memang dirancang Kementerian Agama untuk memudahkan mereka menempuh puncak haji. Tentu, tetap sesuaisyariat dan tanpa mengurangi nilai ibadah. Para ulama juga sudah sepakat.

BACA JUGA:Imigrasi Soekarno-Hatta Tunda Keberangkatan 719 Calon Haji Ilegal, Begini Modusnya!

Bahkan, sudah 37.497 jamaah yang tercatat sebagai peserta. Tetapi, sayang, program tanazul ternyata belum bisa dijalankan pada musim haji tahun ini.

Sebab, berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memutuskan bahwa pelaksanaan tanazul ditunda ke musim haji tahun-tahun mendatang, untuk dipersiapkan dengan lebih matang.

BACA JUGA:Besok Jamaah Haji Berangkat ke Arafah, Ini Pesan Wamenag Romo Syafi'i supaya Raih Haji Mabrur

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, skema tanazul ditunda karena Arab Saudi ingin menjamin keselamatan seluruh jamaah haji Indonesia. Bila 37.497 jamaah yang ikut tanazul bersamaan dengan jamaah dari seluruh negafa, maka dikhawatirkan memadati jalan.

“Dan takutnya nanti ada chaos segala macam jadi mencegah segala sesuatu terjadi maka pemerintah Arab Saudi memutuskan tidak ada tanazul," kata Nasaruddin di Makkah, Selasa, 3 Juni 2025.

BACA JUGA:Jemaah Haji Furoda Gagal Berangkat Imbas Visa Tak Terbit, DPR Buka Suara

Seluruh negara memang sudah mempersiapkan skema tanazul bagi sebagian jamaah haji masing-masing. Sehingga itu diprediksi akan membuat jalan atau akses menuju jamarat dari arah Kota Makkah menjadi padat.

Jamaah haji Indonesia bisa dipastikan mengikuti jadwal pelemparan jumrah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Namun, sejumlah negara lain kerap memperebutkan waktu-waktu tertentu, seperti selepas Dzuhur. 

BACA JUGA:Jamaah Haji Indonesia Dijamin Bisa Wukuf di Arafah, Meski Aturan Arab Saudi Diperketat

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads